Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Japto Kembali Jadi Ketua Umum
Mubes XI Pemuda Pancasila Tegaskan Sikap Kawal Asta Cita Presiden Prabowo
Kamis, 15 Oktober 2026 10:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemuda Pancasila tengah menggelar Musyawarah Besar (Mubes) XI. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sekaligus Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menegaskan Mubes XI ini merupakan momentum transformasi organisasi kemasyarakatan menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang akan mengawal pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto hingga ke desa.
Bamsoet menyatakan, dengan jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah, Pemuda Pancasila memiliki potensi besar membantu Pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan energi, mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan UMKM, serta menjaga persatuan bangsa. Kebesaran organisasi harus diwujudkan melalui kontribusi nyata terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, saat ini rakyat ingin melihat manfaat kehadiran Pemuda Pancasila bagi kehidupan mereka. Berapa lapangan kerja yang bisa diciptakan, berapa UMKM yang berkembang, berapa petani yang terbantu, dan berapa keluarga miskin yang kehidupannya membaik.
"Mubes XI harus menjadi pijakan agar Pemuda Pancasila tampil sebagai kekuatan produktif yang ikut mengawal keberhasilan Asta Cita Presiden Prabowo hingga ke desa,” ujar Bamsoet, saat menghadiri Mubes XI Pemuda Pancasila, di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Hadir antara lain Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno, Sekjen Arif Rahman, Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, anggota DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti serta anggota DPR RI Musa Rajekshah.
Baca juga : Bawa Pesan Bahlil, Misbakhun Ajak Kader Golkar Sukseskan Program Prabowo
Hasil Mubes XI Pemuda Pancasila kembali menetapkan Japto Soelistyo Soerjosoemarno sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila 2025-2030. Tim formatur yang antara lain terdiri dari 11 Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (provinsi) juga menetapkan dalam kepengurusan yang baru, Ketua Umum dibantu Ketua Pelaksana Harian Johan Aripin Muba dan Sekjen Musa Rajekshah serta diperkuat empat Wakil Ketua Umum, antara lain Bambang Soesatyo, Arsjad Rasjid, Arif Rahman, dan Roberto Rouw.
Bamsoet menjelaskan, tantangan pembangunan Indonesia masih sangat besar. Data Badan Pusat Statistik pada Maret 2026 mencatat sekitar 22,93 juta penduduk hidup dalam kemiskinan atau 8,07 persen dari total penduduk. Tingkat kemiskinan perdesaan mencapai 10,67 persen, lebih tinggi dibandingkan perkotaan sebesar 6,34 persen.
Sementara itu, APBN 2026 mengalokasikan sekitar Rp 164,7 triliun untuk ketahanan pangan dan Rp 402,4 triliun bagi ketahanan energi. Besarnya anggaran pembangunan harus menghasilkan perubahan nyata, terutama bagi masyarakat kecil yang masih menghadapi mahalnya kebutuhan hidup, terbatasnya pekerjaan, dan rendahnya pendapatan.
Untuk itu, kata dia, mulai 18 November 2026, Pemuda Pancasila bekerja sama dengan APDESI Merah Putih akan meresmikan gerakan kandang ayam petelur di Kabupaten Serang Banten dengan membagikan 1.000 ayam kepada setiap desa sekaligus acara pelantikan Majelis Pengurus Nasional Pemuda Pancasila 2025-2030. Gerakan ini akan diperluas di 12 provinsi dengan target 146 juta ekor ayam petelur untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
"Pemuda Pancasila bertekad mengawal dan mensukseskan program Asta Cita Presiden, sekaligus menjadi solusi dari berbagai persoalan yang ada,” kata Bamsoet.
Baca juga : Prabowo 2 Periode Terus Disuarakan
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini melanjutkan, target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen membutuhkan keterlibatan seluruh kekuatan masyarakat. Pemuda Pancasila harus mampu membangun gerakan ekonomi produktif melalui pengembangan kewirausahaan, pelatihan keterampilan, pendampingan UMKM, serta kemitraan dengan dunia usaha.
Kata Bamsoet, di tengah persaingan investasi dan perubahan teknologi, organisasi kemasyarakatan harus menjadi bagian dari solusi atas pengangguran dan rendahnya produktivitas. Jaringan Pemuda Pancasila dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan masyarakat dengan peluang usaha, akses pasar, pendidikan vokasi, dan kegiatan ekonomi yang menciptakan nilai tambah.
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8 persen harus menghasilkan pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik bagi rakyat. Pemuda Pancasila harus mengambil bagian dalam menciptakan pengusaha baru, memperkuat UMKM, serta membuka kesempatan kerja bagi generasi muda.
"Kita ingin Pemuda Pancasila dikenal sebagai organisasi yang menghadirkan solusi, menjaga persatuan, memberikan rasa aman, dan menjadi kekuatan produktif dalam pembangunan nasional,” urai Bamsoet.
Dosen pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Pertahanan, dan Universitas Jayabaya ini menambahkan, tantangan bangsa juga semakin berat akibat ketegangan geopolitik, persaingan ekonomi global, ancaman krisis energi, perubahan iklim, serta perkembangan kecerdasan buatan. Kondisi tersebut menuntut organisasi kemasyarakatan memiliki kader yang terdidik, adaptif, dan mampu menghadapi perubahan zaman.
Baca juga : Presiden Perintahkan Seluruh Unsur Sinergi
Pemuda Pancasila perlu memperkuat pendidikan kebangsaan, literasi digital, keterampilan teknologi, kesiapsiagaan bencana, serta solidaritas sosial. Kehadiran Pemuda Pancasila harus menjadi sumber rasa aman dan persatuan, terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, konflik sosial, atau bencana.
Bamsoet ingin, Pemuda Pancasila menjadi organisasi yang dicari rakyat ketika menghadapi kesulitan. Saat bencana datang seperti banjir, longsor dan kebakaran hutan, kader Pemuda Pancasila harus hadir membantu rakyat.
"Ketika terjadi konflik sosial, kader harus menjadi penengah. Ketika rakyat menghadapi kesulitan ekonomi, organisasi harus ikut membuka jalan keluar. Inilah wajah Pemuda Pancasila yang kita harapkan. Kuat dalam solidaritas, matang dalam pemikiran, dan nyata dalam pengabdian,” pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya