Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
UEFA Sambut Baik FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia
Senin, 3 Agustus 2026 13:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - UEFA menyambut keputusan FIFA membatalkan rencana menjual sebagian kepemilikan kompetisinya, termasuk Piala Dunia, kepada pihak swasta.
Menurut UEFA, langkah tersebut merupakan kemenangan bagi sepakbola dunia setelah mendapat penolakan luas dari berbagai federasi.
Dalam pernyataan resminya, UEFA mengungkapkan usulan itu ditolak secara bulat oleh seluruh asosiasi nasional anggotanya, serta banyak federasi dan konfederasi lain dari berbagai belahan dunia. Penolakan dilakukan demi menjaga kepentingan sepak bola.
Baca juga : Mancini Pede Bawa Italia Lolos Piala Dunia 2030
UEFA juga menyampaikan apresiasi kepada suporter, liga, klub, pemain, asosiasi, konfederasi, hingga sejumlah kepala pemerintahan yang ikut menyuarakan penolakan terhadap rencana tersebut.
Menurut UEFA, proses penyusunan proposal berlangsung secara tertutup, tergesa-gesa, dan minim transparansi. Karena itu, badan sepak bola Eropa tersebut menilai perlu ada evaluasi menyeluruh agar situasi serupa tidak terulang.
Dalam beberapa pekan ke depan, UEFA akan bekerja sama dengan seluruh asosiasi anggotanya serta konfederasi lain untuk mengkaji bagaimana rencana itu bisa muncul dan menyusun langkah-langkah perbaikan. UEFA menegaskan tidak ada opsi yang boleh dikesampingkan dalam proses evaluasi tersebut.
Baca juga : Komdigi Siapkan Aturan Baru Soal Kuota Internet
UEFA juga menilai kepemimpinan FIFA saat ini telah kehilangan kepercayaan, tidak hanya dari Eropa, tetapi juga dari banyak anggota keluarga besar sepak bola dunia.
Badan tersebut turut menyinggung janji Presiden FIFA Gianni Infantino saat pertama kali mencalonkan diri pada 2016. Ketika itu, Infantino berkomitmen menjalankan organisasi secara transparan dan memastikan seluruh dana FIFA digunakan untuk pengembangan sepak bola.
Namun, menurut UEFA, kedua janji tersebut tidak terpenuhi. Organisasi itu menilai rencana penjualan sebagian hak kompetisi kepada investor swasta bertentangan dengan prinsip keterbukaan yang pernah dijanjikan.
Baca juga : Striker Persib Bangga Mantan Rekan Setimnya Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Sebagai alternatif, UEFA mengusulkan agar FIFA memanfaatkan dana cadangan yang nilainya telah melebihi 5 miliar dolar Amerika Serikat melalui program FIFA Forward. Dana tersebut dinilai lebih tepat digunakan untuk memperkuat pengembangan sepak bola akar rumput di 211 negara anggota FIFA, tanpa harus melepas kepemilikan aset kompetisi.
"Ini adalah kemenangan bagi seluruh dunia sepak bola. Namun, ini bukan akhir dari cerita. Proposal itu memang telah dibatalkan, tetapi tugas membangun kembali kepercayaan terhadap FIFA baru saja dimulai," tegas UEFA.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya