Dark/Light Mode

Namanya Masuk Bursa Gubernur BI, Burhanuddin: Siap Mengabdi Lagi

Jumat, 31 Juli 2026 18:04 WIB
Burhanuddin Abdullah. Dok. Ist
Burhanuddin Abdullah. Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah Perry Warjiyo memutuskan mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI), nama Burhanuddin Abdullah disebut-sebut sebagai salah satu kandidat penggantinya.

Lantas, apakah Burhanuddin siap jika diberikan amanat untuk memimpin bank sentral?

Menurutnya, apabila pemerintah memberikan amanat untuk mengabdi kepada negara, maka ia harus siap kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.

Baca juga : Digosipkan Masuk Calon Gubernur BI, Purbaya Bilang Nggak Tahu

Burhanuddin mengaku pernah menghadapi situasi serupa saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kala itu, kondisi politik dan ekonomi nasional sedang tidak stabil. Namun, karena merasa mendapat panggilan negara, ia tetap bersedia mengabdikan diri.

"Dulu saya sudah tahu betapa beratnya situasi di zaman Gus Dur. Gus Dur menunjuk saya menjadi Menko. Umur saya sebagai Menko cuma tiga bulan. Saya harus membantu melakukan sesuatu, meskipun waktunya sangat pendek. Ada hadis yang mengatakan, kalau besok kiamat dan di tangan kita ada biji kurma, tetap tanam saja. Begitu saja," ujarnya.

Burhanuddin menegaskan, apabila Presiden pada akhirnya memberikan amanat sebagai Gubernur Bank Indonesia, ia akan berupaya memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Baca juga : Perry Mundur Dari Gubernur BI, Rupiah Turun Tipis Ke Rp 17.972

"Tentu saya akan berusaha bukan hanya menjaga trust, tetapi juga memperluas trust," imbuhnya.

Ia menambahkan, independensi Bank Indonesia tidak hanya ditentukan oleh ketentuan dalam undang-undang. Menurutnya, independensi juga lahir dari kepercayaan publik terhadap setiap kebijakan yang diambil BI.

"BI bisa independen karena secara normatif diatur dalam undang-undang. Tetapi, independensi juga tercipta apabila apa yang dilakukan BI diyakini masyarakat mampu membawa perekonomian menjadi lebih baik dan manfaatnya dirasakan oleh semua," katanya.

Baca juga : Kirim Surat Ke Gubernur Sulsel, Bupati Gowa Minta Mediasi

Karena itu, independensi tidak bisa dipandang semata-mata sebagai norma tertulis, melainkan sebagai nilai yang hidup dan berkembang melalui proses serta rekam jejak institusi.

Sebagai informasi, Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 melalui surat yang disampaikan kepada Presiden.

Sehari kemudian, pada 26 Juli 2026, Dewan Gubernur Bank Indonesia menggelar rapat dan memutuskan Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Gubernur Bank Indonesia sementara hingga gubernur definitif ditetapkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.