Dark/Light Mode

HUT ke-62 Golkar, Film Pendek Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda

Senin, 26 Oktober 2026 18:38 WIB
Foto: Dok. Partai Golkar.
Foto: Dok. Partai Golkar.

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar membuka ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan, perjuangan, dan persoalan sosial melalui kompetisi film pendek bertema From Zero to Hero.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, kompetisi ini menawarkan total hadiah Rp 200 juta serta kesempatan bagi dua orang pemenang untuk mengikuti perjalanan ke Busan, Korea Selatan, guna belajar perfilman.

Ketua DPP Partai Golkar Nurul Arifin, yang menjadi salah satu dewan juri, mengatakan kompetisi Movie Competition tersebut merupakan tradisi baru yang dikembangkan dalam rangkaian peringatan HUT Partai Golkar.

Tema tahun ini menitikberatkan pada perjuangan seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

"Ini adalah tradisi baru yang ditumbuhkan dalam rangkaian HUT Partai Golkar. Kalau tahun lalu kita berbicara tentang kemajemukan dan toleransi, tahun ini tema kita tentang perjuangan, yang dimaknai dengan judul From Zero to Hero," ujar Nurul di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (26/10/2026).

Nurul menjelaskan, film pendek tidak hanya dituntut menyampaikan informasi atau memberikan edukasi, tetapi juga harus mampu membangun empati dan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.

Menurut anggota Komisi I DPR RI itu, kekuatan film terletak pada kemampuannya menyampaikan pesan secara bermakna meskipun dibatasi durasi.

Film diharapkan dapat mengajak penonton memahami persoalan di sekitarnya, sekaligus memikirkan solusi atas berbagai masalah sosial.

"Namanya film pendek ya pendek. Namun, dalam waktu yang terbatas itu, kita diharapkan juga bisa menyajikan sesuatu yang sifatnya bukan cuma mengedukasi, tetapi bisa memberikan pemaknaan, menumbuhkan rasa empati, dan meninggalkan kesan mendalam," tuturnya. 

Baca juga : Gerindra Salip PDIP, Golkar Di Posisi Tiga

Ia menambahkan, cerita yang diangkat peserta dapat bersumber dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Tema tersebut antara lain pendidikan, sulitnya memperoleh pekerjaan, perjuangan ekonomi, hingga persoalan lingkungan dan perubahan iklim.

"Film pendek ini adalah hal-hal yang digali dari kehidupan masyarakat itu sendiri, entah tentang pendidikan, sulitnya lapangan pekerjaan, upaya untuk eksis di tengah krisis, perjuangan ekonomi, ataupun lingkungan, climate change, yang sekarang ini sedang hangat-hangatnya di sekitar kita," ujar Nurul.

Karena itu, ia mengajak pelajar, generasi muda, dan masyarakat yang memiliki kreativitas serta inovasi untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Menurutnya, ajang ini dapat menjadi kesempatan bagi peserta untuk menuangkan ide dan gagasan melalui medium film.

Nurul juga berharap hadiah yang disediakan dapat menjadi motivasi bagi para kreator untuk menghasilkan karya terbaik.

"Karena ya mungkin di tengah-tengah kesulitan, banyak hal, di sini juga kita menyediakan hadiah ratusan juta," ungkapnya.

Sutradara sekaligus juri kompetisi, Motulz, mengatakan ajang tahun ini merupakan kelanjutan dari kompetisi film pendek yang telah diselenggarakan sebelumnya.

Salah satu perubahan yang diterapkan adalah kesempatan bagi peserta untuk membuat film dengan durasi hingga 10 menit.

Baca juga : Narasraya Literasi 2026 Perkuat Budaya Literasi Generasi Muda

"Jadi, ini sebetulnya kelanjutan dari yang pertama, yang film pendek juga, tapi sekarang ada yang lebih panjang, yaitu 10 menit," kata Motulz.

Ia mengungkapkan, kompetisi sebelumnya diikuti banyak peserta dari berbagai daerah.

Motulz mengaku terkejut melihat kualitas karya yang dihasilkan, termasuk film yang dibuat peserta dengan keterbatasan modal dan peralatan produksi.

"Dan yang paling kami tidak menyangka adalah banyak materi atau dokumen karya itu ternyata luar biasa bagus," ujarnya.

Pada kompetisi tahun ini, Golkar juga memberikan ruang bagi peserta untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses pembuatan film.

Motulz menilai, langkah tersebut menjadi upaya untuk mengakomodasi perkembangan teknologi sekaligus membuka ruang bagi ekspresi kreatif generasi muda.

"Yang mungkin menarik bagi saya melihat perlombaan ini adalah bagaimana Golkar itu menangkap ekspresi anak muda hari ini dengan teknik teknologi kekinian, yaitu AI," jelasnya.

Ia mengatakan, penggunaan AI menjadi salah satu pembeda dibandingkan kompetisi tahun sebelumnya yang hanya mengandalkan proses produksi film konvensional, baik fiksi maupun dokumenter.

"Tahun lalu kita hanya syuting produksi biasa saja, film fiksi dan dokumenter. Hanya tahun ini diperbolehkan untuk melibatkan AI dalam prosesnya," katanya.

Baca juga : HUT ke-62, Golkar Bagikan 620 Ribu Paket Sembako di Seluruh Indonesia

Meski teknologi menawarkan berbagai kemungkinan, Motulz menegaskan tantangan utama peserta tetap terletak pada kemampuan merangkai ide menjadi cerita yang kuat dan sesuai dengan durasi yang ditentukan.

Menurutnya, peserta perlu mampu menyusun gagasan ke dalam struktur cerita film yang menarik agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima penonton.

"Yang akan ditantang adalah bagaimana mereka bisa membuat cerita. Bagaimana ide atau gagasan kalian bisa diceritakan lewat sebuah struktur cerita film dengan durasi tertentu," tuturnya.

Kompetisi film pendek HUT ke-62 Partai Golkar ini menyediakan dua kategori lomba, yakni Real Actor dan film AI. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 200 juta.

Selain hadiah uang, dua orang pemenang juga berkesempatan mengikuti perjalanan ke Busan, Korea Selatan, untuk belajar mengenai perfilman.

Pendaftaran dan penerimaan karya telah dibuka sejak 1 Oktober dan berlangsung hingga 15 November 2026.

Peserta dapat mendaftar melalui formulir yang tersedia di akun Instagram @shortmoviegolkar maupun akun resmi DPP Partai Golkar.

Rangkaian kompetisi akan mencapai puncaknya pada 19 November 2026 melalui pengumuman dan penganugerahan pemenang yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Usmar Ismail.

Melalui kompetisi ini, Partai Golkar berharap generasi muda dapat terus mengembangkan kreativitas, memanfaatkan teknologi, serta menghadirkan karya film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.