Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Total Korban Jiwa Banjir Sumatera Kini 1.090, Pengungsi Berkurang 16.340 Orang
Sabtu, 20 Desember 2025 17:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, total korban meninggal dalam musibah banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) per Sabtu (20/12/2025), telah mencapai 1.090. Korban jiwa terbanyak ada di Provinsi Aceh dengan angka 472. Disusul Sumut (370) dan Sumbar (248).
Sementara korban hilang, saat ini berjumlah 186. Terbanyak ada di Sumbar, dengan angka 82. Disusul Sumut (72) dan Aceh (32).
Baca juga : Buntut Kayu Gelondongan Di Banjir Sumatera, Satu Korporasi Jadi Tersangka
Sedangkan jumlah pengungsi, totalnya mencapai 510.528. Tersebar di Aceh (483.691), Sumut (17.759), dan Sumbar (9.078).
"Pengungsi berkurang 16.340 orang. Saudara-saudara kita di daerah terdampak, ada yang sudah kembali ke rumahnya masing-masing untuk membersihkan kawasan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Sabtu (20/12/2025).
Baca juga : Menteri Arifatul Minta Tenda Pengungsian Ramah Keluarga
Total ada 147.236 rumah rusak di 52 kabupaten/kota terdampak. Kerusakan juga dialami 1.600 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung/kantor, dan 145 jembatan.
Baca juga : BNPB: Korban Jiwa Banjir Sumatera 1.053, Korban Hilang 200, Korban Luka 7.000
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya