Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Early Voting Pemilu Sela Dimulai
Ohio Jadi Penentu Nasib Politik Trump & Republik
Kamis, 8 Oktober 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemilihan awal (early voting) untuk Pemilu sela (midterm election) di Ohio, Amerika Serikat (AS), resmi dimulai, Selasa (6/10/2026). Para pemilih antusias datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dibuka di 88 Kantor Board of Elections di Ohio.
Berdasarkan pantauan Reuters, deretan mobil memenuhi parkiran dan pemilih mengantre dengan sabar. Alur antrean terlihat berjalan dengan stabil. Tidak ada penumpukan pemilih di TPS mana pun.
Direktur Board of Elections Franklin County Antone White mengatakan, sekitar 400 orang memberikan suara setiap jamnya.
White memperkirakan, tingkat partisipasi pemilih di Franklin County mencapai sekitar 55 persen, sama seperti pada Pemilu sela 2018.
“Semua berjalan lancar. Sangat ramai. Tadi pagi sempat ada antrean. Mungkin ada seratus orang yang antre,” ujar White kepada televisi lokal 10 WBNS, Rabu (7/10/2026).
Hal senada disampaikan para pemilih. “Area parkir penuh sesak, tetapi sebenarnya proses di dalamnya berjalan sangat cepat,” kata Kenneth Rupert, warga Columbus.
“Sejak saya tiba di tempat parkir hingga saya keluar lagi, mungkin butuh waktu sekitar setengah jam. Sama sekali tidak merepotkan,” sambung pemilih bernama James Bea.
Baca juga : Baila Fauri, Dipeluk Ivar Jenner
Berdasarkan aturan Pemilu AS, pemilih terdaftar bisa memberikan suara lebih awal. Baik dengan datang langsung ke TPS maupun memilih lewat surat atau disebut Absentee Voting.
Menurut pantauan Reuters, tingkat partisipasi pemilih Demokrat melampaui pemilih Republik. Kondisi ini bisa jadi pertanda awal bahwa mereka lebih termotivasi untuk memberikan suara pada Pemilu sela 2026.
Dikutip Reuters, Rabu (7/10/2026), para pemilih antusias ke TPS karena kondisi ekonomi, harga bahan bakar yang menggila, isu imigrasi, dan sosok para kandidat itu sendiri.
Para pemilih yang terdaftar sebagai pendukung Partai Republik, Partai Demokrat, maupun independen yang diwawancarai Reuters, memiliki keluhan serupa. Mereka lelah dengan kampanye politik yang menyesatkan dan kasar, menentang perang AS dengan Iran dan sangat membenci inflasi yang mereka yakini telah menjadi masalah kronis di Negeri Paman Sam.
Troy Flohr (59) misalnya. Pensiunan petugas kepolisian dari Kantor Sheriff Medina County, mengeluhkan berbagai iklan kampanye yang menurutnya tidak sepenuhnya jujur.
Berdiri antre hanya beberapa langkah dari bilik suara, Flohr mengatakan, dia biasanya mendukung Partai Republik. Namun kali ini, dia bimbang.
Menariknya, secara umum para pemilih sadar, keadaan tak akan membaik dalam waktu singkat. Namun, mereka meyakini Pemilu sela merupakan jalan untuk perbaikan.
Baca juga : Dipastikan Dudung: Suasana Politik Adem Ayem
“Terutama ekonomi kita. Kondisinya sangat buruk,” curhat Eddie St John dari Kota Wadsworth.
Para analis politik akan mencermati perkembangan situasi di Ohio, mengingat Donald Trump telah menjadi kekuatan yang dominan di negara bagian yang mayoritas warganya kulit putih itu, khususnya di kalangan pekerja kerah biru yang sebelumnya merupakan pendukung Partai Demokrat.
Namun, dengan tingkat inflasi yang berkisar di angka 3,4 persen, terdapat ketidakpuasan mendalam akibat kenaikan biaya pangan, energi dan perumahan.
Trump memenangi Ohio serta 17 suara elektoral negara bagian tersebut dengan mudah pada 2016, 2020 dan 2024. Trump hanya kalah dalam Pilpres 2020 dari kandidat Demokrat, Joe Biden.
Hasil pemilihan sela ini bisa bergantung pada dua hal. Pertama, para pemilih Demokrat yang merasa kecewa kepada Trump akan kembali mendukung partai mereka. Kedua, banyak pemilih independen akan berpaling dari Partai Republik kubu Trump.
Medina County, yang dipandang sebagai wilayah penentu (swing district), memiliki 132.345 pemilih terdaftar. Sebanyak 29.466 pemilih adalah pendukung Partai Republik dan 15.872 pendukung Partai Demokrat.
Pejabat Pemilu mengatakan, terdapat 86.762 pemilih independen yang dapat menentukan apakah Partai Republik akan mempertahankan keberhasilan mereka di wilayah tersebut.
Baca juga : Rakyat Tidak Lagi Bolak-balik Isi Formulir, Layanan Lebih Cepat
Meski Partai Republik unggul dalam jumlah pemilih terdaftar di wilayah ini, sebanyak 499 pendukung Demokrat memberikan suara pada 6 Oktober, dibandingkan dengan 374 pendukung Republik dan 291 pemilih independen.
Angka ini menunjukkan perubahan situasi yang signifikan dibandingkan hari pertama pemungutan suara pada 2024. Saat itu, 369 pendukung Demokrat memberikan suara, dibandingkan dengan 702 pendukung Republik dan 433 pemilih independen, menurut data wilayah tersebut.
Pemilu sela pada 3 November mendatang, akan menjadi ujian penting bagi Trump dan Partai Republik. Bukan karena Pemilu ini menentukan posisi Trump sebagai presiden, melainkan karena hasilnya akan menentukan apakah Partai Republik mampu mempertahankan kendali atas Kongres AS.
Saat ini, Partai Republik menguasai kedua kamar Kongres, yaitu Senat dan DPR. Keunggulan mereka sangat tipis, dengan 218 kursi berbanding 214 kursi Demokrat, ditambah satu anggota independen dan dua kursi yang masih kosong. Sementara di Senat, Republik menguasai 53 kursi dari 100 kursi. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 8 Oktober 2026 dengan judul "Early Voting Pemilu Sela Dimulai Ohio Jadi Penentu Nasib Politik Trump & Republik"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya