Dark/Light Mode

Serena Francis Dan PIM Perkuat Pemberdayaan Perempuan Di Kupang

Rabu, 5 Agustus 2026 09:52 WIB
Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis bertemu Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T. Koentjoro di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Dok. Ist
Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis bertemu Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T. Koentjoro di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis bertemu dengan Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T. Koentjoro di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan untuk mendorong pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari pembangunan Kota Kupang.

Serena mengatakan, perempuan kini memiliki peran strategis dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, hingga kepemimpinan. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi perempuan dinilai penting untuk memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Saya senang bisa bertemu Ibu Lana. Kami berdiskusi banyak hal mengenai bagaimana meningkatkan peran penting perempuan dalam berbagai bidang pembangunan," ujar Serena.

Menurut Serena, Perempuan Indonesia Maju (PIM) merupakan wadah yang berperan aktif meningkatkan kapasitas perempuan melalui berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, hukum, lingkungan hidup, hingga penguatan ketahanan keluarga.

Baca juga : Jokowi: Kalau Ada Masalah di Internal PSI yang Mentok, Silakan Ke Solo

Ia menilai kehadiran organisasi seperti PIM sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah karena mampu melahirkan perempuan yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.

"Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan. Tidak hanya di dalam keluarga, tetapi juga dalam dunia pendidikan, ekonomi, politik, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan. Bahkan ada pepatah yang mengatakan, di balik laki-laki yang sukses terdapat perempuan yang hebat," ungkapnya.

Sebagai Wakil Wali Kota termuda di Indonesia, Serena juga mengapresiasi kiprah Lana T. Koentjoro yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Nasional Kebaya Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, perjuangan melestarikan kebaya membuahkan hasil dengan ditetapkannya kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 4 Desember 2024 melalui pengajuan bersama Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Serena menambahkan, Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

Baca juga : Jokowi Disambut Meriah di CFD Kupang, Warga: Bapak Kesayangan Pulang

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah INA KASIH, inovasi yang membantu perempuan prasejahtera memenuhi kebutuhan dasar kesehatan reproduksi sekaligus menjaga martabat perempuan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Kupang.

"Inovasi INA KASIH lahir dari empati dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi nyata yang dialami perempuan di masyarakat," tegas Serena.

Sementara itu, Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro mengaku terkesan dengan berbagai inovasi yang telah dijalankan Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga.

Menurut Lana, program-program Pemkot Kupang memiliki kesamaan visi dengan berbagai kegiatan yang selama ini dikembangkan PIM.

Baca juga : Jokowi Jadi Magnet di CFD Kupang, Warga Berebut Salaman dan Swafoto

"Banyak hal yang sudah kami lakukan. Ke depan kami berharap dapat bersinergi melalui berbagai program CSR, baik di bidang kesehatan, ekonomi, maupun pendidikan. Di bidang pendidikan, PIM juga telah bekerja sama dengan President University dalam pemberian beasiswa bagi generasi muda," ujar Lana.

Ia berharap sinergi tersebut dapat segera diwujudkan melalui pembentukan kepengurusan Perempuan Indonesia Maju di Provinsi Nusa Tenggara Timur agar organisasi tersebut dapat berkontribusi lebih luas dalam pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan masyarakat yang inklusif.

Lana menegaskan, perempuan merupakan pilar utama dalam membangun keluarga yang tangguh. Karena itu, ketika perempuan memperoleh akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi yang lebih baik, maka kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat juga akan meningkat secara berkelanjutan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Dewan Pengawas PIM Soraya Togas. Kehadiran berbagai pihak diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara organisasi perempuan dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berpihak kepada perempuan, anak, serta penguatan ketahanan keluarga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.