Dark/Light Mode

Polda Metro Bongkar Sindikat Fake BTS Penyebar SMS Palsu di Rute MRT

Jumat, 2 Oktober 2026 18:42 WIB
Polda Metro Jaya membongkar sindikat penyebar SMS palsu memakai Fake BTS di rute MRT Bundaran HI-Blok M. Polisi menangkap lima tersangka.
Polda Metro Jaya membongkar sindikat penyebar SMS palsu memakai Fake BTS di rute MRT Bundaran HI-Blok M. Polisi menangkap lima tersangka.

RM.id  Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya membongkar praktik penyebaran SMS palsu atau fake SMS yang dilakukan menggunakan perangkat Fake BTS di sepanjang rute MRT Jakarta, mulai dari kawasan Bundaran HI hingga Blok M, Jakarta Selatan.

Kasubdit 4 Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang menerima SMS mencurigakan.

Pesan tersebut mengatasnamakan sejumlah pihak, mulai dari gerai coffee shop, provider telekomunikasi, hingga perbankan.

Dalam SMS tersebut, penerima diarahkan untuk mengklik sebuah tautan. Link itu kemudian membawa korban menuju situs palsu yang dibuat menyerupai situs resmi.

Baca juga : Polda Metro Jaya Bagikan 200 Paket Bantuan untuk Pengemudi Ojol

Polisi menduga tautan tersebut digunakan untuk menjalankan aksi phishing. “Cara bekerja tersangka menyebarkan link phishing tersebut adalah dengan menggunakan alat blasting atau alat Fake BTS,” kata Grawas.

Menurut dia, Fake BTS merupakan perangkat yang mensimulasikan spektrum frekuensi GSM pada telepon seluler di sekitar lokasi alat.

Dengan demikian, perangkat tersebut dapat bekerja layaknya BTS asli dan mengirimkan SMS ke ponsel yang berada dalam jangkauannya.

Pengungkapan kasus bermula pada 31 Juli 2024. Saat itu, tim penyidik menemukan mobil berwarna silver dengan nomor polisi B 2755 XXX yang berjalan lambat dan berulang kali melintas di sekitar rute Bundaran HI hingga Blok M.

Baca juga : 2.820 Personel Dikerahkan, Polda Metro Kawal Laga Vietnam Vs Pakistan Di GBK

Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan perangkat Fake BTS yang dioperasikan tersangka GM selaku pengemudi.

Dari GM, penyidik kemudian mengembangkan kasus hingga menangkap NL yang berperan mencari mobil dan pengemudi. Polisi selanjutnya menangkap AGW yang diketahui menggaji NL dan GM.

Hasil penyelidikan digital forensik juga mengungkap keterlibatan JYI sebagai teknisi pemasang perangkat Fake BTS serta AD yang mengatur isi dan jumlah SMS yang akan disebarkan.

Dalam kasus ini, polisi menyita satu unit mobil silver B 2755 XXX serta rangkaian perangkat Fake BTS yang terdiri dari aki, amplifier, power supply, dan perangkat utama Fake BTS.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Jumat 2 Oktober, Hadir di 5 Lokasi

Polisi juga menyita lima telepon seluler dari para tersangka, berikut buku rekening dan kartu ATM yang digunakan untuk menerima maupun mendukung operasional aksi tersebut.

“Perkara ini masih kami kembangkan dan selanjutnya akan kami dalami keterkaitan serta peran-peran tersangka lainnya,” ujar Grawas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.