Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 50% Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan
- Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut di Bekasi
- RUU Perampasan Aset, Gerindra: Harus Ada Ganti Rugi untuk Korban Salah Sita
- Jutaan Hektare Lahan Rusak di Kalimantan Ternyata Masih Bisa Dipulihkan
- Mega Terharu dengan Perhatian Prabowo Takziah atas Wafatnya Guruh
Tahap Pertama Tiba Di Indonesia
105 Unit Ranpur Amfibi Buatan AS Perkuat Korps Marinir
Rabu, 30 September 2026 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia memperkuat kemampuan tempur amfibi Korps Marinir dengan 105 kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAVM35 dari Amerika Serikat (AS). Pengirimannya dilakukan bertahap selama tiga tahun.
Penyerahan ranpur jenis Kendaraan Amfibi Serbu atau Assault Amphibious Vehicles (AAV) tahap pertama kepada Korps Marinir Indonesia (Kormar) dipimpin Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di lapangan apel Markas Batalyon Infanteri 6 Marinir, Cilandak, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Penyerahan ini menandai penguatan kerja sama pertahanan dan keamanan antara kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
“Pengadaan Assault Amphibious Vehicles oleh Indonesia menunjukkan komitmen bersama kita untuk meningkatkan keamanan dan kesiapan di seluruh kawasan Indo-Pasifik melalui modernisasi peralatan pertahanan,” ujar Penjabat Wakil Duta Besar AS Aqueelah T. Johnson, yang hadir di acara itu.
Baca juga : Hadiri Rakornis & Bimtek, Bahlil Ingatkan Target Golkar Tambah Kursi DPR
Menurutnya, kemitraan pertahanan kedua negara terus berkembang. Termasuk melalui penggunaan platform pertahanan buatan AS yang telah teruji dalam pertempuran.
Dalam tahap awal pengadaan, TNI Angkatan Laut (AL) membeli 35 unit AAV dengan nilai lebih dari 23 juta dolar AS. Pengadaan tersebut dilakukan melalui skema Foreign Military Sales (FMS) dengan Amerika Serikat.
Pengadaan ini menjadi salah satu pembelian peralatan pertahanan berskala besar pertama Indonesia dari AS dalam beberapa tahun terakhir.
Sebanyak 12 unit AAV telah tiba di Indonesia pada 22 September 2026. Sebanyak 11 unit varian AAVP7 digunakan sebagai kendaraan pengangkut personel dan satu unit AAVC7 untuk kendaraan komando.
Baca juga : Gerindra NTB Tegaskan Iqbal Tidak Masuk Kepengurusan
Sisa kendaraan pada gelombang pertama dijadwalkan tiba pada akhir November 2026 sehingga Marinir akan menerima total 35 unit pada tahap tersebut.
Pengadaan Hingga 2028
Setelah gelombang pertama selesai, Indonesia berencana membeli 70 unit AAV tambahan. Sebanyak 35 unit AAV-M35 pada gelombang kedua dijadwalkan tiba pada 2027.
Gelombang ketiga atau tahap terakhir kembali mencakup 35 unit kendaraan tempur yang dijadwalkan didatangkan pada 2028.
“Jadi, 105 total ada ya. Didatangkan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun untuk memperkuat kemampuan Korps Marinir,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Markas Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, dalam keterangan pers.
Baca juga : Bank Indonesia Percepat Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital Nasional
Seluruh armada tank amfibi ini akan didistribusikan secara merata untuk memperkuat tiga komando pelaksana utama Korps Marinir. Yaitu Pasukan Marinir (Pasmar) 1 Jakarta, Pasmar 2 (Sidoarjo, Jawa Timur), dan Pasmar 3 (Sorong, Papua Barat Daya).
Pengadaan kendaraan tempur amfibi AAV-M35 dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk mendukung Korps Marinir dalam menjalankan berbagai operasi pertahanan laut dan pantai.
Dalam rangkaian acara, Sjafrie secara simbolis menyerahkan miniatur kendaraan tempur AAV M-35 kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Selanjutnya, miniatur tersebut diserahkan secara estafet kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan diterima oleh Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, sebagai simbol resmi bergabungnya kendaraan tempur generasi terbaru tersebut ke dalam kekuatan Korps Marinir TNI AL.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tradisi pemecahan kendi dan penyiraman air kembang yang dilakukan oleh Menhan, didampingi Panglima TNI, KSAL, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Muhammad Saleh Mustafa, dan Panglima Korps Marinir. Tradisi tersebut menjadi bagian dari momentum penerimaan resmi kendaraan tempur AAV M-35 ke dalam jajaran Korps Marinir TNI AL. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya