Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
1.000 Masker Dibagikan, Gen Z Gelora Riau Serukan Solusi Karhutla
Rabu, 26 Agustus 2026 04:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jarum jam mendekati pukul 17.00 WIB. Arus kendaraan mulai memadati sejumlah persimpangan lampu merah di pusat Kota Pekanbaru, Selasa (25/8/2026).
Di tengah deru mesin dan antrean kendaraan menunggu lampu hijau, sekelompok anak muda dengan helm biru bergerak membawa masker dan air mineral.
Mereka merupakan anak muda yang tergabung dalam Gen Z Gelora Riau bersama Bidang Kepemudaan DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Riau.
Di belakang mereka terbentang banner bergambar paru-paru dengan pesan utama, "Pekanbaru Sesak".
Setiap lampu berubah merah, para relawan menghampiri pengendara. Satu per satu masker dan air mineral dibagikan. Mereka bergerak cepat agar bantuan dapat diterima pengendara sebelum kendaraan kembali melaju.
Helm biru membuat keberadaan mereka mudah dikenali di tengah kepadatan lalu lintas. Selama sekitar satu jam, mulai pukul 17.00 hingga 18.00 WIB, para relawan menyusuri barisan sepeda motor dan mobil.
Sekitar 1.000 masker beserta air mineral yang disiapkan pun habis dibagikan.
Bagi para relawan, habisnya persediaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan awal ketika kabut asap mulai mengganggu kualitas udara.
Ketua Gen Z Gelora Riau Habib Rabbani Alhafizd mengatakan, aksi tersebut lahir dari kegelisahan anak muda melihat masyarakat kembali menghadapi persoalan kabut asap.
Baca juga : Jasa Raharja Jamin Korban Tewas Dan Luka Di Tol Pekanbaru-Dumai
"Anak muda tidak ingin hadir hanya ketika langit sudah gelap dan masyarakat mulai sesak. Gerakan ini harus diteruskan menjadi tekanan publik agar data terbuka, respons pemerintah terukur, dan solusi benar-benar sampai kepada masyarakat," kata Habib.
Namun, "Pekanbaru Sesak" tidak dirancang sebatas aksi membagikan masker.
Di balik banner bergambar paru-paru tersebut, para anak muda membawa pertanyaan lebih besar: mengapa kabut asap masih dapat mencapai Pekanbaru meskipun berbagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dilakukan?
Ketua Bidang Kepemudaan DPW Gelora Riau Muhammad Faisal mengatakan, pemerintah dan para pemangku kepentingan di Riau kemungkinan telah mengerahkan banyak upaya, personel, dan sumber daya untuk mencegah karhutla.
Namun, hasil dan kendala dari berbagai upaya tersebut dinilai belum terlihat jelas oleh masyarakat.
"Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu transparan mengenai kendala yang mereka hadapi. Masyarakat perlu mengetahui tingkat kesulitan penanganan karhutla, penyebab asap masih mencapai Pekanbaru, serta peluang keberhasilan dari upaya yang dijalankan," kata Faisal.
Menurutnya, keterbukaan bukan ditujukan untuk mengabaikan kerja yang telah dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Sebaliknya, informasi tersebut dibutuhkan agar masyarakat memahami kondisi sebenarnya dan dapat ikut membantu mencari jalan keluar.
"Bukan tidak mungkin dari masyarakat muncul ide atau terobosan revolusioner yang selama ini belum terpikirkan. Karena itu, persoalan, data, dan kendala di lapangan perlu dibuka agar masyarakat dapat ikut mencari solusi," lanjutnya.
Baca juga : RS Awal Bros Pekanbaru Resmikan Rawat Inap Khusus Insan PLN
Faisal menegaskan, masker hanya menjadi pertolongan sementara bagi masyarakat yang sedang menghadapi kabut asap. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api membesar dan asap mencapai pusat kota.
"Pembagian masker adalah pertolongan cepat untuk masyarakat hari ini, tetapi bukan jawaban akhir. Kalau setiap musim kemarau kita kembali membagikan masker setelah udara memburuk, berarti sistem pencegahan kita belum bekerja sebagaimana mestinya," ujarnya.
Untuk memperluas partisipasi publik, Gen Z Gelora Riau juga mengajak anak muda di seluruh Riau membagikan ide taktis dan realistis dalam mengatasi karhutla dan kabut asap.
Gagasan dapat disampaikan melalui Instagram dengan me-mention akun Instagram GMC Riau.
Ide yang dicari tidak harus rumit. Gagasan dapat berkaitan dengan pencegahan kebakaran, deteksi dini, edukasi masyarakat, pengawasan kawasan rawan, keterbukaan informasi, maupun perlindungan warga ketika kualitas udara memburuk.
Ide-ide terbaik akan mendapatkan hadiah dengan total nilai Rp2 juta.
"Kami ingin Gen Z Riau ikut menawarkan solusi, bukan hanya mengeluhkan kabut asap. Sampaikan ide yang sederhana, konkret, dan realistis untuk diterapkan. Siapa tahu dari gagasan anak muda lahir terobosan yang dapat membantu menyelesaikan persoalan ini," ujar Habib.
Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Riau Iskandar menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan yang diinisiasi Muhammad Faisal bersama Habib Rabbani Alhafizd tersebut.
Menurutnya, anak muda perlu diberi ruang untuk bergerak sekaligus menyampaikan gagasan.
Baca juga : Kapolda Riau Ubah Lahan Tidur Jadi Kawasan Pangan
"DPW Partai Gelora Riau mendukung penuh inisiatif Bidang Kepemudaan dan Gen Z Gelora Riau. Aksi ini menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya mampu membaca kegelisahan masyarakat, tetapi juga bergerak memberikan perlindungan langsung sekaligus menawarkan jalan keluar," ujar Iskandar.
Menjelang pukul 18.00 WIB, kotak-kotak persediaan mulai kosong. Seribu masker dan air mineral telah habis dibagikan, sementara banner bergambar paru-paru mulai dirapikan.
Para relawan dengan helm biru itu pun meninggalkan persimpangan.
Namun, pesan yang mereka bawa belum selesai.
Bagi mereka, masker seharusnya menjadi pertolongan darurat, bukan kebutuhan yang terus berulang setiap musim kemarau.
Melalui keterbukaan mengenai kendala penanganan karhutla dan ruang bagi ide-ide baru, mereka berharap Pekanbaru tidak selamanya harus belajar bernapas di balik masker.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya