Dark/Light Mode

Go Healthy with Taiwan 2026 Pilih 20 Inovator dari 62 Negara

Selasa, 29 September 2026 10:00 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 20 inovator dari 16 negara terpilih sebagai semifinalis Go Healthy with Taiwan 2026, setelah kompetisi proposal global tersebut mencatat rekor 832 proposal dari 62 negara.

Para peserta menawarkan beragam solusi untuk menjawab tantangan kesehatan dan aktivitas fisik melalui pemanfaatan teknologi.

Kampanye global yang mengusung tema kesehatan dan inovasi ini diselenggarakan International Trade Administration (TITA), Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan, dan dilaksanakan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA).

Jumlah proposal tahun ini meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang menerima 638 proposal dari 55 negara.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat inovator dari berbagai negara untuk bekerja sama dengan perusahaan teknologi kesehatan dan olahraga Taiwan.

Ke-20 semifinalis berasal dari Australia, Brasil, Kanada, Etiopia, Prancis, India, Israel, Jepang, Malawi, Selandia Baru, Filipina, Polandia, Spanyol, Tunisia, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Para semifinalis terbagi dalam dua bidang utama, yakni Layanan Kesehatan Cerdas (Smart Healthcare) dan Teknologi Olahraga dan Bersepeda (Sport Tech & Cycling).

Sebanyak 11 proyek masuk kategori Smart Healthcare, meliputi alat skrining atau pemeriksaan awal berbasis kecerdasan buatan (AI), pemantauan pasien jarak jauh, hingga peningkatan kualitas peralatan klinik.

Sementara itu, sembilan proyek lainnya berada dalam kategori Sport Tech & Cycling, dengan fokus pada pencegahan cedera, rehabilitasi, latihan fisik bagi lanjut usia, serta peningkatan keselamatan bersepeda.

Baca juga : Indonesia Tuan Rumah IAWP 2026, 450 Polwan Dari 43 Negara Berkumpul Di Bali

Dari sisi latar belakang peserta, sekitar 70 persen semifinalis merupakan perusahaan yang produknya telah dipasarkan.

Peserta lainnya berasal dari organisasi nonpemerintah, instansi pemerintah, dan perguruan tinggi yang bekerja langsung dengan pasien serta masyarakat.

Dari skala usaha, perusahaan kecil dan menengah mencakup 45 persen peserta, sedangkan sisanya merupakan perusahaan besar.

Beragam teknologi yang dikembangkan para semifinalis memiliki empat tujuan utama, yakni mendeteksi penyakit lebih dini, menghadirkan layanan kesehatan yang terjangkau di daerah perdesaan dan wilayah yang masih kekurangan layanan, membantu masyarakat bergerak dengan aman, serta mendukung kemandirian lanjut usia.

Untuk deteksi penyakit lebih dini, antara lain terdapat Horus ML S.L. dari Spanyol yang mengembangkan teknologi AI untuk skrining risiko penyakit jantung.

Masima: Macunaima Solucoes Em Imagens Medicas Ltda dari Brasil mengembangkan analisis kuantitatif citra CT dan MRI otak berbasis AI melalui platform kesehatan digital Taiwan.

Sementara Myant dari Kanada mengembangkan pakaian pintar yang dapat memantau tanda-tanda vital tubuh secara terus-menerus.

Neodocs dari India memanfaatkan ponsel pintar untuk membaca strip tes urine sebagai skrining penyakit ginjal dalam waktu 30 detik.

Adapun Skin Scan Sp. Z O.O. dari Polandia mengembangkan teknologi AI untuk skrining lesi atau kelainan pada kulit.

Baca juga : Perluas Layanan Finansial, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026

Untuk menghadirkan layanan kesehatan yang terjangkau di daerah perdesaan dan wilayah yang masih kekurangan layanan, Cardiac Centre Ethiopia dari The Children's Heart Fund of Ethiopia mengembangkan sistem pendukung keputusan klinis untuk penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit tidak menular di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Sistem tersebut dirancang tetap dapat digunakan tanpa koneksi internet. Municipal Non-Profit Enterprise "Central City Clinical Hospital of Ivano-Frankivsk City Council" dari Ukraina membangun kembali ruang operasi berstandar tinggi dengan menggunakan peralatan Taiwan.

PragmaClin Research Inc. dari Kanada menggunakan kamera tiga dimensi (3D) dan AI untuk mengukur gejala penyakit Parkinson, sehingga pasien di daerah perdesaan dapat memperoleh layanan penilaian kondisi.

Sementara itu, The word for the world in Malawi menggunakan sensor air berbasis Internet of Things (IoT) dan sistem hidroponik untuk memastikan ketersediaan air minum yang aman serta mengatasi kekurangan gizi pada anak.

Warux Health Ltda dari Brasil mengintegrasikan teknologi AI Taiwan untuk pemantauan tanda-tanda vital tanpa kontak fisik ke dalam layanan kesehatan melalui WhatsApp.

Pada kategori membantu masyarakat bergerak dengan aman dan mencegah cedera, ASENSEI Inc. dari Amerika Serikat menyediakan analisis gerakan secara langsung saat aktivitas berlangsung untuk pusat kebugaran dan pelatih kebugaran.

Be Bike dari Brasil memasang sensor pintar pada sepeda listrik pengantar barang untuk mengurangi waktu kendaraan tidak dapat digunakan dan menekan kelelahan pengendara.

Espace Vélo dari Tunisia menggunakan Edge AI, yakni kecerdasan buatan yang memproses data langsung pada perangkat, dalam platform mobilitas pintar yang mendukung kesehatan. INSEP - Institut National du Sport, de l'Expertise et de la Performance dari Prancis mengembangkan platform pencegahan cedera bagi atlet.

Sedangkan OfficeMax New Zealand menyediakan paket mobilitas listrik pintar bagi perusahaan untuk mendukung perjalanan karyawan dari dan ke tempat kerja yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesehatan karyawan. Adapun dalam kategori membantu lanjut usia tetap aktif dan mandiri, E.Tel Communications Pty Ltd dari Australia mengembangkan teknologi untuk mendeteksi ketika orang dengan demensia berjalan tanpa arah.

Baca juga : Rekor, IFF 2026 Sedot Pengunjung Dari 43 Negara

EnduCloud/Tomer Geminder dari Israel menyusun rekomendasi latihan fisik yang disesuaikan bagi lanjut usia.

Sakai Medical Co., Ltd. dari Jepang memanfaatkan peralatan Taiwan untuk membantu lanjut usia menjalani kehidupan secara mandiri.

Symbio Assistech Pvt LTD dari India mengembangkan kursi roda lipat berukuran ringkas yang dapat dimasukkan ke kabin pesawat dengan menggunakan komponen presisi dari Taiwan.

Sementara itu, UST Technovation Society dari Filipina mengembangkan sepeda listrik pintar dan alat latihan dengan pemantauan biometrik atau pengukuran kondisi tubuh untuk mendukung rehabilitasi penyakit jantung dan penyakit kronis.

Setiap proposal dikembangkan dengan memanfaatkan produk dan teknologi Taiwan. Dengan demikian, gagasan yang diajukan memiliki arah pengembangan mulai dari tahap purwarupa hingga penerapan secara luas dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, ke-20 tim semifinalis akan mendapatkan pendampingan secara individual dari para pakar industri untuk menyempurnakan proposal mereka.

Enam tim finalis dijadwalkan diumumkan pada awal November. Mereka akan diundang ke Taiwan untuk mempresentasikan proposal secara langsung.

Dari tahap tersebut, tiga tim akan dipilih sebagai pemenang. Masing-masing pemenang akan menerima hadiah sebesar 30.000 dolar AS. Informasi lengkap mengenai 20 proposal terpilih tersedia melalui situs resmi Go Healthy with Taiwan 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.