Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Patra Niaga Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur Ramah Lingkungan
- Liburan ke Bandung Naik Whoosh, Diskon Tiket hingga 75 Persen
- BSI LYFE Card Sasar Nasabah Milenial dan Gen Z
- Menko Bahlil Usut Dugaan Perusahaan Asing Menambang Di Kebun Sawit
- Dua Tahun Prabowo, BPOM Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan
Dua Tahun Asta Cita Prabowo, Pariwisata Berbasis Budaya Jadi Prioritas
Minggu, 25 Oktober 2026 20:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pariwisata Indonesia dinilai perlu berorientasi pada kualitas pengalaman wisatawan, pelestarian budaya, dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Pengembangan destinasi berkelanjutan berbasis potensi daerah pun dinilai menjadi langkah strategis untuk mendukung agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Direktur Lembaga Kajian dan Studi Kebijakan Publik (Lanskap) Bali, I Wayan Agus Pebriana mengatakan, keberhasilan sektor pariwisata tidak semestinya hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan.
Kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan juga harus menjadi indikator utama.
Hal itu disampaikan Wayan saat menjadi narasumber dalam diskusi publik bertajuk “Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Menggali Visi Pariwisata Berkelanjutan dan Berbasis Budaya” yang digelar Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) di Kayman Resto, Denpasar, Bali, Minggu (25/10/2026).
“Pertumbuhan pariwisata nasional tidak bisa lagi diukur dari berapa banyak orang datang, tapi dari seberapa lama mereka tinggal, seberapa dalam mereka menghargai budaya, dan seberapa besar manfaatnya kembali ke masyarakat lokal,” kata Wayan.
Baca juga : UMKM Binaan Pertamina Beri Manfaat Nyata, Lestarikan Budaya dan Berdayakan Warga
Menurut dia, pengembangan destinasi juga harus memperhatikan daya dukung lingkungan agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
Penguatan pariwisata berbasis budaya menjadi penting untuk memperkenalkan kekayaan lokal sekaligus menjaga keberlangsungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wayan juga menekankan pentingnya memperluas pengembangan destinasi wisata di luar Bali. Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang tersebar di berbagai daerah dan dapat menjadi modal untuk memperkuat daya saing pariwisata nasional.
Diversifikasi destinasi, kata dia, diharapkan mampu memperluas persebaran manfaat ekonomi pariwisata, membuka peluang usaha baru, serta mengurangi ketimpangan antardaerah.
“Bali lestari adalah kunci, tapi Indonesia tidak boleh hanya Bali saja,” ujarnya.
Sementara itu, aktivis pemuda Hindu, I Kadek Nova Semadi, menilai pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal dapat memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah.
Baca juga : UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat, Lestarikan Budaya dan Pemberdayaan Warga
Menurut Nova, Bali memiliki beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan, mulai dari wisata spiritual, perkebunan, budaya, hingga edukasi.
Diversifikasi tersebut tidak hanya memperkaya pilihan destinasi, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah.
“Potensi wisata spiritual, perkebunan, budaya, dan edukasi dapat dikembangkan untuk memperluas kesempatan ekonomi sekaligus memperkenalkan keragaman Bali,” katanya.
Pengembangan berbagai jenis wisata tersebut juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada destinasi yang selama ini menjadi pusat kunjungan wisatawan.
Sejalan dengan Agenda Asta Cita Refleksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum untuk memperkuat peran pariwisata dalam mendukung pembangunan nasional, terutama melalui penguatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan pembangunan berkelanjutan.
Arah tersebut sejalan dengan sejumlah agenda Asta Cita, antara lain peningkatan nilai tambah di dalam negeri melalui hilirisasi dan industrialisasi, pengembangan kewirausahaan, serta pembangunan dari desa dan dari bawah untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Baca juga : Potensi Pertanian Lampung Didorong Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
Dalam sektor pariwisata, agenda itu dapat diwujudkan melalui pengembangan desa wisata, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat agar dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai ekonomi pariwisata.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, desa adat, pelaku usaha, komunitas budaya, perguruan tinggi, dan masyarakat juga diperlukan untuk memastikan pengembangan destinasi berjalan terarah dan berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, potensi pariwisata diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan warisan budaya bagi generasi mendatang.
Diskusi publik tersebut menegaskan bahwa masa depan pariwisata Indonesia tidak hanya ditentukan oleh peningkatan jumlah wisatawan.
Namun juga, oleh kemampuan menghadirkan destinasi berkualitas, memperluas pemerataan manfaat ekonomi, serta menjaga kekayaan alam dan budaya sebagai modal pembangunan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya