Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kerahkan Puluhan Armada, Pemerintah Fokus Padamkan Karhutla di 5 Provinsi
Jumat, 30 Oktober 2026 21:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengalihkan fokus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur. Saat ini, lima provinsi menjadi prioritas, yakni Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, perubahan fokus ini mengikuti pola persebaran kebakaran yang kini berbeda dibandingkan periode sebelumnya.
"Kita lihat sekarang kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saat ini polanya sudah berubah sekali," ujar Berton dalam konferensi pers, Jumat (30/10).
Sebelumnya, pemerintah memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Baca juga : Waspada Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Lakukan Sejumlah Langkah Ini
Berdasarkan data BNPB, karhutla di lima provinsi prioritas terbaru telah berdampak pada lahan seluas 1.410 hektare. Papua Selatan menjadi wilayah dengan area terdampak terluas, yakni 502 hektare.
Berikutnya, Sulawesi Tengah seluas 295 hektare, Sulawesi Tenggara 257 hektare, Maluku 182 hektare, dan Kalimantan Timur 174 hektare.
Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah mengerahkan 58 unit pesawat dan helikopter guna mendukung operasi pemadaman dari udara atau water bombing, serta operasi modifikasi cuaca (OMC).
Dari jumlah tersebut, 39 unit berasal dari BNPB, 15 unit dari TNI, sedangkan empat unit lainnya merupakan dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha.
Baca juga : 3 Gunung Api Berstatus Siaga, Warga Diminta Jauhi Kawasan Rawan
Berton menjelaskan, jumlah armada berkurang satu unit setelah pesawat atau helikopter yang sebelumnya beroperasi di Jawa Timur ditarik. Penarikan dilakukan karena kondisi kebakaran di wilayah tersebut relatif kondusif.
Meski demikian, seluruh armada yang tersedia tetap disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.
"Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, baik untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maupun water bombing, kami akan segera melaksanakan kegiatan tersebut," katanya.
Selain pemadaman melalui udara, pemerintah mengoptimalkan OMC dengan menyemai natrium klorida (NaCl) dan es kering (dry ice) untuk mendukung penanganan karhutla.
Baca juga : 3 Gunung Api Berstatus Siaga, Warga Diminta Waspada & Hindari Daerah Sekitar
Pada 29 Oktober 2026, BNPB telah melaksanakan 17 sorti OMC dengan menyemai 23.900 kilogram bahan tersebut. Namun, operasi ini masih difokuskan di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
Menurut Berton, OMC membantu memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara di Sumatera Selatan, hujan yang terjadi memiliki intensitas sangat ringan hingga ekstrem.
Berton menegaskan, OMC masih terus berlangsung untuk mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah.
"Kita berharap hujan-hujan seperti ini tetap terjadi, sehingga titik-titik api, bara api yang ada di bawah permukaan dapat dipadamkan secara sempurna," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya