Dark/Light Mode

Derita Warga Batam-Bintan

Listrik Mati, Air Tak Ada, Udara Sesak

Rabu, 14 Oktober 2026 08:09 WIB
Kondisi Batam saat listrik padam. (Foto: Instagram)
Kondisi Batam saat listrik padam. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jaringan listrik di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau, padam massal (blackout) sejak Senin (12/10/2026). Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih hingga akses internet ikut terganggu. Di tengah kondisi itu, kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menambah penderitaan warga.

Di Bintan, pemadaman berlangsung lebih dari 15 jam. Hingga Selasa (13/10/2026) siang, listrik di sejumlah wilayah belum kembali normal karena PLN menerapkan pemadaman bergilir selama proses perbaikan jaringan.

“Sampai hari ini listrik belum nyala, sejak padam Senin (12/10/2026) pukul 06.00 WIB,” ujar Safrudin, warga Kijang, Bintan Timur, kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).

Pemadaman berkepanjangan membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Jaringan internet seluler ikut terganggu sehingga komunikasi tidak berjalan lancar.

Warga juga berburu lilin dan lampu darurat di warung, kios, hingga swalayan untuk penerangan. “Lilin habis semua dari semalam,” kata Safrudin.

Tidak berfungsinya pompa listrik turut menyulitkan warga mendapatkan air sumur untuk kebutuhan rumah tangga. Sebagian terpaksa memesan mobil tangki, sedangkan lainnya menimba air secara manual, sementara pasokan air dari PDAM juga terhenti.

Baca juga : Prabowo 2 Periode Terus Disuarakan

Kondisi serupa dirasakan warga Batam. Yusuf, warga Kavling Dapur 12, Kecamatan Sagulung, mengatakan listrik sempat menyala pada Senin (12/10/2026) malam setelah padam sejak pagi, tetapi kemudian kembali terputus.

Belum selesai menghadapi pemadaman, Yusuf dan keluarganya juga harus berhadapan dengan asap kiriman yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. “Listrik masih padam, air pun enggak ngalir di rumah ini, sinyal susah, ditambah lagi asap karhutla kiriman, lengkap sudahlah penderitaan kami di Batam,” kata Yusuf, Selasa (13/10/2026).

Gangguan listrik juga berdampak pada layanan pengisian BBM. Hafis, warga Batam, mengaku salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Punggur terpaksa menghentikan operasionalnya akibat listrik padam.

Aktivitas perkantoran di Bintan turut terganggu karena komputer tidak dapat digunakan dan pendingin ruangan mati. Jufri, pegawai swasta di Tanjungpinang, mengaku kesulitan bekerja akibat kondisi kantor yang gelap dan panas serta gangguan sinyal telepon seluler.

“Semoga PLN dapat menangani permasalahan ini secepatnya,” harapnya.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan akan mendalami informasi mengenai pemadaman listrik di Kepulauan Riau. “Nanti habis ini saya rapat sama PLN,” kata Bahlil di sela acara Rakernas HIPPI, Senin (12/10/2026).

Baca juga : Buntut Houthi Bombardir Bandara Saudi, Jemaah Umroh RI Telantar

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kepulauan Riau Darwis mengatakan, masyarakat berhak mendapatkan kompensasi jika pemadaman melampaui batas durasi yang ditetapkan dalam aturan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP).

“Ada yang namanya aturan tingkat layanan, ada kaidah serta regulasinya. Jika pemadaman melebihi durasi tertentu, maka ada hak kompensasi bagi masyarakat,” terang Darwis, Selasa (13/10/2026).

PT PLN Batam mencatat sebanyak 411.219 pelanggan terdampak blackout di Batam dan Bintan. Hingga Selasa (13/10/2026), sebanyak 228.480 pelanggan atau 55,6 persen telah kembali menikmati listrik, sedangkan 182.739 pelanggan lainnya masih mengalami pemadaman.

Sekretaris Perusahaan PLN Batam Rudi Antono mengatakan, dugaan awal penyebab gangguan adalah masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang merusak instalasi kelistrikan.

“Hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah,” kata Rudi dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Meski demikian, Rudi menegaskan, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Tim teknis bersama pihak berwenang masih menelusuri penyebab pasti gangguan.

Baca juga : Bar Di Irlandia Bantu Jomblo Cari Jodoh

Manager PLN UP3 Tanjungpinang Rully Agus Widanarto mengatakan, pihaknya terus menormalisasi pasokan listrik secara bertahap di Pulau Bintan. Seluruh tim dikerahkan untuk mempercepat pemulihan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan keamanan sistem kelistrikan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kesabaran selama proses penormalan berlangsung,” ujar Rully, Selasa (13/10/2026).

Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna mendesak, PLN Batam dan PT PLN (Persero) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan. Ia menilai, pemadaman kali ini harus menjadi momentum untuk memeriksa keandalan sistem, terlebih gangguan berskala luas pernah terjadi di wilayah yang sama pada awal Januari 2023.

“Masyarakat berhak mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana langkah perbaikannya. Penjelasan itu harus didukung data dan diikuti langkah perbaikan yang terukur,” ujar Ateng dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Politisi Fraksi PKS itu menegaskan, pemadaman tidak hanya mengganggu pekerjaan dan kegiatan usaha, tetapi juga berdampak pada operasional instalasi pengolahan air sehingga distribusi air bersih ikut terganggu. Karena itu, investigasi harus dilakukan secara hati-hati guna menelusuri kronologi dan penyebab meluasnya dampak pemadaman, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.