Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KJRI Cape Town Gelar Indonesian Folk Market, Perkuat Diplomasi Kuliner & Budaya
Selasa, 3 November 2026 14:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town kembali menggelar Indonesian Folk Market 2026 untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan produk unggulan Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat persahabatan dan hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Mengusung tema “Celebrating Friendship, Bridging Cultures”, Indonesian Folk Market 2026 akan digelar pada 7 November 2026, pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat, di KJRI Cape Town, 124 Rosmead Avenue, Kenilworth. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum tanpa biaya masuk.
Dalam wawancara dengan Voice of the Cape (VOC) Radio di studio VOC, Cape Town, Senin (2/11/2026), Konsul Jenderal RI di Cape Town Tudiono menjelaskan bahwa Indonesian Folk Market merupakan salah satu program unggulan diplomasi kebudayaan Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, KJRI Cape Town ingin memperluas pengenalan budaya Nusantara sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat Afrika Selatan.
Penyelenggaraan tahun ini melibatkan sejumlah musisi dan seniman lokal Afrika Selatan. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat interaksi antarmasyarakat sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan yang mencerminkan persahabatan kedua negara.
“Melalui Indonesian Folk Market, kami ingin masyarakat Afrika Selatan semakin mengenal dan mencintai kekayaan budaya Indonesia. Pada saat yang sama, kami juga merangkul para seniman dan musisi lokal untuk bersama-sama merayakan persahabatan dan keberagaman budaya kedua negara,” kata Tudiono dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).
Panitia menyediakan fasilitas parkir gratis di sekitar lokasi kegiatan. Pengunjung disarankan membawa uang tunai untuk menikmati berbagai kuliner dan membeli produk Indonesia yang tersedia.
Menghadirkan Kekayaan Budaya Nusantara
Indonesia memiliki keragaman budaya yang menjadi salah satu kekuatan identitas nasional. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia dihuni lebih dari 1.300 kelompok etnis dan memiliki ratusan bahasa daerah.
Keberagaman tersebut tercermin dalam seni, tradisi, musik, tarian, kuliner, hingga berbagai produk budaya yang berkembang di setiap daerah.
Melalui Indonesian Folk Market 2026, sebagian kekayaan budaya tersebut akan diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat Cape Town dan sekitarnya.
Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan tari tradisional, musik Nusantara, demonstrasi budaya, serta menikmati berbagai kuliner khas Indonesia. Acara ini juga menghadirkan pameran batik, kerajinan tangan, busana, dan produk unggulan Tanah Air.

Salah satu penampilan utama akan disuguhkan oleh EOAN Group School of Performing Arts, kelompok seni asal Cape Town yang dipimpin oleh seorang alumni program beasiswa Indonesia.
Kelompok tersebut akan membawakan tarian tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia, antara lain Aceh, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa, dan Makassar.
Keterlibatan seniman Afrika Selatan dalam membawakan tarian Nusantara menjadi wujud kolaborasi lintas budaya. Pertunjukan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan dan apresiasi masyarakat setempat terhadap seni tradisional Indonesia.
Baca juga : KJRI Cape Town Fasilitasi Ekspansi Produk iCLEAN ke Pasar Afrika
Selain pertunjukan budaya Indonesia, panggung Indonesian Folk Market akan diramaikan oleh Cape Town Minstrels dan musisi marimba yang merupakan bagian dari kekayaan tradisi seni masyarakat Afrika Selatan.
Kehadiran seniman lokal menjadi salah satu keistimewaan penyelenggaraan tahun ini. Indonesian Folk Market tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan budaya Indonesia, tetapi juga ruang pertemuan bagi masyarakat kedua negara untuk saling mengenal.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa diplomasi kebudayaan tidak sebatas memperkenalkan identitas nasional. Seni dan budaya juga dapat menjadi sarana membangun komunikasi, saling pengertian, serta persahabatan antarbangsa.
Salah satu atraksi menarik lainnya adalah pertunjukan angklung, alat musik tradisional Indonesia berbahan bambu yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan sejak 2010.
Angklung memiliki karakter unik karena setiap instrumen menghasilkan nada tertentu sehingga diperlukan kerja sama antarpemain untuk menghasilkan rangkaian musik yang harmonis.
Filosofi angklung mencerminkan nilai kebersamaan, saling menghormati, dan kerja sama di tengah keberagaman.
Dalam kegiatan ini, pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan pertunjukan angklung, tetapi juga berkesempatan mencoba memainkannya secara langsung. Partisipasi tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman budaya yang lebih dekat, interaktif, dan berkesan.
Tim KJRI Cape Town juga akan memeriahkan acara melalui permainan angklung dan hiburan musik dari band KJRI.
Melalui berbagai pertunjukan tersebut, masyarakat Afrika Selatan diharapkan dapat mengenal budaya Indonesia sekaligus merasakan nilai kebersamaan yang terkandung dalam tradisi musik Nusantara.
Promosi Kuliner dan Produk Indonesia
Selain pertunjukan seni, kuliner menjadi bagian penting dalam Indonesian Folk Market 2026. Berbagai makanan khas Indonesia akan diperkenalkan kepada pengunjung, mulai dari rendang, sate, nasi kuning, nasi uduk, bakso, mi ayam, nasi Padang, hingga ayam Taliwang.
Beragam jajanan tradisional juga akan tersedia, seperti serabi, dadar gulung, mendoan, lumpia, dan aneka gorengan khas Indonesia.
Produk olahan tempe turut menjadi bagian dari sajian kuliner melalui sejumlah kreasi, di antaranya burger tempe, sate tempe, keripik, dan makanan ringan lainnya.
Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia berbahan dasar kedelai yang difermentasi. Selain memiliki nilai gizi, produk ini juga menyimpan potensi untuk diperkenalkan dan dikembangkan di pasar internasional.
Atraksi lain yang diperkirakan menarik perhatian pengunjung adalah demonstrasi memasak nasi goreng secara langsung.
Dalam sesi tersebut, pengunjung akan diperkenalkan dengan bahan, rempah-rempah, serta teknik memasak salah satu hidangan Indonesia yang telah dikenal secara internasional. Setelah demonstrasi selesai, pengunjung juga berkesempatan mencicipi nasi goreng yang baru dimasak.
Baca juga : Restoran Indonesia Pertama Hadir Di Cape Town Perkuat Kuliner Nusantara
Promosi kuliner menjadi salah satu pendekatan diplomasi kebudayaan yang efektif. Melalui makanan, masyarakat dapat mengenal tradisi, kehidupan sehari-hari, serta keramahan suatu bangsa.
Tidak hanya makanan, Indonesian Folk Market juga akan menampilkan beragam produk Indonesia, seperti batik, kerajinan tangan, perhiasan, busana Muslim, produk kecantikan, serta produk kesehatan dan kebugaran.
Sejumlah perusahaan Indonesia, termasuk Kalbe dan Geliga, turut berpartisipasi bersama Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Johannesburg.
Kehadiran mereka diharapkan memperluas pengenalan produk Indonesia di Afrika Selatan. Dengan demikian, kegiatan promosi budaya juga dapat membuka peluang penguatan diplomasi ekonomi dan perdagangan kedua negara.
Perkuat Persahabatan Indonesia-Afrika Selatan
Semangat Celebrating Friendship yang diusung tahun ini memiliki makna penting dalam penyelenggaraan Indonesian Folk Market.
Melalui promosi kekayaan budaya Indonesia dan pelibatan seniman lokal Afrika Selatan, KJRI Cape Town berupaya menciptakan ruang kebersamaan yang inklusif sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Pendekatan tersebut juga dilandasi kedekatan sejarah panjang Indonesia dan Afrika Selatan yang telah berlangsung selama lebih dari tiga abad.
Salah satu bagian penting dari sejarah tersebut adalah kedatangan Syekh Yusuf Al-Makassari di Cape Town pada 1694. Selain itu, kiprah Tuan Guru dalam perkembangan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat Muslim Cape turut menjadi penghubung sejarah kedua bangsa.
Warisan sejarah tersebut masih dapat ditemukan dalam sejumlah tradisi dan kehidupan budaya masyarakat Cape Malay hingga saat ini.
Hubungan historis tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat persahabatan dan kerja sama Indonesia-Afrika Selatan.
Kedua negara juga memiliki kesamaan dalam menghargai keberagaman. Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika atau Unity in Diversity, sedangkan Afrika Selatan dikenal dengan sebutan Rainbow Nation yang menggambarkan keragaman budaya, bahasa, dan tradisi masyarakatnya.
Nilai-nilai tersebut menjadi landasan bagi kedua negara untuk membangun hubungan yang didasarkan pada sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
Melalui Indonesian Folk Market, semangat persahabatan diwujudkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari kolaborasi pertunjukan seni, interaksi budaya, pengalaman kuliner, hingga pertemuan langsung masyarakat kedua negara.
Dengan demikian, Celebrating Friendship bukan hanya menjadi tema acara, tetapi juga mencerminkan upaya menjadikan budaya Indonesia sebagai jembatan untuk mendekatkan masyarakat kedua negara.
Sejak 2023, KJRI Cape Town telah menyelenggarakan empat Indonesian Folk Market, terdiri atas tiga kegiatan di Cape Town dan satu di Mossel Bay.
Baca juga : Merah Putih Berkibar di Cape Town, Jejak Nusantara Tetap Terjaga
Antusiasme masyarakat Afrika Selatan terhadap kegiatan tersebut terus menunjukkan perkembangan positif. Pada penyelenggaraan 2025, Indonesian Folk Market berhasil menarik lebih dari 3.886 pengunjung.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat setempat untuk mengenal seni, budaya, kuliner, dan produk Indonesia.
Memasuki penyelenggaraan kelima pada 2026, KJRI Cape Town berharap kegiatan ini dapat melanjutkan capaian sebelumnya sekaligus memperluas jangkauan promosi budaya Indonesia.
Dalam wawancara dengan VOC, Tudiono menyampaikan bahwa diplomasi kebudayaan KJRI Cape Town diarahkan untuk meningkatkan saling pengertian, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Pengenalan budaya diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun kedekatan dan kepercayaan. Hubungan tersebut selanjutnya dapat mendukung kerja sama di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pariwisata, perdagangan, dan investasi.
Sebagai bagian dari rangkaian diplomasi kebudayaan, KJRI Cape Town juga berencana menggelar Indonesian Film Festival pada 21 November 2026.
Festival tersebut akan mengusung konsep pemutaran film di ruang terbuka di lingkungan KJRI, mulai pukul 18.00 waktu setempat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Afrika Selatan diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal Indonesia melalui karya sinema, sejarah, dan gambaran kehidupan sosial budaya masyarakatnya.
Sebelumnya, KJRI Cape Town telah menggelar pemutaran film tentang Syekh Yusuf Al-Makassari dalam rangka Kramat Festival pada April 2026. Kegiatan serupa juga dilakukan melalui pemutaran film dokumenter pada Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen KJRI Cape Town dalam memanfaatkan diplomasi kebudayaan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Afrika Selatan.
Informasi lebih lanjut mengenai Indonesian Folk Market 2026 dapat diperoleh melalui Instagram @indonesiaincapetown dan Facebook Consulate General of the Republic of Indonesia in Cape Town.
Indonesian Folk Market 2026 diharapkan tidak hanya semakin memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang menumbuhkan kedekatan, mempererat persahabatan, dan membangun kebersamaan kedua bangsa.
Melalui seni, budaya, dan kuliner, Indonesia mengajak masyarakat Afrika Selatan merayakan persahabatan, menghargai keberagaman, serta membangun jembatan kerja sama menuju masa depan bersama yang lebih cerah dan sejahtera.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya