Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Media massa dan media sosial ramai memberitakan kejadian seorang bayi di Surabaya yang belum berumur sebulan yang diduga diberi makan telor mentah.
Kejadian ini kembali menunjukkan bahwa masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pembangunan rumah sakit saja, atau melengkapi alat canggih saja, atau menyediakan dokter spesialis saja.
Prinsip promotif preventif benar-benar harus jadi prioritas program kesehatan bangsa, tentu bersama dengan kegiatan kuratif rehabilitatif.
Setidaknya ada lima hal agar kita dapat melakukan kegiatan promotif dengan baik, untuk terjaminnya literasi kesehatan warga bangsa.
Baca juga : Kesehatan Dimulai dari Hal yang Sering Tidak Kita Sadari
Pertama adalah program penyuluhan kesehatan yang terstruktur dan terprogram secara baik, di semua lapisan masyarakat dan dengan berbagai media komunikasi yang tersedia.
Juga harus ada pengawasan yang baik, jangan sampai ada program kesehatan yang bersponsor dan memberi kesan bahwa seakan-akan semua masalah selesai dengan suatu metode saja.
Kedua adalah tentang ketersediaan tenaga yang mumpuni melakukan penyuluhan kesehatan. Sebagai ilustrasi saja, dokter spesialis bertaraf internasional tentu penting, tetapi petugas penyuluh kesehatan masyarakat di lapangan juga sama pentingnya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kesehatan.
Ketiga adalah upaya agar pengetahuan kesehatan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kegiatan di sekolah serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, tentu dengan muatan yang benar sesuai bukti ilmiah yang pasti. Untuk ini perlu dilibatkan pula ahli sosial dan pihak terkait.
Baca juga : Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini
Keempat, kegiatan di Klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit juga perlu memberi porsi yang cukup besar untuk kegiatan penyuluhan kesehatan, baik secara spesifik maupun sebagai bagian langsung ketika menangani pasien.
Kelima, para petugas kesehatan tentu juga akan baik kalau berperan aktif untuk menyampaikan informasi kesehatan yang benar pada masyarakat. Saya sendiri misalnya, walaupun memang tidak punya tukas khusus secara resmi, memang cukup sering menulis di media massa, atau mengirimkan rilis ke media, atau menjawab pertanyaan media, atau bicara di radio dan TV.
Semua saya lakukan sebagai bagian dari upaya ikut serta meningkatkan literasi kesehatan pada masyarakat kita.
Semoga upaya promotif dan terwujudnya literasi kesehatan menjadi prioritas penting dalam program kesehatan kita.
Baca juga : Kebijakan Rekrutmen Dosen Berkualifikasi Doktoral Luar Negeri: Akselerasi Kualit
Prof Tjandra Yoga Aditama.
Direktur Pscasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University.
Sudah 46 tahun sebagai Dokter, sejak 1980 lulus FKUI
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya