Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persebaya-Garudayaksa Didenda Rp 100 Juta, Java United Kena Sanksi Berat
- Martha Tilaar, Pendiri Sariayu, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun
- Indonesia Dipatok Masuk 10 Besar Asian Para Games 2026
- Persebaya Belum Tajam, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir
- Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
RM.id Rakyat Merdeka - Alexander Zverev mengakhiri musim 2026 dengan gemilang. Petenis Jerman itu dipastikan menempati peringkat satu dunia setelah rival beratnya, Carlos Alcaraz tersingkir di turnamen Shanghai Masters 2026.
Zverev mencetak sejarah sebagai petenis putra Jerman pertama yang menduduki peringkat satu dunia pada akhir musim, sekaligus petenis tertua yang pertama kali mencapai prestasi tersebut. Sebelumnya, Zverev menempati peringkat dua dunia.
Kepastian gelar raja tenis dunia diraih Zverev setelah Alcaraz, unggulan kedua di Shanghai Masters, dikalahkan petenis Belgia Zizou Bergs dengan skor 5-7, 6-7, Senin (12/10/2026).
Hasil tersebut menutup peluang Alcaraz—yang menduduki peringkat tiga dunia—mengejar Zverev dalam persaingan menuju puncak peringkat akhir musim Asosiasi Tenis Profesional (ATP). Sementara peringkat pertama Jannik Sinner terpaksa mengakhiri musim lebih awal akibat cedera lutut.
Baca juga : Prabowo 2 Periode Terus Disuarakan
Zverev menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil dari kerja keras panjang, terutama setelah menjalani pemulihan cedera pergelangan kaki yang menghambat kariernya. Ia juga menilai keberhasilannya menjuarai dua turnamen Grand Slam tahun ini sebagai bagian penting dari perjalanan menuju puncak peringkat dunia.
“Ini merupakan musim yang luar biasa bagi saya, dengan kemenangan di Paris dan New York. Mengetahui bahwa saya akan mengakhiri tahun di puncak peringkat merupakan impian yang menjadi kenyataan,” ujar Zverev, dikutip dari ATP Tour.
Musim 2026 menjadi periode terbaik dalam karier Zverev karena ia berhasil meraih dua gelar Grand Slam pertamanya, yakni Prancis Terbuka di Roland Garros dan Amerika Serikat Terbuka di New York. Sebelum tahun ini, petenis berusia 29 tahun kelahiran Hamburg tersebut belum pernah menjuarai turnamen Grand Slam meskipun beberapa kali mencapai babak final.
Perjalanan Zverev menuju dua gelar tersebut dimulai dengan semifinal Australia Terbuka pada Januari. Ia kemudian mencapai setidaknya semifinal dalam empat turnamen ATP Masters 1000 pertamanya, yakni Indian Wells, Miami, Monte Carlo, dan Madrid, meskipun kalah dari Sinner dalam sejumlah pertemuan penting pada fase itu.
Baca juga : Buntut Houthi Bombardir Bandara Saudi, Jemaah Umroh RI Telantar
Di Roland Garros, Zverev mengalahkan Flavio Cobolli dalam pertandingan final lima set untuk merebut gelar Grand Slam pertamanya. Kemenangan itu menjadikannya petenis putra Jerman pertama yang menjuarai Prancis Terbuka pada era Open, yang dimulai pada 1968.
Zverev melanjutkan konsistensinya dengan menembus final Wimbledon sebelum menjuarai Amerika Serikat Terbuka. Dalam perjalanannya di New York, ia harus melewati pertandingan lima set pada dua babak awal, tetapi kemudian hanya kehilangan satu set hingga mengangkat trofi juara.
Keberhasilan tersebut membuat Zverev menjadi petenis putra keempat pada era Open yang memenangi dua gelar Grand Slam dalam tahun kalender yang sama ketika meraih gelar mayor pertamanya. Ia mengikuti jejak Jimmy Connors pada 1974, Guillermo Vilas pada 1977, dan Sinner pada 2024; sepanjang musim Grand Slam 2026, Zverev mencatatkan 25 kemenangan dan dua kekalahan.
Ketua ATP Andrea Gaudenzi memuji konsistensi dan kegigihan Zverev yang telah bertahan di antara petenis terbaik dunia selama sekitar satu dekade. Menurut Gaudenzi, keberhasilan tersebut menjadi bukti tekad Zverev untuk terus berkembang hingga mencapai pencapaian tertinggi dalam tenis profesional.
Baca juga : Bar Di Irlandia Bantu Jomblo Cari Jodoh
Zverev dijadwalkan secara matematis menjadi petenis nomor satu dalam peringkat mingguan ATP paling cepat pada 2 November, sedangkan penetapan peringkat akhir musim berlangsung pada 23 November. Setelah memastikan gelar nomor satu akhir tahun, ia masih memburu gelar ATP Masters 1000 kedelapan di Shanghai dan gelar ATP Finals ketiga untuk menutup musim 2026. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya