Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Waketum ISNU: Konser Andrea Bocelli Jadi Momentum Diplomasi Budaya Indonesia
Jumat, 23 Oktober 2026 15:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konser tenor kelas dunia Andrea Bocelli di Indonesia dinilai menjadi peluang untuk memperkuat diplomasi kebudayaan sekaligus memperluas interaksi masyarakat Indonesia dengan komunitas internasional.
Seni dan musik bukan sekadar hiburan, melainkan juga medium untuk membangun saling pengertian dan mempererat hubungan antarmasyarakat lintas negara.
Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Fadli Yasir menyambut baik kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia.
Menurut dia, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi kebudayaan dalam hubungan internasional.
Dalam perspektif hubungan internasional, kebudayaan merupakan salah satu instrumen soft power yang dapat meningkatkan daya tarik suatu negara di mata dunia.
Baca juga : Batik Tulis Jadi Simbol Persahabatan AS-ASEAN
Musik tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang pertukaran nilai, pengalaman, dan ekspresi budaya.
Karena itu, konser musisi internasional dapat menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan kebudayaan antarnegara.
Meski demikian, dampaknya terhadap diplomasi akan bergantung pada tindak lanjut dan kerja sama yang dibangun setelah kegiatan tersebut.
Fadli menilai momentum ini relevan dengan posisi Indonesia yang menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta berkomitmen berkontribusi terhadap perdamaian dunia.
Menurut dia, diplomasi tidak hanya berlangsung melalui pertemuan antarpemerintah, tetapi juga dapat diperkuat melalui interaksi masyarakat, pertukaran seni, dan kolaborasi kebudayaan.
Baca juga : ISNU Jatim Bedah Buku Gus Hayid di Muktamar, Bongkar Gagasan NU Abad Kedua
Dalam konteks tersebut, musik dapat menjadi medium untuk membangun saling pengertian di tengah perbedaan identitas, agama, dan pandangan politik.
Sebagai organisasi yang menghimpun kaum sarjana Nahdlatul Ulama, ISNU dinilai memiliki peran dalam mendorong pemikiran terbuka, dialog lintas budaya, dan kontribusi intelektual bagi kehidupan masyarakat.
Momentum konser Andrea Bocelli, lanjut Fadli, dapat menjadi refleksi pentingnya menempatkan seni dan kebudayaan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial serta membangun komunikasi yang lebih inklusif.
Indonesia sendiri memiliki kekayaan seni dan tradisi yang berpotensi diperkenalkan lebih luas melalui kolaborasi kebudayaan internasional.
Dengan demikian, momentum kehadiran seniman dunia di Indonesia dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas kerja sama kebudayaan yang berkelanjutan.
Baca juga : Pakai Baju Adat Rote, Cara Gibran Diplomasikan Budaya RI
Fadli berpandangan, konser Andrea Bocelli dapat dimaknai lebih dari sekadar peristiwa hiburan, yakni sebagai kesempatan memperkuat apresiasi terhadap musik dan membuka ruang diplomasi kebudayaan.
Musik memang tidak dapat menyelesaikan konflik geopolitik secara langsung. Namun, musik dapat membantu menumbuhkan empati, mempertemukan masyarakat, dan menyampaikan pesan kemanusiaan.
Dia menilai, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan momentum semacam ini menjadi kerja sama kebudayaan jangka panjang sehingga seni dapat berkontribusi dalam membangun hubungan antarbangsa yang lebih harmonis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya