Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pemuda Solo Perkuat Kolaborasi untuk Sukseskan Asta Cita
Kamis, 29 Oktober 2026 15:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda dinilai menjadi salah satu kunci untuk memastikan program pembangunan nasional berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, anak muda di Surakarta mendorong optimalisasi Asta Cita sekaligus mengapresiasi terbukanya ruang untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam pembangunan.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Asta Cita Dua Tahun Berjalan, Suara Muda Berperan” yang diselenggarakan Bengawan Action di Kelana Cafe and Resto, Surakarta, Rabu (28/10/2026) malam.
Mengusung tagar #OurVoiceOurChoice, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi program pemerintah, serta menawarkan gagasan demi pembangunan yang lebih inklusif.
Aktivis lingkungan Ahmad Zamzami mengatakan, generasi muda perlu memahami berbagai program pemerintah agar dapat memanfaatkan peluang yang tersedia sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan.
“Harapannya program-program pemerintah itu bisa terserap dari anak muda. Growth mindset adalah hal yang penting untuk anak muda untuk bisa memahami apa saja yang sudah pemerintah berikan kepada anak muda,” kata Zamzami.
Menurut dia, pemahaman terhadap kebijakan pemerintah menjadi langkah awal bagi anak muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.
Dengan pola pikir terbuka dan kemauan untuk terus berkembang, generasi muda diharapkan mampu mengoptimalkan berbagai program yang tersedia sekaligus memberikan masukan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran.
Baca juga : Yandri Tantang Mahasiswa Terjun Langsung Ke Desa
Ia menilai, komunikasi antara pemerintah dan generasi muda perlu terus diperkuat agar aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan publik.
Komunikasi dua arah juga penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai tujuan program pemerintah, tantangan pelaksanaannya, dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Dengan demikian, partisipasi anak muda tidak hanya berhenti pada penyampaian kritik, tetapi juga berkembang menjadi keterlibatan nyata dalam mencari solusi.
Ketua KTI Kota Surakarta, Ikhsanudin Fajar Utomo, mengatakan Asta Cita merupakan agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang perlu diukur berdasarkan hasil dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Asta Cita adalah misi atau prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang ukurannya bukan hanya janji, tapi hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ikhsan.
Ia menegaskan, keterlibatan generasi muda diperlukan untuk mengawal pelaksanaan Asta Cita melalui penyampaian aspirasi, perumusan solusi, pengawasan kebijakan, hingga partisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
“Keterlibatan generasi muda dalam menyampaikan aspirasi, merancang solusi, mengawasi kebijakan, dan ikut mengambil keputusan sangat penting dalam mengawal Asta Cita ini,” ujarnya.
Ikhsan juga mengajak pemuda di Surakarta untuk menyambut berbagai program pembangunan yang dapat membuka peluang peningkatan keterampilan dan karier.
Baca juga : Dukung Asta Cita, Aktivis GGMI Batam Dorong Ekonomi Biru & Lumbung Ikan Nasional
Salah satunya adalah program siap kerja yang dinilai relevan untuk membantu anak muda mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
“Pemuda Solo bisa menyambut program-program di Solo, salah satunya program siap kerja yang memang sangat bermanfaat untuk anak muda dalam mengembangkan potensi dan karier. Pemuda perlu bergerak dan berdampak bagi masyarakat Solo dan sekitarnya,” katanya.
Dalam diskusi yang berlangsung bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut, Ikhsan turut mengapresiasi ruang kebebasan berpendapat yang dinilainya penting bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.
“Kebebasan sipil dalam menyampaikan pendapat merupakan bukti bahwa pemerintahan Prabowo sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat,” ujarnya.
Menurut Ikhsan, ruang dialog yang terbuka dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui komunikasi yang konstruktif, pemerintah dapat memperoleh masukan dari berbagai kelompok, sementara masyarakat memiliki kesempatan untuk memahami arah kebijakan dan berpartisipasi dalam proses pembangunan.
Ia menambahkan, kebebasan menyampaikan pendapat perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga persatuan.
“Kebebasan menyampaikan pendapat dan tanggung jawab menjaga persatuan perlu berjalan beriringan. Aspirasi yang disampaikan secara santun, berbasis data, dan berorientasi pada solusi dapat menjadi kontribusi positif bagi penyempurnaan kebijakan pemerintah,” katanya.
Baca juga : Refleksi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Pemuda Sulsel Ajak Masyarakat Lawan Hoax
Diskusi tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk generasi muda, dalam mendukung keberhasilan pembangunan.
Pelaksanaan Asta Cita perlu terus didorong agar manfaatnya semakin luas, tepat sasaran, dan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Melalui semangat Our Voice, Our Choice, anak muda diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam mendukung program pembangunan, memberikan masukan konstruktif, serta menjaga demokrasi dan persatuan bangsa.
Dengan komunikasi yang terbuka, partisipasi yang bermakna, dan kolaborasi lintas generasi, agenda pembangunan pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sekaligus, membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi bagi Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya