Dark/Light Mode

Serangan Siber Guncang 9 Negara Eropa

Freezer Supermarket Dibobol, Rantai Stok Pangan Terancam

Rabu, 4 November 2026 06:10 WIB
Para staf supermarket ICA Kvantum di Sjobo, Swedia, sibuk mengosongkan barang-barang beku untuk dimasukkan ke dalam keranjang belanja, lalu dibuang, pascaserangan siber yang menyebabkan suhu udara di lemari pendingin naik menjadi 50 derajat Celcius pada 2 November 2026. Foto: Johan Nilsson/TT News Agency via Reuters
Para staf supermarket ICA Kvantum di Sjobo, Swedia, sibuk mengosongkan barang-barang beku untuk dimasukkan ke dalam keranjang belanja, lalu dibuang, pascaserangan siber yang menyebabkan suhu udara di lemari pendingin naik menjadi 50 derajat Celcius pada 2 November 2026. Foto: Johan Nilsson/TT News Agency via Reuters

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah supermarket di sembilan negara Eropa mendapat serangan siber yang menyasar lemari pendingin mereka. Insiden yang terjadi pada Senin dini hari (2/11/2026) itu, menyebabkan suhu freezer meningkat hingga 50 derajat Celcius.

Pembobolan terjadi sekitar pukul 2 pagi dan membuat hampir semua supermarket yang disasar mengalami kerugian cukup besar. Mereka harus membuang makanan beku seperti aneka daging.

Gangguan ini melanda beberapa supermarket di Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, serta Swedia.

Uni Eropa menilai, rentetan insiden tersebut bukan sekadar gangguan teknis biasa. Ada dugaan serangan yang sengaja menargetkan sistem rantai pasokan pangan untuk mengganggu distribusi dan merusak kepercayaan masyarakat.

Komisaris Uni Eropa untuk Bidang Pangan dan Pertanian Christophe Hansen mengatakan, pihaknya menanggapi kejadian tersebut dengan sangat serius.

“Ini upaya sengaja untuk mengganggu rantai pasokan pangan kita dan merusak kepercayaan konsumen. Peringatan yang harus kita tanggapi dengan serius,” ujar Hansen dikutip dari Reuters.

Serangan ini terjadi sekitar tiga pekan setelah insiden serupa melumpuhkan sistem pendingin sejumlah supermarket di Prancis. Saat itu, ratusan gerai dilaporkan harus membuang stok makanan karena tidak lagi tersimpan pada suhu yang aman.

Hingga kini, belum ada kelompok atau pihak yang mengaku bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut.

Belgia menjadi salah satu negara yang mengalami dampak paling parah. Puluhan gerai dari berbagai jaringan supermarket melaporkan gangguan pada sistem pendingin mereka.

Baca juga : Sherina Munaf Self-Love, Rawat Kesehatan Tubuh

Carrefour Belgia, misalnya, mencatat sekitar 15 gerai dari total 700 gerainya mengalami masalah. Juru Bicara Carrefour Mich Vergauwen memastikan, gangguan itu serangan siber.

“Ini serangan siber, tidak ada kemungkinan lain,” tegasnya.

Selain Carrefour, gerai Ikea di Mons juga terdampak. Serangan menyebabkan suhu di dalam freezer meningkat, sehingga mengancam kondisi bahan makanan yang disimpan.

Jaringan supermarket Delhaize, Colruyt dan Intermarche turut melaporkan gangguan serupa. Bahkan, empat gerai Delhaize di Luksemburg juga mengalami masalah pada sistem pendinginnya.

Perusahaan penyedia sistem pendingin asal Belgia, Sabcobel, mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya sudah mulai mengamankan instalasi setelah serangan di Prancis pada Oktober 2026. Namun, sejumlah sistem belum sempat diperbarui, sehingga masih rentan terhadap serangan berikutnya.

Dampak serangan juga ditemukan di sejumlah wilayah Italia. Sedikitnya empat supermarket di Sisilia dan satu tempat usaha di Tuscany mengalami gangguan sistem pendingin.

Pemerintah Italia segera menggelar rapat bersama badan intelijen pada Selasa (3/11/2026) untuk membahas keamanan siber.

Di Irlandia, perusahaan ritel Musgrave melaporkan 13 gerai SuperValu terdampak. Sementara di Portugal, grup Mosqueteiros mengonfirmasi gangguan pada tujuh gerai Intermarche.

Menurut perusahaan tersebut, serangan diduga menyasar penyedia layanan eksternal yang bertanggung jawab mengelola sistem pendingin.

Baca juga : Pemerintah Tak Akan Ekspor Listrik

Sejumlah toko kelontong di Belanda juga mengalami gangguan serupa.

Di Swedia, jaringan supermarket Coop mengonfirmasi enam dari sekitar 800 gerainya terdampak serangan siber.

Juru Bicara Coop Carlos Cancino mengatakan, gangguan telah berhasil diatasi, sehingga lemari pendingin dan freezer kembali berfungsi normal.

Dia juga mengungkapkan bahwa gerai yang terdampak menggunakan jaringan seluler 4G untuk menghubungkan sistem pendingin.

Kondisi tersebut diduga membuat perangkat lebih rentan terhadap serangan dibandingkan sistem yang lebih baru.

Jaringan ritel Swedia, Ica, juga melaporkan gangguan pada sejumlah gerainya. Sistem pendingin di toko-toko tersebut terhubung dengan layanan kendali eksternal milik perusahaan Denmark, Danfoss.

Perusahaan tersebut sebelumnya juga menjadi target serangan siber yang menyasar peritel di Prancis pada 12 Oktober 2026.

Sementara di Finlandia, beberapa toko kelontong milik grup Kesko mendeteksi suhu pendingin yang tidak normal. Perusahaan masih menyelidiki penyebab gangguan tersebut dan belum menutup kemungkinan adanya serangan melalui jaringan.

Spesialis keamanan informasi dari Pusat Keamanan Siber Nasional Finlandia, Roni Kokkola, mengatakan, penyebaran serangan dari Prancis ke negara lain sebenarnya sudah diperkirakan.

Baca juga : Strategi Hilirisasi Mulai Terasa Hasilnya

Menurutnya, eksploitasi terhadap berbagai celah keamanan sistem kini semakin sering terjadi dengan metode yang lebih cepat dan aktif.

Kasus yang cukup ekstrem dilaporkan di Estonia. Lembaga penyiaran publik ERR mengatakan, setidaknya satu supermarket mengalami serangan yang membuat suhu unit pendingin melonjak hingga 50 derajat Celsius.

Direktur Kitman Coldtech Jann Mutso mengatakan, perangkat yang menjadi sasaran merupakan model lama buatan Danfoss. Sistem tersebut serupa dengan perangkat yang sebelumnya terdampak serangan di Prancis.

Rentetan kejadian di sembilan negara ini memperlihatkan bagaimana gangguan terhadap sistem kendali pendingin dapat berdampak langsung pada operasional supermarket dan keamanan persediaan pangan.

Media-media lokal Irlandia juga melaporkan, 13 supermarket SuperValu terdampak peristiwa serupa.

“Insiden ini terbatas pada model pendingin tertentu. Sistem pengawas kami memberi peringatan mengenai ini dan kami langsung mengambil tindakan,” bunyi pernyataan pihak supermarket SuperValu. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 4 November 2026 dengan judul "Serangan Siber Guncang 9 Negara Eropa Freezer Supermarket Dibobol, Rantai Stok Pangan Terancam"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.