Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 2 Kemenangan Beruntun, PSM Makin Pede di BRI Super League
- Petaka Menit Ke-90, Persib Tumbang di Markas Madura United
- Juventus Vs Rennes Berakhir Imbang, Gol Kemenangan Dianulir VAR
- Debut di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Langsung Sabet Emas
- AC Milan Dibantai Bournemouth, Maignan Kena Kartu Merah
KSEC 2026 Geliatkan Ekonomi UMKM Kampung Mbebekan Kota Malang
Jumat, 23 Oktober 2026 11:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Semangat kemandirian ekonomi warga Kampung Mbebekan, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, kembali menggeliat melalui penyelenggaraan Kelapa Sawit Expo Center (KSEC) 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 ini menjadi ajang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Meski menggunakan nama Jalan Kelapa Sawit sebagai lokasi kegiatan, KSEC bukanlah pameran perkebunan kelapa sawit. Ajang ini merupakan bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal dan mendorong kemandirian ekonomi warga.
Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) untuk Cape Town, Afrika Selatan, Tudiono, menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan tekad masyarakat untuk mengubah citra kampung yang dahulu kerap dipandang sebelah mata. Tudiono yang lahir dan dibesarkan di kawasan tersebut menilai, potensi dan karya warga layak mendapat ruang untuk berkembang.
Baca juga : Pemerintah Sederhanakan Legalitas Badan Hukum demi Sukseskan UMKM
“Mbebekan tidak harus terus dikenang melalui stigma masa lalunya, tetapi patut diberi kesempatan untuk dikenal melalui karya, usaha, and kemajuan masyarakatnya,” ujar Tudiono dalam pandangannya terkait perhelatan tersebut.
Menurut Tudiono, Kampung Mbebekan pada masa lalu menghadapi berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi hingga melekat dengan stigma negatif sebagai kawasan marginal. Namun, kondisi masa lalu tidak seharusnya menjadi penentu masa depan masyarakat.
Seiring waktu, kesadaran warga untuk bangkit melalui partisipasi aktif terus tumbuh. KSEC 2026 pun menjadi salah satu simbol perubahan sekaligus wadah untuk memperkenalkan potensi usaha masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
Kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar pada Oktober 2022 dan melibatkan sekitar 220 pelaku UMKM. Melalui penyelenggaraan tahun ini, penguatan peran usaha kecil diharapkan semakin nyata sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan.
Baca juga : Pemerintah Siapkan Kredit Rp 10 Triliun Untuk Ekraf
“Pemberdayaan ekonomi kampung bukan sekadar upaya meningkatkan pendapatan warga, melainkan juga membuka lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, memperkuat kemandirian keluarga, and menciptakan masa depan yang lebih optimistis,” tegasnya.
Tudiono menambahkan, pertumbuhan ekonomi tidak selalu harus bermula dari pusat bisnis berskala besar. Inisiatif di tingkat kampung, termasuk usaha rumahan dan pengembangan keterampilan warga, juga dapat menjadi fondasi bagi kemajuan ekonomi apabila dikelola secara konsisten.
Meski demikian, pelaku UMKM masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari pendampingan usaha, akses permodalan, hingga perluasan pasar. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat luas dinilai penting untuk memastikan usaha kecil mampu bertahan dan berkembang.
Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan masyarakat adalah membeli produk lokal. Langkah tersebut tidak hanya membantu meningkatkan penjualan pelaku UMKM, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
Baca juga : Tiga UMKM Binaan Pertamina Raih UKM Pangan Award 2026
Melalui KSEC 2026, Kampung Mbebekan menunjukkan bahwa kreativitas, kerja keras, dan kebersamaan dapat menjadi modal penting untuk mengatasi keterbatasan sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.
“Ketika usaha kecil berkembang, lapangan pekerjaan terbuka. Ketika lapangan pekerjaan bertambah, penghidupan keluarga semakin baik. Dan ketika ekonomi kampung semakin kuat, perekonomian daerah pun ikut tumbuh,” pungkas Tudiono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya