Dark/Light Mode

Bank Jakarta-PT SMI Kucurkan 2,11 Triliun Untuk 7 Proyek Infrastruktur Jakarta

Sabtu, 26 September 2026 10:56 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/9/2029). Foto: Bank Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/9/2029). Foto: Bank Jakarta

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyiapkan pembiayaan sindikasi sebesar Rp 2,11 triliun untuk mendukung pembangunan tujuh proyek infrastruktur prioritas di DKI Jakarta.

Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan Ibu Kota, mulai dari peningkatan konektivitas dan penyediaan hunian layak hingga penguatan infrastruktur pengendalian banjir.

Dari total pembiayaan Rp 2,11 triliun, Bank Jakarta menyediakan dana sebesar Rp 1 triliun, sedangkan PT SMI memberikan dukungan maksimal sebesar Rp 1,11 triliun.

Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antara lembaga pembiayaan pemerintah dan bank pembangunan daerah (BPD) dalam memperkuat alternatif pendanaan untuk pembangunan infrastruktur Jakarta.

Perjanjian pembiayaan tersebut ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/9/2029).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembiayaan sindikasi tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat pendanaan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Baca juga : Jalur Khusus Sepeda Tetap Dipertahankan

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” kata Pramono.

Pembangunan tersebut mencakup peningkatan konektivitas, penyediaan hunian layak, hingga penguatan sistem pengendalian banjir di Jakarta. Pembiayaan sindikasi Rp2,11 triliun tersebut mencakup tujuh kegiatan infrastruktur prioritas di DKI Jakarta.

Proyek pertama adalah pembangunan Flyover Latumeten. Selanjutnya terdapat Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, dan Rumah Susun Rorotan IX Tahap I. Pembiayaan juga mencakup pembangunan waduk, situ, dan embung; polder dan kolam retensi; serta tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.

Pembangunan Flyover Latumeten ditujukan untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendukung keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, pembangunan rumah susun diharapkan dapat menambah ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Adapun pembangunan waduk, situ, embung, polder, kolam retensi, serta tanggul dan pengendali banjir pesisir diarahkan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir Jakarta. Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat mendukung ketahanan Jakarta dalam menghadapi risiko bencana serta dampak perubahan iklim.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, kolaborasi dengan PT SMI merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan Jakarta menuju kota global.

Baca juga : Kalijodo Segera Dipermak Jadi Ruang Publik Nyaman

“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujar Agus.

Sebagai bank pembangunan daerah milik Pemprov DKI Jakarta, Agus menegaskan Bank Jakarta berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Ke depan, Bank Jakarta juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif, hati-hati, dan berkelanjutan.

“Kami meyakini, dukungan pembiayaan yang tepat pada sektor prioritas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing sebagai kota global,” katanya.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, pembangunan infrastruktur daerah membutuhkan dukungan pendanaan yang inovatif dan kolaboratif.

“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Reynaldi.

Baca juga : Pemprov DKI Janji Nggak Gusur Jalur Sepeda Jakarta

Reynaldi menjelaskan, kolaborasi dengan Bank Jakarta diharapkan dapat menjadi salah satu model pembiayaan kreatif yang dapat diterapkan di daerah lain. Penerapan skema tersebut nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan kapasitas keuangan masing-masing pemerintah daerah.

Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,19 triliun. Sementara itu, outstanding pembiayaan tercatat sebesar Rp13,67 triliun.

Dukungan tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Keuangan untuk mendorong pembiayaan kreatif sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. Melalui pembiayaan sindikasi dengan Bank Jakarta, PT SMI turut mendukung pendanaan tujuh proyek infrastruktur prioritas di DKI Jakarta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.