Dark/Light Mode

Kapolri Apresiasi Buruh dan Pengusaha Duduk Bersama Bahas RUU Ciptaker

Jumat, 11 September 2026 13:35 WIB
Kapolri menghadiri Konsolidasi Akbar FSPMI di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Dok. Polri
Kapolri menghadiri Konsolidasi Akbar FSPMI di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Dok. Polri

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri mengapresiasi langkah serikat buruh dan asosiasi pengusaha yang mulai duduk bersama membahas RUU Cipta Kerja. Menurutnya, komunikasi sejak awal menjadi cara penting untuk mencari titik temu di tengah perbedaan kepentingan pekerja dan dunia usaha.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan bertema “Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” itu dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan.

Kapolri mengaku senang karena pembahasan RUU Cipta Kerja diawali komunikasi antara serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Menurutnya, pola tersebut perlu dipertahankan karena persoalan ketenagakerjaan kerap memunculkan perbedaan pandangan.

“Saya sangat senang mendengar bahwa pembicaraan terkait dengan draf Undang-Undang Ciptaker dimulai dengan pembicaraan bersama antara teman-teman dari serikat pekerja dengan Apindo. Ini adalah permulaan yang sangat baik dan tentunya harus dipertahankan,” kata Kapolri.

Baca juga : Kapolri Tekankan Keseimbangan Usaha dan Kesejahteraan Buruh

Dia mengatakan perbedaan pandangan antara pekerja dan pengusaha merupakan hal yang wajar. Namun, persoalan hubungan industrial sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah dengan tetap memperhatikan hak pekerja maupun keberlangsungan perusahaan.

Menurut Kapolri, keseimbangan kedua kepentingan tersebut semakin penting di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang turut memengaruhi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan.

Karena itu, dia mengingatkan pengusaha agar tidak melihat pekerja hanya sebagai tenaga kerja. Pekerja juga merupakan aset, mitra, dan bagian dari keluarga besar perusahaan.

“Kalau kita bicara kesejahteraan buruh, perusahaannya juga harus tetap hidup dan berkembang. Di situlah kita harus menemukan titik keseimbangan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi tetap aman dan kondusif. Pemerintah terus mendorong hilirisasi dan investasi yang diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Baca juga : RUU Ketenagakerjaan, Gerindra Buka Pintu Buruh Salurkan Aspirasi

Indonesia, kata dia, memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam dan pasar domestik yang luas. Namun, potensi tersebut perlu didukung kepastian, keamanan, serta hubungan industrial yang sehat.

Kapolri meminta perusahaan tidak ragu melaporkan praktik premanisme, pungutan liar, maupun gangguan keamanan lainnya di kawasan industri. Polri, kata dia, akan menindaklanjuti laporan tersebut agar dunia usaha dan investor merasa aman menjalankan kegiatan.

Di sisi lain, kondusivitas investasi tidak boleh mengesampingkan kepentingan pekerja. Pengusaha tetap harus mematuhi regulasi dan memenuhi hak-hak buruh sesuai ketentuan.

“Investasi harus tetap kondusif, tetapi hak-hak buruh juga harus terus dijaga dan diperjuangkan. Semua harus berjalan seimbang,” tegasnya.

Kapolri optimistis komunikasi dan kerja sama antara pemerintah, pengusaha, investor, dan pekerja dapat memperkuat perekonomian nasional. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung hilirisasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Buruh Di 30 Kota Siap Sampaikan Aspirasi Terkait RUU Ketenagakerjaan

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengapresiasi keberadaan SMK Mitra Industri MM2100. Lembaga pendidikan tersebut dinilai menjadi contoh kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas.

Dia berharap pekerja Indonesia ke depan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengisi posisi manajerial dan strategis di perusahaan.

“Dengan semangat kebersamaan antara pengusaha, investor, buruh dan pemerintah, kita yakin Indonesia bisa mencapai cita-citanya menjadi negara maju,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor