Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sidang Gus Yaqut, Saksi Ceritakan Evaluasi Pelayanan Haji 2024
- KPK Lantik 7 Pejabat, Achmad Taufik Husein Jadi Direktur Penyidikan
- Ditelepon Teddy, Dirut KAI Merapat ke Istana
- Gunung Semeru 6 Kali Batuk-Batuk, Hindari Radius 13 Km Dari Pusat Erupsi
- Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Dimulai, Pendaftaran 5-10 November 2026
Tatyana Jadi Ketum IWAPI, AHY Dorong Pengusaha Perempuan Melompat Lebih Tinggi
Rabu, 4 November 2026 06:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong pengusaha perempuan Indonesia tidak sekadar naik kelas, tetapi mampu melakukan lompatan usaha agar semakin besar, kompetitif, dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Menurut AHY, perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi Indonesia, terutama melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, penguatan kapasitas, transformasi digital, akses pembiayaan, serta perluasan pasar menjadi faktor penting untuk mendorong pengusaha perempuan berkembang.
Hal tersebut disampaikan AHY saat menjadi pembicara kunci dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) 2026 di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Munas kali ini mengangkat tema Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga : Terpilih Aklamasi, Tatyana Sentani Ajak Seluruh DPD IWAPI Bersatu
AHY mengungkapkan, sekitar 65 persen atau 37 juta perempuan berada di sektor UMKM. Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi perempuan dalam aktivitas ekonomi nasional. Namun, tantangan berikutnya adalah mendorong lebih banyak pelaku usaha berkembang menjadi bisnis yang lebih besar.
Menurutnya, berdasarkan data yang disampaikannya, baru 36 persen pelaku usaha di Indonesia yang masuk kategori di atas UMKM.
"Inilah tadi yang Ibu Ketum sampaikan, kalau kita terus dorong IWAPI, kita bukan hanya bisa lulus atau naik kelas tapi bahkan melampaui lompatan-lompatan yang membuat ekonomi Indonesia juga semakin tumbuh dengan progresif," ujar AHY.
Dia menegaskan, pengusaha perempuan merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional. Selain menghasilkan produk dan jasa, mereka juga menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan daya beli masyarakat, serta membantu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.
AHY menilai, keberhasilan pengusaha perempuan akan memberikan dampak berantai terhadap kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak usaha yang berkembang, semakin besar pula kesempatan kerja yang tercipta di berbagai daerah.
Baca juga : Tolak Munaslub, Nita Yudi Klaim Prabowo Dukung Penuh Munas X IWAPI
Transformasi Digital Jadi Kunci Daya Saing
Dalam menghadapi perubahan ekonomi global, AHY menekankan pentingnya penguasaan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), otomatisasi, dan transformasi digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi dunia usaha. Pengusaha perempuan harus memiliki keterampilan yang memadai agar mampu memanfaatkan perkembangan tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar.
AHY mendorong IWAPI menjadi jembatan bagi pengusaha perempuan, khususnya pelaku UMKM yang belum terhubung dengan pasar digital dan perdagangan elektronik atau e-commerce.
Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa, pengusaha perempuan memiliki pasar domestik yang sangat besar. Peluang tersebut semakin terbuka apabila mampu menjangkau pasar ASEAN yang hampir mencapai 700 juta penduduk hingga pasar internasional.
Baca juga : 26 DPD IWAPI Klaim Munaslub Sah, Tolak Pemberhentian Ketua Daerah
Namun, transformasi digital membutuhkan penguatan keterampilan sumber daya manusia, pendampingan, dan pemerataan akses teknologi.
AHY mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tidak hanya dinikmati pengusaha di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau pelaku usaha di berbagai pelosok Indonesia. Ia juga menyoroti empat akses penting yang harus diperkuat untuk mendukung perkembangan pengusaha perempuan, yakni akses pembiayaan, akses teknologi, akses pasar, dan akses terhadap peluang usaha.
Menurutnya, pengusaha perempuan membutuhkan pembiayaan produktif yang dapat dipertanggungjawabkan, teknologi yang mudah dijangkau, kemitraan bisnis, serta kesempatan yang setara untuk mengembangkan usahanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya