Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Golkar Perkuat Komunikasi Politik dengan Teknologi AI, Siapkan Kader Digital
Jumat, 6 November 2026 18:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Golkar mulai memperkuat strategi komunikasi politik dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Langkah ini dilakukan melalui konsolidasi jajaran media dan penggalangan opini serta pelatihan pemanfaatan AI untuk mendorong transformasi digital menuju organisasi partai modern.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) serta Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Kecerdasan Artifisial Partai Golkar 2026.
Kegiatan bertema "Karya Kekaryaan di Era Kecerdasan Buatan: Transformasi Digital Partai Golkar Menuju Partai Modern" tersebut berlangsung pada 6–7 November 2026 di Jakarta.
Dalam sambutannya, Sarmuji menekankan pentingnya Rakornas untuk memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat luas.
Menurutnya, citra partai tidak hanya dibangun melalui kinerja pejabat publik, aktivitas kader di akar rumput, dan pengelolaan organisasi, tetapi juga melalui kehadiran di ruang digital.
"Ada teori tiga wajah partai, yakni baik di pejabat publiknya, baik di akar rumput, dan baik dalam pengelolaan organisasinya. Tapi perlu ditambah lagi, yakni wajah partai di dunia digital. Maka Rakornas ini sangat penting," tuturnya.
Baca juga : Beringin Sports Festival 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi Lintas Partai
Ia mengatakan, berbagai kegiatan positif yang dilakukan Partai Golkar di tingkat pusat maupun daerah perlu disampaikan secara luas melalui platform digital.
"Hal-hal positif yang dilakukan Partai Golkar harus sampai ke masyarakat luas dan dipahami dengan baik dan benar," ujarnya.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, Rakornas MPO dan Semiloka AI menjadi langkah konsolidasi partai dalam menghadapi era digital.
Menurut Meutya, kehadiran seluruh pengelola Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) daerah dalam Rakornas diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi kegiatan partai dari tingkat daerah hingga pusat.
"Intinya konsolidasi partai dan bagaimana menyampaikan informasi akurat sampai daerah tujuannya mengatasi disinformasi dan memperbanyak informasi positif," harapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Nurul Arifin mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi perubahan lanskap komunikasi politik dan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, perkembangan kecerdasan artifisial menghadirkan peluang baru bagi partai politik untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, pengelolaan informasi, serta pelayanan organisasi kepada masyarakat.
Baca juga : 30 Pembatik Lasem Ikuti Sertifikasi, Perkuat Daya Saing di Era Digital
"Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi partai politik yang ingin terus berkembang menjadi organisasi modern. Kami ingin seluruh jajaran Golkar mampu memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, secara tepat dan bertanggung jawab," kata Nurul.
Nurul menjelaskan, Rakornas MPO dirancang untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi jajaran media serta penggalangan opini Partai Golkar di berbagai tingkatan organisasi.
Sementara itu, Semiloka AI diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis kader dalam memanfaatkan teknologi guna mendukung pekerjaan organisasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar dan Rakornas MPO pada Jumat (6/11/2026) mulai pukul 13.30 WIB di Aula Grha Golkar, Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Jakarta Barat.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan lokakarya kecerdasan artifisial pada Sabtu (7/11/2026) mulai pukul 07.30 WIB di Garuda Spark Innovation Hub, fX Sudirman, Jakarta.
Semiloka tersebut melibatkan tim teknis organisasi yang sehari-hari menangani pengelolaan media sosial, data keanggotaan, kesekretariatan, hingga kegiatan kepemiluan.
Para peserta juga diminta menyiapkan satu contoh kasus atau use case dari pekerjaan sehari-hari untuk dipraktikkan menggunakan teknik prompt engineering selama lokakarya.
Baca juga : Koalisi Prabowo Harus Solid & Saling Memperkuat
Melalui pendekatan praktik tersebut, Golkar ingin memastikan pemanfaatan kecerdasan artifisial tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi dapat diterapkan secara langsung untuk menyelesaikan kebutuhan pekerjaan organisasi.
"Yang ingin kami bangun adalah kemampuan kader untuk menggunakan teknologi secara produktif. AI harus menjadi instrumen yang membantu meningkatkan kualitas kerja, mempercepat pengolahan informasi, dan memperkuat efektivitas komunikasi organisasi," ungkap Nurul.
Kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, organisasi sayap, tenaga ahli Fraksi Partai Golkar DPR RI, Golkar Connect, serta pengelola media KabarGolkar dan Golkarpedia.
Berdasarkan pembagian peserta dalam undangan DPP Partai Golkar, seminar diikuti 88 peserta, Rakornas MPO sebanyak 58 peserta, dan lokakarya kecerdasan artifisial sebanyak 44 peserta.
Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian seminar dan lokakarya, berpartisipasi aktif, serta menyelesaikan praktik use case akan memperoleh sertifikat pengkaderan dari Akademi Partai Golkar (APG).
Melalui Rakornas dan Semiloka ini, Partai Golkar menargetkan penguatan koordinasi komunikasi sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan komunikasi politik di era digital.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya