Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Arsenal Minat! Vinicius Jr Dibanderol Rp 3 Triliun
- Komisi XIII: Praktik Bisnis Berbasis HAM di Freeport Patut Dicontoh
- Julius Firdaus Haru di Konser Sole Amore, Kenang Sahabat Tercinta
- Limbah Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah Tinggi
- Manfaat Ganda PSEL: Sampah Terurai, Lapangan Kerja Tercipta
Mc Donalds Ajak 200 Anak Dilatih Langsung Coach Indra Sjafri
Senin, 27 Juli 2026 21:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Demam sepak bola yang melanda Indonesia ingin dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bermakna.
Tak sekadar mengajak masyarakat menikmati euforia pertandingan, McDonald's Indonesia membuka kesempatan bagi 200 anak usia 8-12 tahun untuk merasakan pengalaman langka berlatih langsung bersama Pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri.
Puluhan anak dari keluarga prasejahtera ikut ambil bagian secara gratis. Program bertajuk McDonald's Football Clinic itu menjadi bagian dari perayaan 35 tahun McDonald's Indonesia sekaligus kampanye FIFA World Cup Goes to McDonald's.
Setelah sukses digelar di Jakarta pada 12 Juli 2026 bersama pesepak bola profesional Rio Fahmi, kegiatan berlanjut di Bandung pada 19 Juli 2026 dengan menghadirkan legenda Persib, Atep.
Sebanyak 200 anak mengikuti pelatihan tersebut. Menariknya, 40 peserta berasal dari komunitas prasejahtera yang mendapat kesempatan mengikuti latihan tanpa dipungut biaya.
Mereka juga memperoleh perlengkapan olahraga berupa jersey dan sepatu baru. Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia Caroline Kurniadjaja mengatakan, program ini lahir dari keinginan membuka akses yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan bakat di dunia sepak bola.
Baca juga : Hari Anak Nasional 2026, KCIC Ajak Anak Belajar Peduli Lingkungan Lewat Whoosh
"Tidak semua anak memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari pelatih nasional dan bertemu pemain profesional. Melalui McDonald's Football Clinic, kami berharap mereka tidak hanya memperoleh pengalaman latihan berkualitas, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, disiplin, berkarakter, dan berani mengejar cita-cita," ujar Caroline dalam siaran persnya, Senin (27/7/2026).
Inisiatif tersebut juga didorong tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola. Survei Populix pada Maret 2026 menunjukkan sekitar 90 persen generasi Z dan milenial memiliki ketertarikan terhadap olahraga lapangan, dengan sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga favorit.
Dalam setiap sesi latihan berdurasi 70 menit, Indra Sjafri merancang metode pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknik, tetapi juga pembentukan karakter.
Anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempelajari passing, small-sided games shooting hingga shielding melalui sistem rotasi.
"Setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda sehingga metode latihan juga harus disesuaikan. Dengan sistem rotasi, mereka bisa berkembang secara bertahap sekaligus belajar mengambil keputusan dan bekerja sama di lapangan," ujar Indra.
Menurut pelatih yang dikenal sukses melahirkan banyak pemain muda itu, karakter merupakan fondasi penting dalam pembinaan atlet sejak usia dini.
Baca juga : PGN Pasok Gas Ke Pabrik Sepeda Di Semarang, Dukung Industri Hijau
"Dalam olahraga memang harus ada jiwa kompetitif, tetapi menang bukan tujuan akhir. Setiap kemenangan harus diraih dengan cara-cara yang baik," tegasnya.
Tak hanya melatih peserta, Indra juga menyempatkan berdialog dengan para orang tua.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak, mulai dari sportivitas, rasa percaya diri, menghormati orang lain hingga kemampuan bekerja sama dalam tim.
Selain berlatih, peserta juga mendapat kesempatan mendengarkan kisah perjalanan Rio Fahmi dan Atep menuju level sepak bola profesional. Atep mengaku memahami betul perjuangan anak-anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola karena dirinya juga tumbuh dengan keterbatasan fasilitas.
"Perjalanan saya dimulai dari seorang anak kampung di kota kecil dengan fasilitas yang terbatas. Tidak ada proses yang instan. Semua dibangun dari disiplin berlatih dan kemauan untuk terus belajar. Siapa tahu dari McDonald's Football Clinic ini lahir bintang sepak bola Indonesia di masa depan," katanya.
Komitmen inklusif juga terlihat dari keterlibatan 40 anak binaan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Jakarta dan Bandung. Salah satunya Purnama, kapten SSB Youth Aurasic Bandung, yang sejak usia delapan tahun rutin berlatih di lapangan sederhana di dekat warung milik orang tuanya.
Baca juga : YBM PLN EPI Ajak 100 Anak Yatim Belajar Lingkungan di Taman Lebah
Ayah Purnama, Heri Mulyana, mengaku tak pernah membayangkan putranya bisa merasakan pengalaman berlatih langsung bersama Indra Sjafri.
"Di tengah kondisi ekonomi keluarga kami yang terbatas, kesempatan ini sangat berharga. Semoga pengalaman ini membuat Purnama semakin percaya diri bahwa kerja keras dan disiplin bisa membawanya meraih cita-cita," ujarnya.
McDonald's Indonesia menegaskan, Football Clinic merupakan bagian dari komitmen jangka panjang mendukung lahirnya generasi muda yang aktif dan sehat melalui olahraga.
Sebelumnya, perusahaan telah mengirim anak-anak Indonesia menjadi Player Escort di ajang sepak bola internasional pada 2014 dan 2018, menggelar kompetisi McDonald's Liga Ayo pada 2023, serta merenovasi 44 fasilitas olahraga sekolah di 12 provinsi pada 2025.
Lewat berbagai program tersebut, McDonald's Indonesia berharap semakin banyak anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat dan mengejar mimpi di lapangan hijau.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya