Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Arsenal Minat! Vinicius Jr Dibanderol Rp 3 Triliun
- Komisi XIII: Praktik Bisnis Berbasis HAM di Freeport Patut Dicontoh
- Julius Firdaus Haru di Konser Sole Amore, Kenang Sahabat Tercinta
- Limbah Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah Tinggi
- Manfaat Ganda PSEL: Sampah Terurai, Lapangan Kerja Tercipta
Deteksi Kualitas Tulang pada Diabetes Melitus dengan Radiografi Kedokteran Gigi
Senin, 27 Juli 2026 20:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Civitas akademika Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Radiologi Kedokteran Gigi Universitas Indonesia melakukan kegiatan pengabdian masyarakat kepada 60 warga kelompok usia lanjut yang memiliki riwayat penyakit Diabetes Melitus di Kampung Lio, RW 19, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh dr. Hendrik Alamsyah selaku perwakilan Dinas Kesehatan Depok Kota Depok, drg. Nurul Fahrini sebagai dokter gigi Puskesmas Pancoran Mas, drg. Andria Kuswadi, Sp.KG sebagai Wakil Ketua PDGI Depok, Prof. Dr. drg. Hanna B Iskandar, Sp.RKG(K), Dr. drg. Menik Priaminiarti, Sp. RKG(K), drg. Bramma Kiswanjaya, Ph. D, drg. Aloysius Putut Wijanarko, Sp.RKG, drg. Syurri Innadinna, M. Biomed., Sp. RKG, Dr. drg. Inka Saraswati, MSc, drg. Bayu Trinanda Putra, Sp. RKG dan Karno sebagai Ketua RW 19, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, serta residen Radiologi Kedokteran Gigi dan program S3 Ilmu Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta mendukung deteksi dini penurunan kualitas tulang pada pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 melalui pendekatan pemeriksaan radiografi kedokteran gigi dan edukasi kesehatan. Pasien diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan metabolisme tulang yang dapat berdampak pada penurunan kepadatan dan kualitas tulang, sehingga deteksi dini menjadi penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Sabtu 25 Juli, Hadir di 5 Lokasi
Kondisi sistemik, seperti osteoporosis dan Diabetes Mellitus Tipe II, memiliki hubungan dengan penurunan kualitas tulang, termasuk tulang alveolar di rongga mulut. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia mengalami peningkatan, yaitu sekitar 10,9 persen pada penduduk usia ≥15 tahun.
Prevalensi diabetes melitus berdasarkan pemeriksaan darah mengikuti kriteria diabetes melitus dari konsensus PERKENI yang mengadopsi kriteria American Diabetes Association (ADA). Menurut kriteria 2015, diabetes melitus ditegakkan bila kadar glukosa darah puasa (GDP) ≥ 126 mg/dL; atau glukosa darah 2 jam pasca pembebanan (GDPP) ≥ 200 mg/dL; atau glukosa darah sewaktu (GDS) ≥ 200 mg/dL dengan gejala sering lapar, sering haus, sering buang air kecil & jumlah banyak, dan berat badan turun.
Diabetes Mellitus Tipe II diketahui dapat memengaruhi metabolisme tulang dan meningkatkan risiko terjadinya penurunan densitas tulang yang dapat berkontribusi terhadap osteoporosis.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Sabtu 18 Juli, Hadir di 5 Lokasi
Secara global, diperkirakan terdapat 7 juta kasus baru setiap tahun, dan pada tahun 2030 jumlah penderita DM akan mencapai 366 juta orang. Salah satu komplikasi yang sering muncul pada penderita DM adalah periodontitis, yaitu peradangan jaringan periodontal akibat infeksi mikroba yang dimediasi oleh respons host4.
Selain itu, diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko perkembangan dan keparahan pada penyakit periodontitis serta meningkatkan risiko kehilangan gigi. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mulut pada pasien diabetes dapat meningkatkan perilaku perawatan gigi dan membantu pencegahan komplikasi penyakit pada gigi dan mulut.
Pada masyarakat di kawasan padat penduduk seperti Kampung Lio, faktor gaya hidup, pola makan, serta keterbatasan akses terhadap edukasi kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis seperti diabetes, yang secara tidak langsung juga dapat berdampak pada kesehatan tulang.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Sabtu 11 Juli, Hadir di 5 Lokasi
Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan radiografik kedokteran gigi serta penyuluhan kesehatan menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara Diabetes Mellitus Tipe II, osteoporosis, dan kesehatan tulang serta jaringan pendukung gigi.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di Kampung Lio, Depok, Departemen Radiologi Kedokteran Gigi FKG UI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. "Kami juga berharap masyarakat dapat menerapkan perilaku preventif serta memanfaatkan layanan kesehatan gigi secara lebih optimal,” jelas Prof. Hanna.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan gigi dan mulut berkaitan erat dengan kesehatan tulang secara keseluruhan. Pemeriksaan gigi bukan hanya soal gigi berlubang, tetapi juga dapat mendeteksi dini penyakit sistemik seperti diabetes melitus tipe II.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya