Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Manggala Agni Kemenhut Tetap Padamkan Karhutla di Tengah Berbagai Kendala
- Pertamina Patra Niaga Dorong Pendidikan Masyarakat Pesisir Lewat Sekolah Alam
- Gempa Darat M4,0 Guncang Pasaman Sumatera Barat, Kedalaman 16 Km
- Pertamina Gandeng UMKM Lombok Jual Merchandise Resmi di MotoGP 2026
- Kemenperin Dorong Kawasan Industri Jadi PSN Untuk Percepat Hilirisasi
Dubes RI Siti Ruhaini Bertemu Menteri Kudratov Bahas Kerja Sama Bilateral
Sabtu, 10 Oktober 2026 06:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin bertemu Menteri Investasi, Industri dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov dalam resepsi diplomatik Hari Kemerdekaan Indonesia di Tashkent, Senin (5/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Siti menegaskan, Imam Bukhari menjadi simbol persahabatan Indonesia dan Uzbekistan yang dapat memperkuat kemitraan kedua negara. Termasuk di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata.
Dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tashkent, Kamis (8/10/2026), Dubes Siti menjelaskan, hubungan Indonesia dan Uzbekistan telah terjalin sejak abad ke-14. Kala itu, ajaran Imam Bukhari disebarkan para cendekiawan Muslim dari Samarkand ke Nusantara.
Menurut Siti, ajaran Islam moderat yang diwariskan Imam Bukhari selaras dengan jati diri bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut juga menginspirasi Presiden Soekarno dan para pendiri bangsa dalam merumuskan Indonesia sebagai negara modern dan demokratis.
Baca juga : Ali Masykur Musa Bawa Mandat Perdamaian Dan Jejaring Tasawuf Dunia
Siti turut menyoroti kunjungan Presiden Soekarno ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan pada 4–6 September 1956. Kunjungan tersebut menjadi tonggak bersejarah dalam hubungan kedua negara.
“Tahun ini menandai 70 tahun sejak Presiden Soekarno berkunjung ke Uzbekistan pada 4–6 September 1956. Peristiwa itu diakui sebagai kunjungan seorang kepala negara pertama ke Uzbekistan,” ujar Dubes Siti.
Dia menilai, kedekatan historis dan budaya kedua negara menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama bilateral. Terutama di sektor ekonomi dan hubungan antarmasyarakat.
Dari sisi ekonomi, nilai perdagangan Indonesia dan Uzbekistan mencapai 123 juta dolar AS pada Januari–Juli 2026. Angka tersebut meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga : Menhaj Dorong Penguatan Kerja Sama RI-Uzbekistan Berbasis Peradaban Islam
Potensi kerja sama juga terlihat di sektor pariwisata. Kunjungan wisatawan Indonesia ke Uzbekistan mencapai 7.533 orang pada Januari–Agustus 2026 atau meningkat 65,5 persen secara tahunan.
Menurut Dubes Siti, Uzbekistan semakin diminati wisatawan Indonesia sebagai destinasi persinggahan setelah menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi.
Kompleks Makam Imam Bukhari yang kembali dibuka setelah menjalani pemugaran bertahun-tahun turut menjadi daya tarik bagi jemaah asal Indonesia.
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Dubes Siti menyatakan dukungannya terhadap pembukaan penerbangan langsung yang menghubungkan Tashkent dengan Jakarta dan Denpasar.
Baca juga : Menhaj Perkuat Kerja Sama Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan
Dia berharap, penguatan hubungan Indonesia dan Uzbekistan, yang ditopang kedekatan sejarah dan budaya, dapat membuka peluang kerja sama lebih luas di berbagai sektor, serta memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya