Dark/Light Mode

Update Bencana Sumatera

1.016 Orang Meninggal, Pengungsi Terus Berkurang

Senin, 15 Desember 2025 08:00 WIB
Kapusdatin BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (14/12/2025). (Foto: YouTube/BNPB Indonesia)
Kapusdatin BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (14/12/2025). (Foto: YouTube/BNPB Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proses evakuasi terhadap korban bencana Sumatera terus dilakukan. Dalam update terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal mencapai 1.016 orang. Sementara jumlah pengungsi dari 3 provinsi : Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terus berkurang. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, per Minggu (14/12/2025), korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera bertambah 10 orang. Sehingga, total korban yang wafat mencapai 1.016 jiwa. 

“Khususnya di Aceh ada sembilan, dan satu dari Kabupaten Agam, Sumbar,” terangnya dalam konferensi pers BNPB, Minggu (14/12/ 2025), dilansir kanal YouTube BNPB Indonesia. 

Agam menjadi kabupaten dengan korban terbanyak yang mencapai 187 jiwa, kemudian Aceh Utara (162), Tapanuli Tengah (116), Tapanuli Selatan (86), Aceh Tamiang (66), Sibolga (54), Aceh Timur (52), Tapanuli Utara (36), Bireuen dan Bener Meriah (30). 

Baca juga : Dampak Bencana Sumatera Lebih Luas Dari Tsunami

Muhari juga memperbaharui data korban hilang yang mencapai 212 orang. Jumlah ini berkurang 5 orang dari Sabtu (13/12) yang mencapai 217 orang. “Kenapa tidak sinkron, kalau yang meninggalnya ada bertambah 10, harusnya yang hilang berkurang 10,” ulasnya. 

Namun, ia menjelaskan bahwa data korban hilang tidak harus dari data yang ditemukan di lapangan, tetapi juga data penambahan identifikasi dari korban yang ditemukan sebelumnya. “Kemudian dikonfirmasi ternyata bukan dari warga kabupaten A, pindah ke kabupaten B,” katanya. 

Muhari menyebut, hal semacam ini kerap ditemui di lapangan. Tujuannya, agar data yang dirangkum BNPB sesuai dengan identifikasi: by name, by address di setiap kabupaten/kota. 

Terhadap korban hilang, Muhari memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pencarian. Dalam pencarian itu, BNPB berkoordinasi dengan Basarnas. 

Baca juga : Dukung Peningkatan Pelayanan Bagi Jemaah Haji

Untuk Aceh, fokus pencarian korban hilang berada di 6 kabupaten. Sementara, di Sumatera Utara pencarian dilakukan di 3 Kabupaten. Untuk Sumatera Barat dilakukan di 4 Kabupaten. Jika dijumlahkan, ada 13 titik yang jadi fokus pencarian. 

Muhari menjelaskan, titik pencarian korban dilakukan berdasarkan laporan korban hilang. Namun di sejumlah titik Basarnas tetap melakukan pencarian meski sudah tidak ada laporan orang hilang. 

“Beberapa Kabupaten/Kota yang jumlah korban hilangnya dilaporkan sudah nihil, tapi tim Basarnas masih stand by lakukan pencarian dan pertolongan karena ada alur-alur yang bersinggungan dengan sekitarnya,” ungkapnya. 

Seiring bertambahnya korban, jumlah pengungsi justru turun. Sebagai perbandingan, pada Sabtu (13/12) jumlah pengungsi ada 654.642 orang, dan Minggu (14/12) berkurang menjadi 624.670 orang. 

Baca juga : OSO: Masuki Usia 58 Tahun, KKI Bina 9,5 Juta Anggota

Muhari mengatakan, pihaknya masih terus mengecek, apakah para pengungsi benar-benar kembali ke rumah masing-masing, atau hanya pindah dari titik pengungsian terpusat ke pengungsian mandiri. Pendataan ini penting terkait ketersediaan suplai makanan bagi pengungsi melalui dapur umum. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.