Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
175 Wartawan Senior Ikut Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi Jadi Temuan Utama
Senin, 26 Oktober 2026 22:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 175 wartawan aktif dan pensiunan mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Gedung Prof. Sujudi, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini menyediakan pemeriksaan kesehatan dasar, deteksi dini sejumlah penyakit, dan konsultasi dokter secara cuma-cuma bagi wartawan, pasangan mereka, serta anggota organisasi pers lainnya.
Ketua Umum SWSI Wahyu Muryadi, yang pernah menjabat Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, mengatakan pemeriksaan kesehatan sejak dini penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas hidup wartawan.
Baca juga : Menkes Bantah Sesak Napas Saat Kunjungi Palangkaraya Kalimantan Tengah
“Kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam hidup kita,” ujar Wahyu dalam sambutannya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan program CKG menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan rata-rata usia harapan hidup masyarakat dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Menurut dia, deteksi dini penyakit dan pengendalian faktor risikonya penting untuk mencegah kematian akibat stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal.
Budi juga menganjurkan masyarakat menjaga pola hidup sehat melalui tidur sekitar 7 jam 40 menit sehari, berolahraga minimal 30 menit selama lima hari dalam sepekan, serta mengatur pola makan. Ia meminta masyarakat memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala untuk mengetahui tekanan darah, kadar gula, kondisi jantung, serta perbandingan berat dan tinggi badan.
Baca juga : Banyak Anggota Kabinet Masuk RS
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyoroti risiko kesehatan mental yang dihadapi wartawan akibat tekanan pekerjaan dan paparan peristiwa berat, termasuk konflik. Ia menyarankan wartawan memberi jeda pemulihan psikologis di antara penugasan yang berat agar tekanan pekerjaan tidak mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
“Hal ini tidak hanya dialami
wartawan di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia,” ujar Meutya.
Pemeriksaan dalam kegiatan tersebut mencakup tekanan darah, gula darah, kolesterol, skrining risiko tuberkulosis (TBC) dan hepatitis, deteksi dini masalah jantung, serta konsultasi dokter. Peserta perempuan juga dapat menjalani pemeriksaan IVA atau inspeksi visual dengan asam asetat untuk mendeteksi dini kanker leher rahim atau serviks, yang bersifat opsional.
Baca juga : Cipta Kridatama Gelar Cek Kesehatan Gratis & Bagikan Sembako Warga Sungai Loban
Hasil pemeriksaan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Berdasarkan laporan DetikHealth pada Senin (26/10/2026), banyak peserta diketahui mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, bahkan seorang peserta dengan tekanan darah di atas 200 dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Wahyu mengatakan peserta yang terindikasi memiliki risiko kesehatan akan diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) atau rumah sakit dengan memanfaatkan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ia mengingatkan peserta agar tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga medis dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan.
SWSI mengusung semboyan “Wartawan Senior Sehat, Negara Lebih Kuat” dalam kegiatan tersebut. Wahyu menyebut kolaborasi dengan Kemenkes dan dukungan Puskesmas Tebet merupakan bentuk kerja sama lintas sektor untuk memperluas akses layanan kesehatan, sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pencegahan penyakit.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya