Dark/Light Mode

Task Force Hanura Minta Kader Di Sulsel Aktif Bergerak Dan Rela Berkorban

Kamis, 22 Oktober 2026 07:16 WIB
Ketua Team Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella (tengah) didampingi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (kanan) menyalami kader Partai Hanura Sulsel di Makassar, Rabu (21/10/2026). Foto: Hanura
Ketua Team Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella (tengah) didampingi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (kanan) menyalami kader Partai Hanura Sulsel di Makassar, Rabu (21/10/2026). Foto: Hanura

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Team Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella berharap kader partainya di Sulawesi Selatan (Sulsel) tampil menjadi petarung pada Pemilu 2029. Pihaknya ingin memastikan konsolidasi partai di Sulsel sudah berjalan baik.

"Team task force ingin melakukan check up apakah konsolidasi berjalan atau tidak. Tidak hanya konsolidasi tertulis tetapi juga konsolidasi emosi. Kalau cuma tercatat sebagai pengurus DPD atau DPC tapi tidak ada semangat membesarkan partai, itu sudah salah besar," katanya dalam acara Konsolidasi dan Rapat Teknis Team Task Force di Hotel Dalton, Makassar, Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulsel, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota dan para anggota DPRD kabupaten kota dari Partai Hanura ini, Rio menegaskan bahwa lolos ke parlemen adalah tujuan utama partainya.

"Kalau kita bisa kirim 5 orang ke DPRD, kita bisa usung kader jadi wakil bupati, kalau tidak bisa punya kader di DPRD malah kita yang mencalonkan orang lain jadi wakil bupati," sebutnya.

Baca juga : Rio Capella Nyalakan Api Semangat Kader Hanura Sulut

Dia menerangkan, ilmu untuk sukses dalam berpartai semuanya sama, tinggal kader partainya mau bergerak apa tidak. "Kalau sekedar jadi pengurus tetapi tidak lakukan apa-apa pasti rugi besar. Toh perjuangan pasti akan dinikmati kader Hanura sendiri. Anda punya banyak uang tapi tidak bisa mensejahterakan rakyat. Yang bisa mensejahterakan rakyat adalah segenggam kekuasaan. Kalau Ketua DPC Partai Hanura Takalar jadi bupati, dia bisa mensejahterakan rakyatnya," ujarnya.

Team Task Force, lanjut Rio, mengharapkan adanya percepatan konsolidasi di Sulsel. Sebab pada 2027, pihaknya ingin Partai Hanura hadir secara nyata di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.300 kecamatan, dan 83 ribu desa. Pada tahun 2027, pihaknya juga akan melakukan survei elektabilitas Partai Hanura.

"Kalau survei naik, akan kita genjot lagi lalu kita akan survei dapil. Partai Hanura masuk politik berdasarkan ilmu, bukan dari meraba-raba," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Partai Hanura mengajak tokoh-tokoh potensial untuk bergabung sebagai calon legislatif (caleg).

Baca juga : Polemik Hak Angket DPRD Gowa, MPP Usulkan Pemecatan Lima Legislator PAN

"Kalau hari ini kita cari caleg, orang bakal pikir tidak mungkin partai ini akan dipilih. Makanya kita akan gelar apel siaga untuk meyakinkan para anak bangsa untuk bergabung dan ingin memperjuangkan daerahnya," paparnya.

Rio mengungkapkan, partainya juga akan melakukan naturalisasi kader. "Kita cari orang yang punya kawan banyak dan bisa bawa suara, kalau ada yang punya saudara kandung 13 itu yang kita cari karena dia bisa mendatangkan suara," tandasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulsel Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki alias Panglima Ta mengaku selalu minta petunjuk jika ada kendala di Sulsel.

"Kemenangan Partai Hanura di Sulsel membutuhkan konsolidasi, fokus dan sikap mau berkorban.Paling tidak korban waktu pikiran dan tenaga kalau perlu korban materi," katanya. Dia menerangkan, ketika ada orang masuk menjadi anggota partai, dia sudah harus menentukan apa yang harus dikorbankan untuk mewujudkan perjuangan.

Baca juga : DPP Lasmura Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Di Penjaringan

"Ada ketua DPC yang masih tidak fokus mengurus partai. Saya sudah ingatkan dan beri teguran, karena tidak ada peningkatan. Ini akan ada evaluasi ke depan," ujarnya.

Panglima Ta mengklaim ada banyak orang yang ingin gabung ke Partai Hanura,namun belum terealisasi karena informasi dan silaturahmi kurang berjalan dengan baik.

"Kalau mau partai maju, pengurusnya harus ringan kaki dan muka agar bisa bertatap muka dengan orang banyak. Jangan sampai ada kepala daerah yang tidak tau siapa Ketua DPC Partai Hanura di daerahnya," pesannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.