Dark/Light Mode

Gunung Anak Krakatau Punya Cucu? Ini Analisis Awal Badan Geologi

Kamis, 24 September 2026 06:28 WIB
Peta kawasan rawan bencana Gunung Anak Krakatau. (Foto: Badan Geologi)
Peta kawasan rawan bencana Gunung Anak Krakatau. (Foto: Badan Geologi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemunculan daratan baru di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda pasca erupsi besar pada awal September 2026 membikin heboh publik. Ada yang bilang, fenomena tersebut merupakan cikal bakal gunung api baru alias cucu Krakatau. Benarkah? 

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tak menampik  kemunculan daratan tersebut.

Berdasarkan Citra Sentinel yang telah dievaluasi Badan Geologi, memang terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut - barat - barat daya.

Baca juga : Benarkah Gunung Anak Krakatau Kini Punya Cucu? Simak Penjelasan Ahli

"Akibat pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi menerus tanggal 4 - 6 September 2026, terdapat penambahan luasan sebesar 32,8 hektare," jelas Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, SS Rita Susilawati, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, Citra Sentinel juga mendeteksi adanya "gumuk pulau kecil" di sebelah barat laut dan tenggara dari tubuh Gunungapi Anak Krakatau.

Kemunculan "kedua pulau" tersebut diduga berkaitan dengan erupsi menerus selama sekitar 25 jam.

Baca juga : Malam Ini, Status Gunung Anak Krakatau Turun Ke Level II Waspada

"Interpretasi sementara, magma encer yang keluar pada saat erupsi menerus mencapai permukaan melalui jalur bukaan yang memanjang dari barat laut ke tenggara. Sehingga, material erupsi membentuk daratan di lokasi lain, yang terlihat dalam bentuk dua gumuk seperti pulau," papar Rita. 

"Tapi sekali lagi ini, masih dugaan. Masih perlu dikonfirmasi  melalui pengecekan lapangan," imbuhnya. 

Rita memastikan, pihaknya akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi, serta melakukan verifikasi lapangan terkait hal tersebut.

Hindari Radius 2 Km 

Baca juga : Hoax! Bahlil Larang Ojol Beli Pertalite, Ini Faktanya

Saat ini, Gunung Anak Krakatau berstatus Level II (Waspada) dengan rekomendasi wilayah bahaya pada radius 2 km dari pusat erupsi.

"Demi keselamatan, hindari radius 1 km dari lokasi kedua gumuk pulau yang terlihat di Gunung Anak Krakatau," tegas Rita.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.