Dark/Light Mode

IKA ITS Dorong Industri Galangan Kapal Nasional Dukung Kandungan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 14:16 WIB
Forum Nasional Penguatan Ekosistem Industri Perkapalan dan Pertahanan Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: IKA ITS
Forum Nasional Penguatan Ekosistem Industri Perkapalan dan Pertahanan Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: IKA ITS

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PP IKA ITS) Boy Rubyanto menyatakan, program modernisasi 4.582 kapal perikanan pada 2026–2029 dinilai perlu diikuti transfer teknologi dan peningkatan kandungan lokal untuk mendukung industri galangan kapal nasional.

Pembangunan ribuan kapal tersebut diharapkan tidak hanya menambah armada perikanan, tetapi juga meningkatkan kemampuan industri perkapalan dalam negeri.

Boy Rubyanto mengatakan, keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur dari jumlah kapal yang dibangun. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan pelaku usaha diperlukan.

"Demi membangun kapasitas industri nasional secara berkelanjutan," katanya dalam Forum Nasional Penguatan Ekosistem Industri Perkapalan dan Pertahanan Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan mengatakan, pemerintah menargetkan modernisasi 4.582 kapal melalui Grand Strategy Modernisasi Kapal Perikanan 2026–2029. Program tersebut menjadi salah satu upaya pengembangan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Baca juga : Agrinas Palma dan BPA Kejaksaan Kelola Menara Palma, Optimalkan Aset Negara

“Pemerintah Indonesia melalui Grand Strategy Modernisasi Kapal Perikanan 2026–2029 menargetkan modernisasi 4.582 unit kapal perikanan modern,” ujar Didit.

Dari total target tersebut, sebanyak 1.582 kapal direncanakan dibangun melalui kerja sama Indonesia dan Inggris yang melibatkan Babcock International.

Sementara itu, pembangunan 3.000 kapal lainnya akan dilaksanakan oleh PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Didit menjelaskan, sektor kelautan dan perikanan memiliki peran dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan sektor tersebut juga diharapkan membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Direktur Teknologi Potensi Pertahanan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsda TNI Dedy Laksmono menilai, pembangunan kapal perikanan perlu memberikan manfaat bagi pengembangan industri nasional.

Baca juga : Kenaikan Dolar Dan Harga Energi Bikin Industri Galangan Kapal Makin Tertekan

Salah satu aspek yang ditekankan ialah peningkatan penggunaan komponen dalam negeri dan penguasaan teknologi perkapalan.

“Penguatan industri perkapalan melalui pembinaan industri pertahanan, peningkatan kandungan lokal, transfer teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian maritim nasional serta memperkuat daya saing industri galangan kapal Indonesia,” kata Dedy.

Selain pembangunan fisik kapal, pengembangan teknologi digital turut menjadi pembahasan dalam forum yang diselenggarakan PP IKA ITS tersebut. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat mendukung pengelolaan armada, sistem logistik, dan rantai pasok industri perikanan.

Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah AQUILA (Agrinas Intelligence & Logistic Architecture). Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan, analisis data, teknologi blockchain untuk ketertelusuran produk, serta pengelolaan logistik dan armada.

Melalui integrasi tersebut, AQUILA diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi rantai pasok dan transparansi produk perikanan. Pengembangan sistem juga ditujukan untuk mendukung akses produk perikanan Indonesia ke pasar internasional.

Baca juga : Inggris-Indonesia Perkuat Kerja Sama Maritim Lewat Peluncuran MPP

Forum bertema Strategi Transfer Teknologi dan Percepatan Pembangunan Kapal Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan 2026 itu turut menghadirkan Rektor ITS Bambang Pramujati dan perwakilan Babcock International.

Kegiatan tersebut juga melibatkan pemangku kepentingan dari kementerian, industri perkapalan, dan perguruan tinggi. Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITS (PP IKA ITS) menegaskan dukungan penuh terhadap Program Pemerintah yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Pertahanan (KEMENHAN) melalui Babcock (Kerjasama RI-UK: 1.582 unit kapal) dan PT. Agrinas Jaladri Nusantara Persero (3.000 unit kapal).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.