Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Muktamar XXI IMM Digelar 21-23 Januari 2027 Di Kalimantan Selatan
- Weekend Career Class GSSD UI Dan Tazakka Ajak Anak Muda Rancang Karier Bermakna
- Kalapas Garut: Pengawasan Harus Cegah Masalah Pemasyarakatan Berulang
- Marc Klok Pede Persib Taklukkan Persik
- Riko Simanjuntak Pede PSS Sleman Curi Poin di Kandang Persebaya
Stok BBM Aman, Bahlil Perkuat Armada Pengiriman dan Produksi Energi Domestik
Minggu, 18 Oktober 2026 13:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional berada pada level aman, sekaligus mempercepat distribusi, meningkatkan produksi energi domestik, dan menyiapkan bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Bahlil menyampaikan, ketahanan stok BBM nasional saat ini berada pada kisaran 16-18 hari.
Untuk menjaga ketersediaan energi di berbagai daerah, pemerintah juga mempercepat penyaluran dan memperkuat armada pengangkut BBM.
“Tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina, bahwa secara stok nasional kita, BBM, itu di 16-18 hari. Jadi stok BBM nasional, insya Allah, itu aman,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Bahlil meminta Pertamina menambah kapal pengangkut BBM. Penguatan armada tersebut terutama diarahkan untuk melayani jalur Jawa Timur menuju Bali serta wilayah lain yang mengandalkan transportasi laut.
Pemerintah juga menyesuaikan pengelolaan persediaan dengan perkembangan konsumsi masyarakat.
Menurut Bahlil, peralihan sebagian pengguna bensin beroktan lebih tinggi ke RON 90 turut memengaruhi kebutuhan pasokan jenis BBM tersebut.
Ia memperkirakan ketahanan stok RON 90 dapat kembali ditingkatkan menjadi 20 hari dalam waktu sekitar satu pekan. Pemerintah akan memantau pencapaian target tersebut seiring percepatan pengiriman BBM.
Upaya menjaga kelancaran distribusi juga dilakukan di daerah. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dalam keterangannya pada Sabtu (17/10/2026), melaporkan penyaluran BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Mojokerto, Jawa Timur, kembali normal berdasarkan hasil peninjauan sehari sebelumnya.
Baca juga : Stok Pertalite 18 Hari, Konsumen Pertamax Pindah Ke BBM Subsidi
Pasokan BBM di wilayah tersebut kembali dilayani dari Terminal BBM Surabaya setelah sebelumnya menggunakan jalur alternatif dari Boyolali, yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar sembilan jam.
Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh layanan BBM secara berkelanjutan.
Pengamanan pasokan energi untuk kebutuhan sehari-hari berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan produksi dalam negeri.
Salah satunya melalui pengoperasian Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, yang diresmikan Bahlil pada 15 Oktober 2026.
Fasilitas milik PT Energi Nusantara Perkasa tersebut mampu menghasilkan sekitar 160 ton LPG per hari.
Berdasarkan keterangan Kementerian ESDM, kapasitas pengolahan terpasangnya mencapai 40 juta standar kaki kubik gas per hari dan menyerap 82 tenaga kerja.
Kehadiran kilang ini menambah kontribusi produksi domestik untuk memenuhi kebutuhan LPG nasional.
Dalam pembaruan pada 15 Oktober, ESDM menyebut konsumsi LPG Indonesia mencapai sekitar 9 juta ton per tahun, sedangkan produksi dalam negeri baru sekitar 1,9 juta ton atau 21 persen dari kebutuhan nasional.
Kesenjangan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri sekaligus mengembangkan sumber energi alternatif.
Baca juga : PIKI Usulkan Nuklir Dan Listrik Desa, Bahlil Siap Masukkan ke Roadmap ESDM
Salah satu opsi yang disiapkan adalah compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif LPG untuk memperluas diversifikasi energi.
Di sektor hulu, pemerintah juga membuka peluang peningkatan produksi minyak melalui pengelolaan sumur rakyat. ESDM pada 12 Oktober 2026 menyebut sebagian sumur berizin di Sumatera dan Jawa telah berproduksi.
Sementara itu, izin pengelolaan sumur rakyat di Aceh juga telah ditandatangani Bahlil.
Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan produksi minyak nasional sekaligus memberikan kepastian usaha bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sumur.
Selain memperkuat pasokan BBM dan LPG, pemerintah menyiapkan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada impor bensin.
Berdasarkan data ESDM, konsumsi bensin nasional mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun, sedangkan produksi domestik berada pada kisaran 18-19 juta kiloliter.
Untuk memperkecil kesenjangan tersebut, pemerintah mematangkan pengembangan campuran etanol dalam bensin secara bertahap hingga E50.
Perencanaan menuju 2028 disesuaikan dengan kemampuan industri dalam negeri, sementara kebutuhan etanol untuk tahap E20 diperkirakan mencapai sekitar 8 juta kiloliter.
Potensi bahan baku bioetanol telah dipetakan di sejumlah wilayah, antara lain Jawa, Sumatera, dan Papua, dengan memanfaatkan singkong, tebu, serta jagung.
Baca juga : Antrean BBM Belum Kelar
Kesiapan produksi domestik menjadi perhatian utama agar pengembangan bahan bakar alternatif tersebut benar-benar mendukung pengurangan impor.
Bahlil menegaskan, kebijakan mandatori pencampuran etanol harus didukung ketersediaan bahan baku dari dalam negeri.
Pemerintah tidak ingin penerapan kebijakan tersebut justru menambah ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
“Jangan sampai kita melakukan mandatori, tapi etanolnya kita impor. Nggak boleh,” tegas Bahlil.
Melalui penguatan armada distribusi, peningkatan produksi LPG, optimalisasi sumur rakyat, dan pengembangan bioetanol, pemerintah berupaya menjaga pasokan energi untuk kebutuhan saat ini sekaligus membangun kemandirian energi dalam jangka panjang.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global, meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya