Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menkes BGS Ajak Anak Muda Naik Tangga: Itu Keren dan Kalcer!!
Jumat, 2 Oktober 2026 13:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengimbau anak muda untuk memilih naik tangga, ketimbang lift atau eskalator.
Menurutnya, tangga merupakan alat olahraga gratis yang bermanfaat bagi kesehatan. Naik tangga, kata BGS, bisa membakar kalori dua kali lipat dibanding jalan biasa hingga 8-10 kalori per menit. Karena itu, usahakan untuk selalu memilih tangga dibanding naik lift. Jangan mager alias malas gerak.
"Kalau lu mau ngantor, pilih naik lift atau tangga? Kalau lu udah biasa naik tangga, lu keren dan kalcer," kata BGS melalui akun Instagram pribadinya @bgsadikin, Jumat (2/10/2026).
Baca juga : Menkes Kumpulkan Tim Ahli RSCM Tangani Siswi Terduga Korban MBG di Karo, Sumut
"Jadi, kalau kantor lu di lantai 2 atau 4, udahlah naik tangga aja. Itu membuat jantung lu kuat, otot lu kuat, dan hidup lu lebih sehat. Jadi, kalau lu masih kuat dan mau hidup sehat, biasakan naik tangga di kantor dan juga transportasi umum," tandasnya.
Tekan Risiko Masalah Jantung
Naik tangga merupakan cara sederhana untuk menyelipkan aktivitas fisik yang lebih intens ke dalam rutinitas harian Anda, serta dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Tinjauan penelitian dan meta-analisis yang diterbitkan secara daring pada 13 Agustus 2026 oleh American Journal of Cardiovascular Drugs, sebagaimana dikutip Harvard Medical School, menemukan fakta bahwa orang yang naik tangga secara teratur memiliki risiko yang jauh lebih rendah terkena masalah kardiovaskular dan meninggal akibatnya.
Para peneliti mengevaluasi data dari sembilan studi sebelumnya, yang mengukur aktivitas menaiki tangga dengan melibatkan 480.479 orang berusia 35 hingga 84 tahun. Sebanyak 53 persen di antaranya adalah wanita.
Baca juga : Siswi Karo Diduga Keracunan MBG, Menkes Turunkan Tim Ahli RSCM
Peserta termasuk orang dewasa sehat dan mereka yang memiliki penyakit kardiovaskular, seperti riwayat serangan jantung atau penyakit arteri perifer (penyempitan arteri yang membawa darah dari jantung ke kaki).
Dalam riset tersebut, para peneliti memeriksa apakah aktivitas menaiki tangga berhubungan dengan hasil kardiovaskular (serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan kematian terkait kardiovaskular) serta kematian dari penyebab apa pun.
Hasilnya, naik tangga dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat masalah kardiovaskular sebesar 39 persen, dan penurunan risiko kematian akibat sebab apa pun sebesar 24 persen selama periode penelitian masing-masing.
Baca juga : Menkes Ungkap Bahaya Abu Vulkanik, Keluar Rumah Pakai Masker
Orang yang sering naik tangga juga memiliki risiko mengalami serangan jantung, stroke, atau gagal jantung ketimbang mereka yang jarang naik tangga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya