Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
dr. Incognito Bongkar Modus Penipuan Skincare, Catut Wajah Dokter Pakai AI
Sabtu, 31 Oktober 2026 08:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin mudah dimanfaatkan untuk memanipulasi identitas seseorang.
Bahkan, wajah dan nama dokter dicatut tanpa izin untuk mempromosikan produk kecantikan yang berpotensi membahayakan konsumen.
Pengalaman tersebut dialami dokter sekaligus skincare content creator, dr. Abelina Dini Fitria, Dipl. AAAM, MM, MARS, yang dikenal dengan nama dr. Incognito.
Wajahnya digunakan dalam konten berbasis AI tanpa persetujuannya. Bahkan, ada pihak yang mencatut nama lengkap beserta gelar profesinya untuk kepentingan komersial.
Ia mengaku prihatin karena identitas profesional yang dibangun selama bertahun-tahun justru dimanfaatkan pihak lain untuk menjual produk yang mengandung bahan berbahaya.
"Wajahku kan dicuri, nggak ada izin, nggak ada apa-apa, tiba-tiba diambil paksa. Yang paling parah yang pakai namaku dan pakai gelarku juga, itu namanya mencuri identitas dan kredibilitasku. Paling sedihnya, pencurian tersebut dipakai untuk jualan bahan berbahaya," ujarnya.
dr. Incognito menjelaskan, bentuk penyalahgunaan identitas yang ditemukannya beragam.
Ada konten yang menggunakan wajahnya, tetapi mencantumkan nama orang lain. Namun, ada pula konten yang menggunakan wajah, nama, sekaligus gelar profesinya.
Baca juga : Ayo Cairkan Bansos Tunai
Menurutnya, pencatutan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar, terutama terhadap reputasi dan kepercayaan masyarakat yang selama ini dibangun sebagai tenaga medis.
Di satu sisi, pihak yang menggunakan identitas tanpa izin dapat mengambil keuntungan dari aktivitas penjualan.
Sementara itu, korban harus menanggung dampak buruk terhadap kredibilitas profesionalnya. Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika wajah seorang dokter digunakan untuk menawarkan bahan atau produk berbahaya.
Konsumen yang tidak mengetahui adanya manipulasi bisa saja menganggap promosi tersebut benar-benar berasal dari dokter yang bersangkutan.
Menghadapi pencurian identitas berbasis AI, dr. Incognito mengaku belum menemukan langkah perlindungan yang benar-benar efektif.
Ia pernah mendapat saran untuk melakukan verifikasi wajah. Namun, muncul kekhawatiran bahwa proses pemindaian justru berpotensi memberikan akses tambahan terhadap data visual yang dapat disalahgunakan.
"Bukannya kalau aku scan wajahku jadinya malah makin mudah buat orang nyuri mukaku lewat AI? Jadi sekarang aku mengandalkan kredibilitas, AI kan nggak bisa ada lisensi, gelar dan sebagainya," jelasnya.
Untuk menjaga kepercayaan audiens, ia memilih memperkuat kredibilitas profesional yang dimiliki.
Baca juga : dr. Incognito Ingatkan Dampak Karhutla Berulang Terhadap Kesehatan & Ekosistem
Menurutnya, lisensi, gelar, dan rekam jejak menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan masyarakat ketika menerima informasi kesehatan maupun kecantikan dari seseorang yang mengaku sebagai dokter.
Selain itu, ia berupaya menampilkan sisi kemanusiaan dalam kontennya. Hal tersebut dilakukan melalui ekspresi empati, menunjukkan ketidaksempurnaan, mengubah sudut pengambilan gambar, hingga menghadirkan penyajian yang tidak mudah ditebak atau unpredictable.
Strategi tersebut menjadi salah satu upayanya mempertahankan karakter personal di tengah perkembangan teknologi pembuat konten digital.
Sebelum dikenal sebagai dr. Incognito, dr. Abelina Dini Fitria telah aktif di dunia skincare dan fashion sejak masih bersekolah.
Ia mulai menghadiri berbagai acara sejak 2011. Aktivitas tersebut kemudian mulai menghasilkan pendapatan pada 2014, hingga akhirnya memperoleh penghasilan stabil sebagai kreator konten pada 2017.
Di balik nama dr. Incognito, terdapat alasan personal yang berkaitan dengan pengalamannya saat menyampaikan informasi kepada publik.
Ia merasa pembahasan mengenai ilmu yang dibagikan kerap teralihkan oleh latar belakang maupun penampilan fisiknya.
Karena itu, ia ingin lebih dikenal dan dihargai berdasarkan pengetahuan serta informasi yang disampaikan, bukan semata-mata identitas atau penampilannya.
Baca juga : Promotor Konser Bocelli Galang Donasi 100 Ribu Sepatu untuk Anak-anak Terdampak Perang
"Incognito artinya penyamaran. Agak aneh karena dokter itu harus transparan sedangkan incognito itu shady. Inspirasinya Johan Liebert dari anime Monster," ungkapnya.
Menanggapi maraknya konten AI yang menyerupai tenaga kesehatan, dr. Incognito mengingatkan masyarakat agar membiasakan diri mengamati dan membandingkan konten buatan AI dengan konten asli.
Menurutnya, pengalaman mengenali kedua jenis konten tersebut dapat membantu publik membedakan sosok asli dengan hasil manipulasi teknologi.
Imbauan ini penting karena penggunaan wajah atau nama dokter dalam iklan digital tidak otomatis membuktikan bahwa tenaga medis tersebut benar-benar memberikan rekomendasi terhadap produk yang dipromosikan.
Masyarakat perlu memeriksa sumber informasi melalui akun resmi, memastikan identitas tenaga kesehatan, serta tidak mudah percaya pada klaim produk yang hanya mengandalkan foto atau video seseorang yang dikenal.
Pengalaman dr. Incognito menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi AI perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital.
Selain melindungi identitas pribadi, kewaspadaan masyarakat juga diperlukan agar tidak terjebak promosi produk kecantikan maupun kesehatan yang mencatut nama tenaga medis tanpa izin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya