Dark/Light Mode

QUTB GLOBAL: Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli Tegaskan Persatuan Bangsa

Selasa, 3 November 2026 12:02 WIB
Foto: QUTB GLOBAL.
Foto: QUTB GLOBAL.

RM.id  Rakyat Merdeka - Doa lintas agama dalam pembukaan konser Andrea Bocelli di JIExpo, Jakarta, menjadi simbol bahwa perbedaan keyakinan dan latar belakang budaya bukan penghalang untuk bersatu.

Momentum tersebut dinilai mencerminkan semangat toleransi sekaligus menegaskan bahwa persatuan Indonesia tidak harus dibangun melalui keseragaman.

Inisiator QUTB GLOBAL, Hery Haryanto Azumi, mengapresiasi penyelenggara konser yang menghadirkan doa lintas agama dalam rangkaian pembukaan acara pada 3 November 2026.

Menurutnya, inisiatif tersebut bukan sekadar bagian dari seremoni, melainkan simbol komitmen untuk merawat toleransi, kebersamaan, dan semangat kebangsaan.

Baca juga : Konser Andrea Bocelli di Borobudur Bawa Budaya Indonesia ke Panggung Dunia

“Kita harus menyadari bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, justru merupakan sumber kekuatan nasional. Indonesia tidak harus seragam untuk menjadi kuat. Kita berbeda dalam keyakinan dan budaya, tetapi tetap satu dalam semangat kebangsaan dan kemanusiaan,” ujar Hery.

Ia mengatakan, keberagaman Indonesia tidak cukup hanya diakui sebagai kenyataan sosial, tetapi juga harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan ruang perjumpaan yang setara.

Menurutnya, doa lintas agama dalam sebuah perhelatan internasional menjadi salah satu contoh bagaimana perbedaan dapat hadir berdampingan tanpa harus menghilangkan identitas masing-masing.

Hery juga memandang konser Andrea Bocelli sebagai ruang diplomasi kebudayaan.

Baca juga : Fadli Zon: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Bawa Budaya Indonesia ke Panggung Dunia

Musik sebagai bahasa universal memiliki kemampuan mempertemukan manusia dari berbagai latar belakang agama, bangsa, dan peradaban.

"Dalam konteks tersebut, pertunjukan seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat membuka ruang dialog dan memperkuat hubungan antarmanusia," tuturnya.

QUTB GLOBAL berharap semangat yang tercermin dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum acara, tetapi berkembang menjadi praktik sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk itu, Hery menekankan pentingnya memperkuat lima nilai universal yang menjadi perhatian QUTB GLOBAL, yakni perdamaian, keadilan, kolaborasi, kemanusiaan, dan persatuan.

Baca juga : Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, Dorong Ekonomi Lokal

Kelima nilai tersebut dinilai saling berkaitan dalam membangun masyarakat yang harmonis, menghargai perbedaan, serta mampu bekerja sama menghadapi berbagai tantangan.

“Persatuan tidak berarti menghapus perbedaan. Justru ketika setiap kelompok saling menghormati dan memiliki ruang untuk berkontribusi, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun bangsa,” tegas Hery.

Melalui momentum tersebut, QUTB GLOBAL mengajak masyarakat untuk terus merawat kebinekaan sebagai modal sosial bangsa.

Sebab, kekuatan Indonesia tidak terletak pada keseragaman identitas, melainkan pada kemampuan warganya untuk hidup berdampingan, bekerja sama, dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.