Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hunian Tinggal Puing Pasca Dilalap Si Jago Merah
Warga Kebayoran Butuh Bantuan Bangun Rumah
Jumat, 25 September 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rumah korban amukan si Jago Merah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ludes terbakar, hanya menyisakan puing. Sebagian dari mereka masih tinggal di pengungsian dan berharap mendapatkan bantuan untuk kembali membangun tempat tinggal.
Garis polisi masih membentang di kawasan Jalan Teuku Nyak Arif, RW 01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Di balik garis kuning itu, 18 rumah dan 4 tempat usaha yang berdiri di atas lahan sekitar 1.205 meter persegi, sudah berubah menjadi puing.
Kayu-kayu hangus berserakan. Tembok bangunan menghitam. Tak ada lagi aktivitas warga seperti sebelum kebakaran. Yang tersisa hanya bekas amukan api dan kenangan tempat tinggal yang kini hilang.
Kebakaran pada Selasa (22/9/2026), sekitar pukul 20.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) itu, berdampak terhadap sekitar 150 warga. Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat.
Baca juga : Italia Vs Belgia, Azzurri Incar Start Manis
Sekitar 40 warga lainnya bertahan di tenda pengungsian yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta di halaman Pos RW 01, persis di seberang Stasiun Kebayoran Lama.
Sebuah tenda besar berwarna oranye menjadi tempat bernaung sementara. Dua toilet portabel disiapkan untuk kebutuhan pengungsi. Bantuan pun berdatangan, antara lain dari BPBD DKI Jakarta, Badan Amil Zakat, Infak dan Sedekah/Badan Amil Zakat Nasional (Bazis/Baznas) DKI Jakarta, Dinas Sosial DKI Jakarta dan Polres Jakarta Selatan.
Bagi para korban, bantuan tersebut sangat berarti. Setidaknya, kebutuhan makan, minum, pakaian dan kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat, bisa terpenuhi. Namun, ada kebutuhan yang lebih besar yang mulai dipikirkan para korban: tempat tinggal.
Salah satunya Fitri, 46 tahun, warga yang akrab disapa Mamah Bintang. Saat kebakaran terjadi, Fitri baru saja pulang. Anaknya pun sedang sakit. Namun, bukannya bisa beristirahat, dia justru mendapati kobaran api.
Panik langsung menyergap. “Saya panik dan menangis, lalu buru-buru menyuruh orang di rumah keluar untuk menyelamatkan diri,” ujar Fitri, Rabu (23/9/2026), saat ditemui di tenda pengungsian.
Baca juga : Evaluasi GP Austria, Ducati Loyo Di Tikungan
Dalam situasi genting itu, Fitri sempat mengambil kembali tas yang sebelumnya dibawanya. Setelah itu, dia bersama keluarganya keluar dari rumah. Tak ada barang berharga yang sempat diselamatkan. Rumah dan seluruh harta benda miliknya ludes dilalap api.
Meski begitu, Fitri masih bersyukur. Tidak ada anggota keluarganya maupun warga sekitar yang menjadi korban jiwa. “Alhamdulillah semuanya selamat,” katanya.
Kini, kehidupan Fitri berubah total. Tidak ada lagi rumah untuk pulang. Tidak ada tempat tidur, perabotan, maupun barang-barang yang selama ini digunakan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. “Sudah tidak punya apa-apa,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Untuk kebutuhan sehari-hari, menurut Fitri, bantuan yang berdatangan sudah sangat membantu. Makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya tercukupi. “Alhamdulillah,” ujar Sekretaris RT 06, RW 01, Kebayoran Lama Utara ini.
Tetapi, bantuan darurat tidak bisa menjadi solusi untuk selamanya. Fitri mulai memikirkan hari ketika masa pengungsian berakhir. Ke mana warga harus pulang jika rumah mereka sudah tidak ada? “Kami tidak mungkin selamanya tinggal di pengungsian atau posko,” curhatnya.
Baca juga : Semua Partai Cegah Capres Tunggal
Karena itu, dia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para dermawan dan pihak-pihak yang peduli, dapat membantu membangun kembali rumah warga yang terbakar. “Kami butuh orang-orang baik yang mau membantu memperbaiki rumah kami,” ujarnya.
Harapan itu begitu besar bagi Fitri dan warga lainnya, karena kawasan tersebut bukan sekadar tempat tinggal. Mereka sudah hidup di sana sejak kecil. “Saya lahir dan besar di situ,” ceritanya.
Dia berharap, Pemerintah dan para dermawan, selain membantu warga melewati masa darurat, juga ikut memulihkan kehidupan mereka. “Kami butuh tempat tinggal, tempat berteduh, tidak kehujanan dan tidak kepanasan. Itu harapan saya,” tuturnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya