Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dibeberkan Airlangga & Gubernur BI, Kuatnya Ekonomi RI Diakui Dunia
Selasa, 28 April 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah tekanan ekonomi global, ekonomi Indonesia tetap kuat dan solid. Yang lebih membanggakan, kuatnya ekonomi kita itu, mendapat pengakuan dari lembaga-lembaga ekonomi dunia.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam agenda Kick Off PINISI di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Airlangga mengatakan, kekuatan ekonomi nasional tercermin dari pertumbuhan yang stabil, inflasi terkendali, serta konsumsi domestik yang tetap tinggi.
“Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tahun lalu 5,11 persen dan pada 2026 ditargetkan 5,4 persen,” ujar Airlangga.
Baca juga : Perdamaian AS-Iran Masih Maju Mundur
Ia optimistis, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 dapat mencapai 5,5 persen, dengan inflasi terjaga di level 3,48 persen. Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen berada di angka 122,9, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Faktor pendukung lainnya, tambah Airlangga, konsumsi domestik masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dari sektor eksternal, kinerja perdagangan juga menunjukkan tren positif dengan neraca perdagangan mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut, dengan nilai mencapai 148,2 miliar dolar AS.
Selain itu, rasio utang luar negeri Indonesia relatif terkendali di level 29,9 persen terhadap PDB. Struktur pembiayaan dinilai kuat karena kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) didominasi investor domestik sebesar 87,4 persen, sementara investor asing sebesar 12,6 persen.
Airlangga menambahkan, lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan Asian Development Bank (ADB) memberikan penilaian positif terhadap ekonomi Indonesia. IMF menilai Indonesia sebagai salah satu “bright spot” di Asia, sedangkan ADB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,2 persen.
Baca juga : Prioritaskan Kesehatan, Jemaah Diimbau Tak Memaksakan Arbain
Ia juga menyebut probabilitas resesi Indonesia diperkirakan di bawah 5 persen, lebih rendah dibandingkan sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Kanada. “Dunia masih melihat Indonesia sebagai ekonomi yang cukup kuat,” katanya.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang juga hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan, ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah.
Menurut Perry, indikator seperti inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, stabilitas nilai tukar rupiah, serta pertumbuhan kredit menunjukkan kondisi ekonomi yang solid. Ia juga menyampaikan defisit transaksi berjalan Indonesia masih dalam batas aman, dengan proyeksi pada 2026 berada di kisaran 0,5 hingga 1,3 persen dari PDB.
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia tercatat kuat, yakni sebesar 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026, setara pembiayaan sekitar enam bulan impor. “Kami bersama pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, bersinergi sangat erat untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry.
Baca juga : Idham Holik: Penataan Dapil Wajib Ikuti Perundang-undangan
Dari Senayan, Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad menilai, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah bekerja optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Hingga 31 Maret 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp 815,0 triliun atau tumbuh 31,4 persen secara tahunan (year-on-year).
“Hal ini menunjukkan transformasi belanja negara yang kini lebih optimal sejak awal tahun,” ujarnya.
Terkait kenaikan harga minyak dunia, ia menilai, kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026 merupakan langkah tepat untuk menjaga daya beli masyarakat.
Menurut dia, penyesuaian harga BBM nonsubsidi tetap diperlukan guna menjaga ruang fiskal agar tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya