Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
68 Orang Meninggal Dunia
Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Mengerikan
Jumat, 30 Oktober 2026 08:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tabrakan dua kereta api cepat di jalur Madrid-Seville, Spanyol, Rabu (28/10/2026) amat mengerikan. Sebanyak 68 orang meninggal dunia karena tragedi ini.
Tragedi ini bermula dari gangguan persinyalan. Awalnya, semua perjalanan kereta berjalan normal. Sekitar pukul 08.30 waktu setempat, dua kereta cepat melaju ke selatan dari Madrid menuju Seville. Satu kereta dioperasikan perusahaan kereta milik negara Renfe, membawa 397 penumpang. Di depannya, di jalur yang sama, terdapat satu kereta milik operator swasta Iryo dengan 147 penumpang.
Tak lama kemudian, terjadi gangguan sistem persinyalan otomatis dan kegagalan komputer. Seluruh kereta pun berhenti di jalur terdampak. Termasuk Renfe dan Iryo. Renfe ada di belakang Iryo dengan jarak sekitar 25 kilometer (km).
Sekitar pukul 08.36, operator mengizinkan Renfe. Padahal, sinyal merah masih aktif dan Iryo yang ada di depannya masih berhenti. Renfe pun melaju dengan kecepatan mencapai 200 km/jam.
Sekitar pukul 08.52 kecelakaan pun terjadi. Renfe menabrak bagian belakang Iryo di wilayah Mora dan Orgaz, Provinsi Toledo, sekitar 140 km di selatan Madrid.
Baca juga : Bareskrim Tetapkan Tersangka Karhutla: Perusahaan 20, Perorangan 245
Kerasnya benturan menyebabkan sejumlah gerbong terguling ke lereng di tepi jalur. Salah satu potongan panjang rel kereta menembus sebuah gerbong. Sebuah gerbong dilaporkan terbakar. Benturan ini bahkan menyebabkan beberapa penumpang terlempar ke udara.
"Sangat mengerikan benturannya, saya terlempar ke atas. Koper-koper beterbangan dan orang-orang berteriak," cerita Tangui Binier, penumpang kereta Iryo, seperti dilaporkan BBC, Kamis (29/10/2026).
Penyintas lainnya cerita, korban yang terjebak reruntuhan kereta, menangis, berlumuran darah, tertimbun puing-puing gerbong yang hancur. "Para penumpang memecahkan jendela untuk menyelamatkan diri," cerita Salvador Arriza, 62 tahun, yang berada di dalam kereta Renfe, seperti dilansir Reuters, Kamis (29/10/2026).
Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mencatat, 68 orang meninggal dunia, 107 orang luka dan harus dirawat di rumah sakit dengan 15 orang dalam kondisi serius.
Puente mengatakan, kegagalan sistem komputer telah menyebabkan gangguan pada sistem keselamatan di sepanjang jalur kereta sejauh 63 kilometer hingga mengakibatkan semua kereta di wilayah tersebut berhenti otomatis. Namun, ADIF, perusahaan milik negara yang mengelola jaringan kereta api Spanyol, mengambil alih kendali sistem manual dan mengizinkan kereta Renfe tetap melanjutkan perjalanan.
Baca juga : KPK Garap Legislator Bengkulu
"Terdapat sinyal merah yang melarang pergerakan, namun kereta tersebut justru diizinkan melaju. Ini adalah keputusan yang diambil dalam situasi yang tidak dapat dijelaskan," ujarnya, heran, seperti dilansir CNN, Kamis (29/10/2026).
Puente merinci, para korban meninggal itu sebanyak 24 orang berada di dalam kereta Renfe dan 44 orang kereta Iryo. "Penyelidikan menyeluruh akan dilakukan," tegasnya.
Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sánchez Pérez-Castejón langsung berkunjung ke lokasi kecelakaan. Kata dia, seluruh Spanyol berduka atas insiden ini.
Pemerintah Spanyol menetapkan masa berkabung nasional selama 3 hari (29-31 Oktober 2026). Sánchez dan sejumlah politisi Spanyol lainnya membatalkan seluruh agenda publik, termasuk kegiatan kampanye menjelang pemilihan parlemen bulan depan.
"Seluruh Spanyol sedang berduka. Banyak kehidupan yang hancur, keluarga yang tercerai-berai. Duka cita sangat mendalam," ucapnya.
Baca juga : Kaka Suminta: Penerbitan Perppu Belum Mendesak
Ia berjanji akan mengusut tuntas kecelakaan ini. "Tidak dapat diterima bagi Spanyol mengalami dua kecelakaan kereta serius dalam satu tahun," ujarnya.
Sebelumnya, kecelakaan kereta cepat terjadi di dekat Cordoba, Januari lalu, yang menewaskan 46 orang. Kecelakaan tersebut terjadi di jalur kereta yang sama, meskipun lokasinya jauh lebih ke selatan. "Pihak berwenang akan mengambil tindakan tegas," tekan Sánchez.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya