Dark/Light Mode

Upaya Trump Jegal Politisi Demokrat Jelang Pemilu Sela

Rumah Anggota Kongres Yang Vokal Digrebek HSI

Rabu, 14 Oktober 2026 06:10 WIB
Ilhan Omar. Foto: REUTERS/Annabelle Gordon
Ilhan Omar. Foto: REUTERS/Annabelle Gordon

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasukan Homeland Security Investigations (HSI) atau Penyelidik Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS), menggerebek rumah anggota Kongres dari Minnesota, Ilhan Omar, di Washington DC, Senin (12/10/2026).

Omar adalah politisi Partai Demokrat yang cukup berpengaruh dan vokal dalam mengkritisi kebijakan Pemerintah Presiden AS Donald Trump.

Warga Negeri Paman Sam menduga, insiden penggerebekan rumah Omar adalah bagian dari upaya menjegal langkah politisi wanita keturunan Somalia itu dalam Pemilu sela.

Pemilu sela bakal dilaksanakan pada 3 November 2026. Penggeledahan dadakan kediaman Omar pada Senin dini hari waktu Washington, membuat netizen AS bertanya-tanya.

“Trump pakai kartu terakhirnya, pembungkaman,” celetuk seorang netizen mengomentari postingan berita mengenai Omar di akun Instagram CNN, Selasa (13/10/2026).

“Republik pakai cara lama. Kami bosan lihat cara curang Anda, Trump,” komen netizen lain.

Dikutip dari Reuters, Selasa (13/10/2026), penggeledahan tersebut merupakan penyelidikan federal yang diduga berkaitan dengan penipuan imigrasi terhadap politikus yang kerap mengkritik Trump itu.

Baca juga : Syahrini, Lepas Bulu Mata Di Depan Suami

Juru Bicara Departemen Kehakiman mengatakan, petugas menjalankan surat perintah penggeledahan yang diperoleh secara sah sebagai bagian dari penyelidikan federal yang masih berlangsung.

Penyelidikan juga mencakup dokumen imigrasi Omar, politikus berusia 44 tahun yang lahir di Somalia ini. Dokumen imigrasi itu disebut diisi oleh mendiang ayahnya ketika Omar masih kecil.

Omar menuding Pemerintahan Trump menggunakan lembaga negara untuk menargetkan lawan politik presiden. Dia menyampaikan tuduhan tersebut melalui media sosial.

“Selama sepuluh tahun, Trump telah menargetkan saya dengan kebohongan tak berdasar dan kampanye fitnah,” tulis Omar di akun X pribadinya, Senin (12/10/2026).

Kepala Urusan Perbatasan Pemerintahan Trump Tom Homan mengatakan, Kementerian Kehakiman memimpin penyelidikan bersama Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS. Namun, Homan menolak mengungkapkan rincian penyelidikan kriminal tersebut.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin sebelumnya menyatakan, sesuatu akan terjadi dalam penyelidikan terkait masuknya keluarga Omar ke AS.

Penggerebekan tersebut berlangsung sekitar tiga minggu sebelum pemilihan paruh waktu AS pada 3 November. Partai Republik pimpinan Trump tengah berupaya mempertahankan kendali atas Kongres.

Baca juga : Prabowo 2 Periode Terus Disuarakan

Omar merupakan salah satu tokoh progresif terkemuka Partai Demokrat dan mewakili distrik yang menjadi basis kuat partainya. Dia memenangkan pemilihan kembali pada 2024 dengan selisih 50 persen.

Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR AS Hakeem Jeffries bersama anggota pimpinan partai lainnya mengecam penggerebekan tersebut.

Mereka menilai, tindakan itu sangat mengkhawatirkan dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai dugaan penggunaan pemerintah federal untuk menyerang lawan politik Trump.

“Mesin deportasi massal Trump telah menyerbu rumah seorang anggota Kongres yang terpilih secara sah dan keluarganya,” sindir Jeffries bersama Katherine Clark dan Pete Aguilar dalam sebuah pernyataan.

Mereka juga berjanji akan meminta pertanggungjawaban penuh atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan tersebut.

Penggerebekan terhadap Omar berlangsung di tengah serangkaian penyelidikan dan penuntutan terhadap sejumlah tokoh yang pernah mengkritik atau berseberangan dengan Trump.

Mereka termasuk mantan Direktur FBI James Comey, Jaksa Agung New York Letitia James dan mantan penasihat keamanan nasional Trump John Bolton.

Baca juga : Buntut Houthi Bombardir Bandara Saudi, Jemaah Umroh RI Telantar

Sejumlah perkara menghadapi hambatan hukum. Hakim federal membatalkan kasus terhadap James dan salah satu dari dua perkara yang diajukan terhadap Comey. Sementara, Bolton mengaku bersalah dan dijadwalkan menjalani sidang penjatuhan hukuman pada Oktober.

Omar telah lama menjadi sasaran serangan verbal Trump. Trump berulang kali melontarkan retorika anti-Somalia dan anti-Muslim.

Termasuk menggambarkan komunitas Somalia-Amerika sebagai ancaman bagi Minnesota.

Omar menyebut, perhatian Trump terhadapnya sebagai obsesi yang tidak sehat dan menyeramkan. Pada Februari, Trump mengatakan Omar dan anggota DPR Demokrat Rashida Tlaib, yang juga seorang Muslim, harus dikurung dan dikembalikan ke tempat asal mereka.

Keduanya mengkritik Trump dalam pidato kenegaraan. Terutama terkait kebijakan pengetatan imigrasi dan penegakan hukum pemerintahannya.

Omar juga mengatakan, dia dan keluarganya menghadapi ancaman pembunuhan akibat retorika politik yang penuh kebencian, khususnya yang berasal dari Trump. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 14 Oktober 2026 dengan judul "Upaya Trump Jegal Politisi Demokrat Jelang Pemilu Sela Rumah Anggota Kongres Yang Vokal Digrebek HSI"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.