Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kecelakaan Kapal Berulang, Komisi V DPR Tagih Janji Evaluasi Menyeluruh
- Bidik Ekspor CPO 25 Persen, PTPN IV PalmCo-Kemendag Siap Tembus Pasar Global
- Pascainsiden KMP Batumandi, ASDP Pastikan Layanan Express 1 Kembali Normal
- Pertamina Patra Niaga Raih ESG NOW Awards 2026 Berkat Inovasi SAGARI
- BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Deposit Facility Naik Jadi 5%
Idrus: Duet Bahlil-Sarmuji Mampu Bawa Golkar Jadi Partai Masa Depan
Selasa, 20 Oktober 2026 18:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham berkeyakinan, duet kepemimpinan Bahlil Lahadalia dan Muhammad Sarmuji dalam memimpin partai mampu merubah wajah Golkar menjadi partai masa depan
Menurut Idrus, Golkar memiliki modal sejarah dan doktrin Karya Kekaryaan yang dapat menjadi landasan untuk melakukan transformasi. Namun, partai berlambang pohon beringin itu perlu memperkuat kontribusi pemikiran dan karya nyata agar tetap relevan dalam dinamika politik nasional.
“Golkar sudah lama menjadi partai masa lalu. Kita pernah dibuat bangga karena peran-peran besarnya dalam arus pembangunan bangsa. Tapi sampai kapan kita akan berdiam dalam sejarah? Kini saatnya Golkar bertransformasi menjadi partai masa depan,” tulis Idrus dalam refleksi singkat bertajuk Golkar Harus Menjadi Partai Masa Depan yang diterbitkan pada 20 Oktober 2026.
Baca juga : Golkar 62 Tahun: Partai Tengah yang Harus Menjaga Akal Sehat Kebangsaan
Idrus menegaskan, peran partai politik dalam demokrasi tidak cukup hanya diukur dari perolehan suara dan jumlah kursi di parlemen. Lebih dari itu, partai harus mampu menghadirkan pemikiran yang diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan publik.
Menurut dia, partai yang hanya dibutuhkan untuk meraih kekuasaan, tetapi tidak dilibatkan dalam menentukan arah bangsa, berisiko kehilangan peran strategisnya. Kondisi tersebut membuat partai hanya hadir ketika suara dihitung, tetapi tidak diperhitungkan ketika gagasan dan kebijakan dirumuskan.
Ia mengibaratkan partai yang hanya mengandalkan jumlah kursi tanpa kekuatan pemikiran sebagai ghutsa’ as-sail, yakni buih yang terbawa arus. Partai mungkin terlihat besar di permukaan, tetapi tidak memiliki daya untuk menentukan arah perubahan.
Baca juga : Dave Laksono: Jangan Hanya Salahkan Indonesia soal Asap Karhutla
Idrus menilai, perkembangan demokrasi yang semakin mengedepankan deliberasi menuntut partai politik untuk menghasilkan gagasan dan argumentasi yang kuat. Legitimasi sebuah keputusan, menurut dia, tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya dukungan, tetapi juga oleh kualitas pemikiran yang dapat diuji secara terbuka.
Karena itu, ia berharap kepemimpinan Bahlil dan Sarmuji dapat memperkuat tradisi intelektual serta budaya kerja di lingkungan Golkar. Dengan demikian, partai tidak hanya menjadi kekuatan politik dalam perebutan kekuasaan, tetapi juga mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Idrus juga menekankan pentingnya orientasi pada hasil nyata menjelang Indonesia Emas 2045. Menurut dia, Golkar dan bangsa Indonesia membutuhkan capaian yang dapat dirasakan masyarakat, hasil yang bisa diukur, serta kontribusi yang dapat dibuktikan.
Baca juga : Sambut HUT ke-62 Golkar, Adela Kanasya Adies Koordinir Aksi Donor Darah
Ia menyebut doktrin Karya Kekaryaan sebagai modal penting bagi Golkar untuk mewujudkan orientasi tersebut. Doktrin itu, kata dia, menempatkan pemikiran, karya, dan kerja sebagai fondasi perjuangan partai, bukan sekadar membangun citra di hadapan publik.
“Citra yang baik hanya lahir dari karya nyata. Karya bisa membangun citra, tetapi citra belum tentu membuktikan karya,” tulisnya.
Idrus mengingatkan, Golkar tetap membutuhkan citra positif, tetapi citra tersebut harus tumbuh dari hasil kerja yang sungguh-sungguh membangun negeri. Dengan begitu, pencapaian partai tidak berhenti pada pembentukan persepsi, melainkan diwujudkan melalui manfaat nyata bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya