Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda
- Persija Alihkan Fokus ke Persiapan Musim 2026/2027
- Pramono Siapkan 1.000 Mushaf Al-Quran Untuk Peringatan ke 500 Tahun Kota Jakarta
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
- Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik dan Taktik Persija
9.538 Hotspot Terdeteksi, Indonesia Masuk Fase Kritis Karhutla
Rabu, 12 Agustus 2026 12:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Indonesia memasuki fase kritis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026 seiring puncak musim kemarau periode Juli-September yang diperkuat fenomena El Nino.
Dikutip dari akun X @infoBMKG, lembaga tersebut memperkirakan fenomena El Nino dapat mencapai level sangat kuat sehingga menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan data per awal Agustus 2026, akumulasi titik panas atau hotspot di Indonesia telah mencapai 9.538 titik.
Baca juga : Cegah Karhutla, Sumalindo Hutani Jaya II Edukasi Pelajar
Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah tercatat menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi. Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas kebakaran di tengah periode puncak musim kemarau.
Selain meningkatkan risiko kebakaran, meluasnya karhutla juga berdampak terhadap kualitas udara di wilayah terdampak akibat pencemaran asap.
Hasil pemantauan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) menunjukkan kualitas udara di sejumlah daerah mengalami penurunan. Kubu Raya, Kalimantan Barat, misalnya, telah memasuki kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Baca juga : BNPB Catat Karhutla Di 4 Daerah, 16 Hektare Lahan Terbakar
Sementara itu, wilayah sekitar seperti Mempawah dan Pekanbaru juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 yang mendekati ambang batas yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat.
BMKG mengingatkan kondisi cuaca kering pada puncak musim kemarau yang diperkuat fenomena El Nino perlu diwaspadai karena dapat mempercepat penyebaran api dan meningkatkan dampak asap akibat karhutla.
Masyarakat di wilayah rawan karhutla diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama selama periode kemarau.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya