Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tragedi Kereta Cepat Spanyol Tewaskan 69 Orang, WNI Aman
Sabtu, 31 Oktober 2026 10:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan menjadi korban kecelakaan kereta cepat di kawasan Urda, Provinsi Toledo, Spanyol, yang menewaskan sedikitnya 69 orang dan melukai lebih dari 190 orang.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Madrid terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memantau perkembangan penanganan dan identifikasi korban kecelakaan yang terjadi pada Rabu (28/10/2026).
"Hingga saat ini belum terdapat update informasi WNI yang menjadi korban," ujar Heni.
KBRI Madrid telah menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah Spanyol melalui pengelola infrastruktur perkeretaapian di bawah Kementerian Transportasi Spanyol, Adif. KBRI juga meminta informasi resmi mengenai kemungkinan adanya WNI yang terdampak dalam insiden tersebut.
Baca juga : Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Mengerikan
Otoritas perkeretaapian Spanyol menyampaikan bahwa proses identifikasi korban dari berbagai kewarganegaraan masih berlangsung dengan menggunakan Número de Identidad de Extranjero (NIE) atau nomor identitas penduduk asing di Spanyol.
Informasi terbaru mengenai hasil identifikasi korban nantinya akan disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Spanyol.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban, KBRI Madrid juga telah menyiagakan saluran komunikasi darurat dengan pihak pengelola kereta api setempat.
"KBRI Madrid juga sudah memberikan kontak hotline serta e-mail kepada Adif sekiranya ditemukan ada WNI yang menjadi korban," kata Heni.
Baca juga : Mourinho Pawang Barcelona
Ia berharap seluruh WNI yang berada di Spanyol dalam keadaan aman. KBRI Madrid akan terus memantau perkembangan informasi dari otoritas setempat.
Kecelakaan terjadi di jalur kereta cepat kawasan Urda, sekitar 130 kilometer di selatan Madrid. Insiden bermula ketika kereta milik operator swasta Iryo yang mengangkut 147 penumpang berhenti mendadak akibat gangguan sistem persinyalan.
Tidak lama kemudian, kereta milik perusahaan negara Renfe yang melaju di jalur yang sama menabrak bagian belakang kereta Iryo. Benturan tersebut menyebabkan dua gerbong tergelincir dan terlempar ke dasar tanggul.
Dari total 69 korban meninggal dunia, sebanyak 24 orang merupakan penumpang kereta Renfe, sedangkan 45 lainnya berada di kereta Iryo. Sementara itu, lebih dari 190 penumpang mengalami luka-luka, dengan 15 orang di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Baca juga : De Jong Ungkap Penyebab Barcelona Takluk dari Real Madrid
Pemerintah Spanyol menetapkan tiga hari berkabung nasional untuk menghormati para korban tragedi yang menjadi salah satu kecelakaan perkeretaapian terburuk di negara tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya