Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kecelakaan Kapal Berulang, Komisi V DPR Tagih Janji Evaluasi Menyeluruh
- Bidik Ekspor CPO 25 Persen, PTPN IV PalmCo-Kemendag Siap Tembus Pasar Global
- Pascainsiden KMP Batumandi, ASDP Pastikan Layanan Express 1 Kembali Normal
- Pertamina Patra Niaga Raih ESG NOW Awards 2026 Berkat Inovasi SAGARI
- BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Deposit Facility Naik Jadi 5%
Gelar Sekolah Kepemimpinan AERLA, APTISI Siapkan Rektor PTS Hadapi AI
Rabu, 21 Oktober 2026 21:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menggelar sekolah kepemimpinan APTISI Executive Rector Leadership Academy (AERLA) Angkatan I. Program ini membekali rektor perguruan tinggi swasta (PTS) agar mampu menghadapi disrupsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan perubahan pendidikan global.
Ketua Umum APTISI Prof. Budi Djatmiko mengatakan, penguatan kepemimpinan kampus menjadi kunci untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi. Melalui AERLA, para rektor didorong bertukar pengalaman dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia pendidikan.
“Tantangan perguruan tinggi swasta saat ini sangat kompleks, mulai dari digitalisasi, artikulasi riset, hingga komersialisasi inovasi. Melalui AERLA, kita membangun kepemimpinan PTS yang kokoh, inovatif, dan siap membawa kampus swasta Indonesia bersaing di tingkat dunia serta berkontribusi langsung pada visi Indonesia Emas 2045,” ujar Budi di Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
AERLA Angkatan I berlangsung pada 21–23 Oktober 2026. Program ini menghadirkan materi kepemimpinan, kebijakan pendidikan tinggi, sinergi industri, serta pengembangan kampus berbasis AI. Rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup dengan prosesi wisuda peserta pada 23 Oktober 2026 di Auditorium Kemendiktisaintek, Jakarta.
Baca juga : MTI-APTISI Jajaki Kerja Sama, Kampus Jadi Laboratorium Kebijakan Jalan Tol
Budi menjelaskan, gagasan AERLA telah dirancang sejak 2025 dengan skema pembiayaan bersama. Menurut dia, program ini merupakan upaya APTISI memperkuat kapasitas pemimpin perguruan tinggi swasta di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan industri.
Dalam jangka panjang, APTISI berharap program tersebut dapat menginspirasi sekitar 4.200 rektor lainnya. Pengembangan kepemimpinan juga direncanakan menjangkau dekan, ketua program studi, pimpinan perguruan tinggi, hingga pengurus yayasan.
Budi menilai, perkembangan AI dan disrupsi teknologi membuat perguruan tinggi perlu mempersiapkan diri sejak dini. Perubahan tersebut menuntut pimpinan kampus mampu menyesuaikan strategi pendidikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja.
“Pendidikan ke depan akan sangat berbeda dibandingkan sekarang. Karena itu, kami harus mempersiapkan rektor dan pimpinan perguruan tinggi sejak dini agar mampu menghadapi perubahan tersebut,” tegasnya.
Baca juga : Prabowo Kumpulkan Rektor PTN PTS Besok Sore, Mau Bahas Apa?
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto mengapresiasi inisiatif APTISI dalam mengembangkan kepemimpinan perguruan tinggi. Menurutnya, sinergi pemerintah dan PTS penting untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul.
“AERLA hadir bukan sekadar sebagai diklat formal, melainkan gerakan transformasi pimpinan kampus untuk menciptakan kepemimpinan perguruan tinggi yang visioner, relevan dengan sains-teknologi terkini, serta mampu menjawab tantangan industri masa depan,” kata Brian.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Khairul Munadi menambahkan, AERLA sejalan dengan upaya kementerian mewujudkan pendidikan tinggi yang berdampak.
Kemendiktisaintek juga menjalankan program Future Leaders untuk mengembangkan kepemimpinan di perguruan tinggi negeri sekaligus menyiapkan calon pemimpin masa depan.
Baca juga : Aptisi: Semua Pihak Harus Pastikan Pemilu Lancar, Jurdil Dan Bermartabat
Menurut Khairul, kolaborasi dengan APTISI dapat memperluas jangkauan pengembangan kompetensi pimpinan kampus. Kerja sama tersebut memungkinkan program peningkatan kapasitas dilaksanakan secara lebih efisien dan menjangkau lebih banyak peserta.
“Dengan dukungan dan rancangan program dari teman-teman APTISI, kegiatan ini bisa menjadi program nasional yang dilaksanakan secara bersamaan dan menjangkau lebih banyak peserta,” ujarnya.
Melalui AERLA, APTISI dan Kemendiktisaintek berharap perguruan tinggi swasta semakin siap menghadapi perubahan ekosistem pendidikan. Penguatan kepemimpinan diharapkan membantu kampus meningkatkan mutu pembelajaran, mengembangkan riset dan inovasi, serta memperkuat hubungan dengan dunia industri.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu melahirkan lulusan berdaya saing global untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya