Dark/Light Mode

Kisah Seru Dari Negeri Beruang Merah (2)

Merahnya Red Square, Dahsyatnya Tsar Bomba

Rabu, 7 Oktober 2026 07:35 WIB
Miniatur Tsar Bomba (Bom Kaisar) di Museum Atom. Inilah bom nuklir terbesar dalam sejarah manusia yang diledakkan Uni Soviet dalam uji coba pada 30 Oktober 1961. (Foto: Anggowo Adi/Rakyat Merdeka/RM.id)
Miniatur Tsar Bomba (Bom Kaisar) di Museum Atom. Inilah bom nuklir terbesar dalam sejarah manusia yang diledakkan Uni Soviet dalam uji coba pada 30 Oktober 1961. (Foto: Anggowo Adi/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka Anggowo Adi berkesempatan mengikuti IV International Fishing Tournament yang digelar Rosatom State Atomic Energy Corporation di Rusia. Bersama dua nelayan asal Ternate, Maluku Utara, perjalanan sepekan itu diwarnai cerita lucu, kejutan budaya, hingga pengalaman pertama menginjakkan kaki di Negeri Beruang Merah. Berikut laporannya.

Moskow bukan sekadar kota dengan Kremlin dan Red Square. Di balik kemegahan bangunan bersejarahnya, ibu kota Rusia ini juga menyimpan jejak panjang ambisi teknologi nuklir Uni Soviet.

Dua wajah Moskow itu kami rasakan dalam satu hari. Pagi hari, Rakyat Merdeka bersama dua pemancing asal Maluku Utara, yaitu Nurdjan Soleman dan Nasrun Masraoly. Serta pemancing asal Malaysia. Fairuz, menyambangi Red Square. Sore harinya, rombongan peserta Indonesia dan delegasi dari 10 negara lainnya, diajak menyelami sejarah nuklir Rusia di Museum Atom.

Kunjungan tersebut dilakukan sebelum kami bertolak ke Distrik Kota Udomlya, Wilayah Tver, untuk mengikuti Turnamen Memancing Internasional IV yang digelar 28-29 September 2026.

Baca juga : Periksa 2 Pengusaha, KPK Ungkap Bukti Gratifikasi

Sabtu (26/9/2026) pagi, kami berjalan kaki menuju Red Square. Jaraknya hanya sekitar satu kilometer dari Artcourt Hotel, tempat kami menginap di Voznesensky Pereulok, kawasan pusat Kota Moskow.

Lokasi hotel cukup strategis. Tverskaya Street, Bolshaya Nikitskaya Street hingga Moscow Conservatory dapat dijangkau dengan berjalan kaki. 

Namun, baru beberapa langkah meninggalkan hotel, pengalaman unik sudah menyapa. Saya “dipalak” rokok oleh seorang warga Rusia. Ini awal dari tujuh kali “pemalakan” serupa terjadi selama saya berada di Negeri Beruang Merah, he…he…he…

Selama sekitar 15 menit, kami menyusuri trotoar yang apik dan bersih. Kendaraan dan bus kota hilir-mudik di jalan utama. Sepeda listrik sewaan pun terlihat terparkir di sejumlah titik. Langkah kami kemudian mengarah ke Manege Square, salah satu ruang terbuka utama di pusat Moskow. Kawasan ini dilengkapi area pedestrian, taman, air mancur, serta sejumlah bangunan monumental.

Baca juga : Muhammad Isnur: Pengguna Narkotika Harusnya Direhabilitasi

Di bawah Manege Square terdapat Okhotny Ryad, kompleks pusat perbelanjaan bawah tanah. Di dalamnya terdapat toko, restoran, kafe dan berbagai fasilitas komersial, sekaligus akses menuju jaringan transportasi Metro Moskow. Pejalan kaki juga dapat menggunakan underpass untuk menyeberangi jalan raya.

Kami dibuat takjub ketika menyusuri anak tangga dan lorong-lorongnya. Salah satu titik yang mencuri perhatian adalah World Clock Fountain, yang menjadi pertemuan unik antara kawasan komersial modern dan bangunan-bangunan bersejarah di pusat Moskow.

Dari sini, perjalanan berlanjut menuju Alexander Garden. Taman ini membentang di sepanjang sisi barat Kremlin, kompleks pemerintahan sekaligus tempat kerja utama Presiden Vladimir Putin.

Semakin dekat ke Kremlin, suasana semakin ramai. Wisatawan dari berbagai negara terlihat berhenti di sejumlah titik untuk mengambil foto deretan bangunan bersejarah yang berdiri kokoh.

Baca juga : Andreas Hugo Pareira: Rehabilitasi Juga Butuh Infrastruktur & Anggaran

Tak jauh dari sana, ada bangunan yang langsung mencuri perhatian: GUM atau Glavny Universalny Magazin. Mall legendaris ini berada tepat di sisi Red Square. Fasadnya membentang panjang dengan arsitektur klasik yang megah.

Dalam mall itu dijual es krim legendaris GUM. Resep dan tradisinya telah ada sejak era Uni Soviet sekitar tahun 1954, menjadikannya simbol nostalgia masa lalu bagi warga lokal.  Kami pun ikut mencicipinya. Harganya 100 rubel atau sekitar Rp  21 ribu per cone. Rasanya? Enak banget. Teksturnya creamy, dengan rasa susu yang cukup kuat, disajikan dalam cone wafel yang renyah. Pilihan rasa favoritnya antara lain vanila, cokelat, pistachio, blueberry dan stroberi.

Sambil menikmati es krim, mata kembali tertuju pada ikon lain Moskow: Katedral Santo Basil dengan kubah warna-warni yang seolah menjadi lukisan raksasa di tengah kota. Kremlin pun berdiri tak jauh dari sana.

Memasuki periode musim gugur, jadwal kunjungan Museum Kremlin mengikuti jadwal musim dingin. Mulai 1 Oktober hingga 14 Mei, wilayah Kremlin dan Cathedral Square dibuka untuk pengunjung dari pukul 10.00 hingga 17.00. Sementara Armoury Chamber memiliki jadwal kunjungan tersendiri.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.