Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Refleksi 1 Tahun, KDMP Diiharap Jadi Agregator UMKM Dan Benteng Ekonomi Rakyat
Selasa, 6 Oktober 2026 19:27 WIB
Sebelumnya
Diingatkan, pelajaran sejarah juga terlihat pada aspek regulasi. Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2013 telah membatalkan secara keseluruhan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian karena dinilai telah menggeser filosofi koperasi menjadi terlalu korporatis dan kehilangan asas kekeluargaan.
Pembatalan tersebut memaksa tata hukum perkoperasian Indonesia kembali mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
"Landasan hukum ini menegaskan kembali bahwa KDMP wajib dikelola secara demokratis dengan menetapkan anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa utama (patron-owner relationship)," tuturnya.
Baca juga : Kemendag Fasilitasi Barcode untuk Produk UMKM
Dalam konteks operasional harian yang dibahas dalam diskusi publik ini, KDMP difungsikan secara strategis untuk menjawab dua persoalan utama perdesaan: rantai pasok yang merugikan dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar.
Pertama, KDMP bertindak sebagai konsolidator dan offtaker hasil bumi warga serta produk-produk UMKM lokal . Sebagai aggregator UMKM, KDMP mengumpulkan komoditas pertanian, peternakan, dan kerajinan dalam skala besar, melakukan pemilahan (sorting), kemasan (packaging), serta standardisasi mutu.
Dengan demikian, posisi tawar petani dan pelaku usaha kecil di desa meningkat drastis di hadapan pembeli industri skala besar.
Baca juga : Menkop Tegaskan Koperasi Bagian Dari Transformasi Ekonomi Indonesia
Pemotongan rantai pasok yang panjang ini secara otomatis mengeliminasi komisi tengkulak, sehingga pendapatan riil yang diterima warga desa meningkat secara signifikan.
Kedua, KDMP berfungsi secara langsung sebagai penyedia akses kebutuhan dasar warga perdesaan. KDMP tidak hanya menjual barang konsumsi harian melalui toko sembako murah, tetapi juga menyediakan akses pada layanan kesehatan dasar dengan menghadirkan fasilitas klinik desa dan apotek koperasi.
"Integrasi ini membuat warga desa dapat memperoleh bahan pangan berkualitas tinggi dengan harga terjangkau serta memiliki akses pelayanan kesehatan yang cepat dan memadai di wilayah mereka sendiri," paparnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya