Dark/Light Mode

Ujian Tak Lagi Hafalan

Mahasiswa MH Thamrin Adu Ide Bisnis Di Depan Pejabat Dan Praktisi

Minggu, 2 Agustus 2026 19:41 WIB
Program Studi Manajemen Universitas MH Thamrin (UMHT) bersama Pentahelix Center melalui Innovation Festival (INOVEST) 2026 bertema Menguji Ide dan Nyali Generasi Gen Z di Jakarta, Minggu (2/8/2026). FOTO: UMHT
Program Studi Manajemen Universitas MH Thamrin (UMHT) bersama Pentahelix Center melalui Innovation Festival (INOVEST) 2026 bertema Menguji Ide dan Nyali Generasi Gen Z di Jakarta, Minggu (2/8/2026). FOTO: UMHT

RM.id  Rakyat Merdeka - Bagaimana jika ujian akhir kuliah tidak lagi berupa lembar soal, melainkan mahasiswa harus mempertanggungjawabkan ide bisnisnya di hadapan pejabat pemerintah, pelaku usaha, media, hingga praktisi industri?

Model itulah yang diterapkan pada Program Studi Manajemen Universitas MH Thamrin (UMHT) bersama Pentahelix Center melalui Innovation Festival (INOVEST) 2026 bertema "Menguji Ide dan Nyali Generasi Gen Z" di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

INOVEST menjadi ujian akhir semester mata kuliah Manajemen Koperasi serta Manajemen Kewirausahaan, Start Up dan Inovasi. Bedanya, mahasiswa tidak mengerjakan soal tertulis, tetapi mempresentasikan gagasan bisnis yang telah dikembangkan selama satu semester di hadapan panelis dari unsur akademisi, pemerintah, dunia usaha, media, komunitas, dan praktisi.

Pengampu mata kuliah sekaligus Ketua Pentahelix Center, Alip Purnomo mengatakan, konsep tersebut merupakan upaya mengubah paradigma evaluasi pembelajaran di perguruan tinggi.

Baca juga : Penataan Kawasan Thamrin, JPO Sarinah Kembali Dibangun

"Dunia nyata tidak pernah memberikan soal pilihan ganda. Yang diuji adalah kemampuan menganalisis persoalan, menawarkan solusi, mempresentasikan ide, dan mempertanggungjawabkannya. Karena itu, kami menguji logika, kreativitas, kepemimpinan dan kemampuan berkolaborasi, bukan sekadar hafalan," ujar Alip

Menurutnya, proses itu dimulai sejak awal perkuliahan. Pada mata kuliah Manajemen Koperasi, mahasiswa diwajibkan menjadikan koperasi di sekitar tempat tinggal sebagai laboratorium pembelajaran. Sementara pada mata kuliah kewirausahaan, mahasiswa menyusun model bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC) hingga siap diuji di hadapan praktisi.

"Mahasiswa tidak datang membawa proposal yang dibuat semalam. Mereka membawa hasil proses belajar selama satu semester yang diuji langsung oleh orang-orang yang hidup di dunia nyata," katanya

Nantinya, sebanyak 10 kelompok mahasiswa mempresentasikan inovasi dan rancangan bisnisnya di depan panelis yang terdiri dari akademisi, pemerintah, pelaku usaha, praktisi, media, hingga komedian. Penilaian tidak lagi sebatas teori, tetapi mencakup kelayakan pasar, model bisnis, strategi pemasaran, rantai pasok, aspek hukum, keberlanjutan usaha, hingga dampak sosial.

Kampus Harus Berani Cetak CEO Muda

Baca juga : Siswa Dari Keluarga Tidak Mampu Terbuka Lebar Kuliah Di Luar Negeri

Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Prof M Mufti Mubarok mengaku terkesan dengan kualitas ide yang dipresentasikan mahasiswa.

"Jangan pernah meremehkan mahasiswa. Ide-ide mereka luar biasa. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mampu menghubungkan kreativitas itu dengan dunia nyata," ujarnya.

Mufti mengaku, baru kembali dari kunjungan kerja ke Tiongkok. Ia melihat langsung bagaimana perguruan tinggi di negara tersebut mendorong mahasiswa membangun perusahaan rintisan sejak masih kuliah.

"Di sana mahasiswa sejak dini mendirikan perusahaan, membangun start up hingga memperoleh akses pembiayaan. Karena itu, banyak CEO muda lahir dari kampus. Indonesia juga punya peluang melakukan hal yang sama," katanya

Baca juga : Rencana Pemindahan Patung Jenderal Sudirman

Menurut Mufti, INOVEST menjadi contoh bagaimana kampus dapat bertransformasi menjadi ekosistem inovasi, bukan sekadar ruang belajar teori.

"Ini bukan sekadar ujian mahasiswa, tetapi eksperimen pendidikan yang sangat menarik. Jika model seperti ini dikembangkan secara konsisten, Indonesia mampu melahirkan lebih banyak entrepreneur, inovator dan CEO muda yang mampu bersaing di tingkat global," tegasnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.