Dark/Light Mode

Buka Kongres API, Gibran: Perkuat Toleransi Untuk Jaga Persatuan Bangsa

Kamis, 8 Oktober 2026 20:06 WIB
Wapres Gibran Rakabuming membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026). Dok. Setwapres
Wapres Gibran Rakabuming membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026). Dok. Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya memperkuat kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026).

Menurut Wapres, keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia sehingga harus dijaga bersama. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas masih terjadinya kasus intoleransi di sejumlah daerah.

“Indonesia adalah negara, bangsa yang majemuk. Perlu benar-benar menjaga persatuan, perdamaian, nilai-nilai toleransi. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika di tempat Bapak Ibu masih terjadi kasus-kasus intoleransi,” ujar Wapres.

Gibran menegaskan, pemerintah memiliki perhatian serius terhadap persoalan intoleransi. Negara, kata dia, harus memastikan setiap warga negara memperoleh kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

“Pemerintah memiliki perhatian serius terkait ini. Negara harus hadir menjamin kemerdekaan warganya dalam memeluk dan menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing, seperti yang diamanatkan di Undang-Undang Dasar 1945,” tegasnya.

Baca juga : Tinjau INACRAFT Youthpreneurs, Wapres Dukung Produk Kreatif Anak Muda

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menyinggung penanganan persoalan yang terjadi di GKPI Rajeg. Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan pendeta, pengurus gereja, dan para pemangku kepentingan di daerah untuk mencari penyelesaian.

Gibran menjelaskan, gereja tersebut tidak ditutup, melainkan dipindahkan ke lokasi baru yang dinilai lebih layak dengan bantuan pemerintah daerah. Dengan demikian, jemaat tetap dapat menjalankan ibadah secara normal.

Menurutnya, penanganan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Wapres mengingatkan para pemangku kepentingan di daerah agar lebih peka terhadap dinamika di tengah masyarakat. Setiap persoalan yang berpotensi memunculkan intoleransi harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Saya selalu mengingatkan kepada para pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah, Kapolda, Pangdam, agar peka terhadap kondisi di tengah masyarakat. Jika ada percikan-percikan intoleransi di tengah masyarakat, segera selesaikan, segera dicari solusinya,” pintanya.

Baca juga : Gibran Hormati Putusan MK: Saya Terus Fokus Bekerja

Gibran menilai kerukunan dan persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat, termasuk para rohaniwan, memiliki peran dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis dan keutuhan bangsa.

Karena itu, ia berharap Kongres Nasional API dapat menjadi ruang konsolidasi bagi para pendeta untuk memperkuat kontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai.

Menutup sambutannya, Wapres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menguatkan, membantu, dan menghargai perbedaan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun mempercayai kabar bohong yang dapat memecah persatuan.

“Mari kita jaga Indonesia bersama-sama. Kita harus saling menguatkan, saling bantu, saling topang. Jadikan perbedaan bukan sebagai pemecah belah. Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya dengan kabar bohong,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal API sekaligus Ketua Panitia Kongres, Pdt. Estefanus Baalati, melaporkan API yang berdiri sejak 2002 kini memiliki kepengurusan di 34 provinsi dan sekitar 208 kabupaten/kota. Organisasi tersebut juga memiliki tiga perwakilan luar negeri, yakni di Timur Tengah, Malaysia, dan Hong Kong.

Baca juga : Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Tekankan Kerukunan Dan Kebebasan Beribadah

Kongres Nasional ke-V API dihadiri hampir 400 peserta. Estefanus mengapresiasi kehadiran Wapres dalam kegiatan tersebut yang dinilainya menunjukkan semangat merangkul berbagai elemen masyarakat.

“Kami bukan sekadar melihat beliau sebagai Wakil Presiden, tetapi kami melihat beliau sebagai pribadi yang berkarya bagi bangsa. Kerja-kerja yang dilakukan oleh Bapak Wapres kita, kerja-kerja yang menyatukan semua elemen, kerja-kerja yang menyatukan dan merangkul semua umat,” ungkap Estefanus.

Kongres Nasional ke-V API menjadi momentum konsolidasi para pendeta dari berbagai daerah. Selain membahas konsolidasi nasional dan pembekalan kader, kongres juga mengagendakan pemilihan DPP API periode 2026-2031 serta penetapan arah organisasi dan program kerja strategis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.