Dark/Light Mode

Kapolri: Ulama Jadi Lentera Dan Kompas bagi Bangsa

Sabtu, 26 September 2026 12:42 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). Dok. Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). Dok. Polri

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut ulama memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan Listyo Sigit saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah.

Menurut Kapolri, peran ulama telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia. Sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, ulama bersama umara telah berkontribusi dalam menjaga bangsa dan negara.

Baca juga : Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

“Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara,” ujar Listyo Sigit.

Kapolri mengatakan peran ulama tetap dibutuhkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Terlebih, Indonesia memiliki keberagaman yang perlu terus dijaga dan dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan dalam mempertahankan persatuan.

Menurutnya, keberagaman Indonesia merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa. Karena itu, kebersamaan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar persatuan tetap terjaga.

Baca juga : Polantas Bertransformasi, Kapolri Dorong Layanan Makin Mudah, Cepat, dan Humanis

Bagi Polri, bimbingan dan doa para ulama juga memiliki arti penting bagi personel dalam menjalankan tugas. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memberikan perlindungan serta pengayoman kepada masyarakat.

Listyo Sigit berharap kebersamaan antara ulama dan umara terus terjaga. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan, merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mendukung terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.

“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.